Daycare, Bisnis yang Menjawab Kebutuhan Para Ibu

Dirilis

30 Januari 2019

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Novretta

Jenis Usaha

Pemilik Daycare “Little March Daycare”

Sebagai seorang ibu, Novretta juga pernah merasa kesulitan saat harus mencari tenaga bantuan untuk menjaga anak, terutama saat ia harus pergi bekerja. Situasi itulah yang akhirnya mendasari Novretta dan 8 kawannya yang juga sesama ibu, membangun sebuah pusat penitipan anak atau daycare di daerah Serpong, Tangerang Selatan.  

"Semua berawal dari kebutuhan kami para ibu untuk mencari tenaga bantuan menjaga anak-anak kami, mempersiapkan kebutuhan mereka, ditambah dengan kekhawatiran kami dengan berita-berita di media akan maraknya kasus kekerasan yang dialami anak, maka kami membuka daycare yang sesuai dengan nilai-nilai yang kami anut dalam menjaga dan mengasuh anak-anak," tutur Etta, panggilan akrabnya. 

Little March Daycare adalah nama yang dipilih, berangkat dari kesamaan mereka yang tergabung dalam komunitas March'13 Birth Club. Komunitas berbagi yang menaungi para ibu dengan satu kesamaan: anak-anak yang terlahir di bulan Maret tahun 2013. Lahir di bulan yang sama, tumbuh besar dengan permasalahan sama, membuat para ibu ini merasa dekat satu sama lain dengan pengalaman yang hampir kurang lebih sama dalam merawat dan membesarkan anak mereka. 

Daycare yang telah beroperasi 3,5 tahun ini membutuhkan kurang lebih 7 bulan mulai dari pematangan ide hingga memulai operasionalnya. Dengan layanan lengkap full-day daycare, half-day daycare, weekend daycare (dengan perjanjian), serta fasilitas mumpuni seperti ruang tidur terpisah antara bayi dan balita, ruang makan, ruang aktivitas/ bermain serta kamar mandi terpisah, dan CCTV online yang dapat diakses para orangtua. Little March Daycare menjawab kebutuhan dasar yang dibutuhkan para orangtua saat menitipkan anak mereka. 


Menjaga Anak Pelanggan Seperti Anak Sendiri
Kepercayaan adalah kunci yang diemban Little March Daycare dalam menjalankan usahanya. "Selama kami masih bisa menjaga kepercayaan orangtua yang menitipkan anak-anaknya (kepada kami), maka dipastikan kami juga menjaga mereka (anak-anak) dengan hati layaknya menjaga anak sendiri." Kepercayaan ini juga dibuktikan dengan menunjuk salah satu dari mereka untuk turun tangan dalam operasional sehari-hari. Memastikan semua berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan.

Bukan bisnis kalau tidak ada tantangannya. Etta mengaku, SDM kerap jadi tantangan dalam bisnis mereka. Mencari dan mempertahankan pengasuh dan pengajar anak yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, bukanlah hal yang mudah. "Tantangan untuk mempertahankan SDM pengasuh dengan kinerja baik agar tetap loyal adalah salah satunya," tutur Etta. 

Ia dan kawan-kawan berinisiatif untuk memberikan bekal ilmu kepada para pengasuh dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk turut berkembang lewat pelatihan-pelatihan edukatif. Hal ini tentu akan berguna tidak hanya bagi para pengasuh, namun juga anak yang akan mereka asuh nantinya. 

Pentingnya Menjaga Transparansi dengan Rekan Usaha
Selain itu Etta juga mengaku tantangan lain adalah bagaimana untuk tetap mempertahankan komunikasi antar pemilik yang masing-masing memiliki kesibukan sendiri dalam pekerjaan utama maupun keluarga. Bagaimanapun, mereka terdiri dari 9 ibu. Sebagian dari mereka adalah wanita pekerja full-time di kantor, sebagian lain punya kesibukan lain di luar bisnis daycare. Transparan adalah kunci kompak mereka. "Kami berusaha untuk saling melakukan update informasi sekecil apapun (yang terjadi di daycare) agar semua pemilik mendapatkan info apa saja yang terjadi di lapangan," tuturnya. 

Ia juga mengaku, berbisnis dengan banyak teman yang punya latar belakang pendidikan dan profesi berbeda jadi keuntungan sendiri karena dapat saling melengkapi. Selain itu, latar belakang telah mengenal satu sama lain (lewat komunitas Birth Club) membuat komunikasi mereka lebih cair, selain juga dengan banyak owner maka modal dapat terkumpul lebih cepat pula. 

Bisnis ini dirasa Etta dan kawan-kawan punya peluang dengan pasar yang besar. Kebutuhan ibu bekerja untuk mendapatkan fasilitas pengasuhan yang aman dan terpercaya, tidak ada habisnya. Karenanya, mereka punya mimpi untuk membuka cabang lain di masa depan, selain juga terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang sudah berjalan sampai saat ini. 

4 Resep Sukses Bisnis Daycare
Tertarik untuk mencoba bisnis daycare? Etta membagikan resep sukses bisnis yang telah beromzet 400 juta per tahun ini. Beberapa di antaranya sebagai berikut :
  1. Turun sendiri menjalankan bisnis secara profesional, 
  2. Meningkatkan kualitas SDM yang terdidik dengan baik  
  3. Bertanggung jawab terhadap anak asuh 
  4. Menjaga kepercayaan dan komunikasi dengan orangtua yang menitipkan anak mereka. 

Little March Daycare juga terus melakukan inovasi di bidang pendidikan dan pengasuhan anak, dengan menambah nilai plus punya tema belajar yang disesuaikan untuk merangsang stimulasi 'teman-teman kecil' Little March. Ke depannya, ia dan teman-teman tidak mentutup kemungkinan untuk mengembangkan lagi kerjasama dengan pihak lain di bidang parenting dan pengasuhan anak agar bisnis dapat terus berkembang ke arah yang lebih positif.  
 

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS