Tahun 2010 Heri Kurniawan memulai usaha mie ayam di Yogyakarta. Namun, usaha tersebut hanya mampu bertahan selama dua tahun sebelum akhirnya tutup. Kegagalan ini tidak membuatnya menyerah. Ia kembali dengan membuka usaha bakso, yang terus berkembang selama 16 tahun kemudian.
Bagaimana kisah Heri? Simak perjalanannya membangun usaha bakso hingga menyebar ke berbagai tempat di Indonesia.
Gagal di Bisnis Mie Ayam, Bangkit dengan Usaha Bakso
Heri pernah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Ekonomi Manajemen, serta melanjutkan pembelajaran bisnis di Sekolah Bisnis Ciputra. Ia kuliah untuk memperkuat pengetahuan dan kemampuan manajerial.
Dan setelah lulus kuliah, Heri langsung terjun ke dunia usaha. Mental wirausaha memang sudah menjadi bagian hidupnya. Bagaimana tidak. Pria kelahiran Magelang ini tumbuh dalam lingkungan keluarga pengusaha yang membentuk karakter dan mental bisnisnya sejak dini.
"Saya langsung menekuni dunia usaha karena memang dari keluarga juga ada darah pengusaha. Saya tidak punya minat menjadi karyawan di perusahaan orang lain. Bagi saya, hidup yang penuh tantangan itu menjadi pengusaha karena bisa membuka lapangan pekerjaan dan bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.
Usaha pertamanya adalah berjualan mie ayam. Namun gagal. Ia kembali mencoba peruntungan di sektor kuliner dengan mendirikan usaha bakso. Ia hadir dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan pemain yang sudah ada, yaitu dengan menawarkan menu bakso daging cincang dan bakso mozzarella sebagai produk unggulan.
"Ada 12 varian menu yang kami sajikan. Namun menu unggulannya adalah bakso daging cincang dan bakso keju. Harga produk kami mulai dari Rp18 ribu," jelas Heri.
Benar saja, bisnis inilah yang ia kembangkan sampai punya ratusan cabang setelah 16 tahun beroperasi.
Menjaga Kualitas Produk Sekaligus Kualitas SDM
Sejalan dengan perjalanan bisnisnya, Heri mengakui menjaga konsistensi kualitas produk menjadi tantangan terbesar dalam menjalankan usaha kuliner. Apalagi setelah ia mulai memiliki cabang, kualitas rasa harus tetap terjaga di seluruh cabang. Makanya, Heri menerapkan standarisasi melalui SOP yang ketat dan didukung oleh sumber daya manusia yang disiplin.
Selain tantangan internal, Heri juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari berbagai pemain street food yang menawarkan produk unik dengan harga terjangkau. "Mereka menghadirkan produk-produk yang unik dengan harga terjangkau dan menawarkan franchise dengan investasi yang relatif murah. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis kuliner saat ini," katanya.
Meski demikian, Heri tetap optimis bisnis besutannya bisa tetap bertahan. Salah satunya dari faktor SDM. Bagi Heri, keberhasilan sebuah bisnis sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Ia menilai bahwa kejujuran, kedisiplinan, amanah, dan nilai-nilai agama merupakan fondasi penting dalam membangun tim yang solid.
"Tanpa SDM yang amanah, disiplin, dan taat beragama, akan sulit mengembangkan usaha. Karena itu, kami mendorong karyawan untuk menjalankan salat lima waktu, bersikap jujur, dan disiplin," tuturnya.
Untuk menjaga loyalitas karyawan, Heri juga menerapkan kontrak kerja minimal 1,5 tahun serta memberikan berbagai fasilitas seperti bonus, layanan bekam gratis, dan pijat bagi karyawan pria agar tetap sehat dan bugar. Wah, anti pegal-pegal club nih!
Selain itu, untuk membangun kedisiplinan Heri juga melakukan pendekatan semi militer. "Kalau ada yang terlambat atau tidak disiplin, kami beri sanksi berupa push-up. Kami juga mengontrol bagaimana ibadah mereka. Karena kalau hubungan seseorang dengan Sang Pencipta baik, biasanya perilakunya juga akan baik, amanah, disiplin, dan bertanggung jawab," tegasnya.
Mengandalkan Pameran Franchise untuk Promosi
Dalam memasarkan bisnisnya, Heri lebih banyak mengandalkan keikutsertaan dalam berbagai pameran franchise dan iklan konvensional. Menurutnya, strategi tersebut masih menjadi media promosi yang paling efektif untuk memperkenalkan brand Bakso Kampungqu kepada calon mitra usaha.
"Selama ini pameran franchise dan media iklan menjadi sarana promosi yang paling efektif untuk brand kami. Kami belum terlalu fokus ke digital branding karena masih berkonsentrasi pada pameran dan media iklan," jelasnya.
Selain mengembangkan bisnis bakso miliknya, Heri juga melebarkan sayap dengan membangun bisnis baru yang juga di bidang kuliner pada 2024 yaitu Ayam Al Bait. Bisnis ini mengusung produk olahan ayam dengan racikan rempah khas Arab Saudi. Saat ini, bisnis tambahannya ini sudah memiliki 18 cabang yang tersebar di berbagai daerah.
"Produk ini menggunakan rempah Arab Saudi. Alhamdulillah perkembangannya cukup baik dan diminati pelanggan. Selain menu ayam, kami juga menyediakan nasi kebuli," ungkapnya.
![]()
Bakso Kampungqu Tumbuh Menjadi Jaringan Nasional
Berbekal konsep yang diterima pasar, Bakso Kampungqu terus berkembang. Saat ini, jaringan usaha tersebut telah memiliki lebih dari 100 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Yogyakarta, Jakarta, Lhokseumawe hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai mitra usaha, Bakso Kampungqu menawarkan paket investasi senilai Rp150 juta. "Dengan investasi tersebut, mitra bisnis sudah mendapatkan seluruh perlengkapan usaha yang dibutuhkan, sehingga tinggal menjalankan operasionalnya saja," ujar pria kelahiran tahun 1985 tersebut.
Menurutnya, rata-rata omzet setiap cabang mencapai sekitar Rp3 juta per hari, tergantung lokasi usaha. Sementara itu, para mitra umumnya dapat mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dalam kurun waktu 8 bulan hingga 1,5 tahun.
Bagi yang inign terjun menjadi wirausaha seperti dirinya, Heri berbagi pandangannya mengenai dunia bisnis, menurutnya seorang pengusaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memiliki semangat untuk membantu sesama.
Heri Kurniawan adalah salah satu pebisnis yang sukses membangun bisnis dengan sistem kemitraan. Tertarik mengikuti jejaknya? Konsultasikan dengan pakar franchise di Daya.id agar usaha yang Anda jalankan semakin matang dan sukses.
Baca kisah sukses pengusaha inspiratif lainnya di Daya.id. Yuk daftar dan kunjungi Daya.id sekarang juga!
Berikan Pendapat Anda