Dirilis

23 Agustus 2022

Penulis

dr.Zeth Boroh, Sp.KO

Olahraga bola voli merupakan salah satu olahraga yang popular di dunia. Tidak hanya digemari oleh orang muda  dan remaja, tetapi juga orang tua, baik laki-laki atau perempuan. Bola voli sering diperlombakan tidak terbatas hanya pada event olahraga saja, tapi juga pada acara-acara khusus seperti Lomba 17 Agustusan, untuk memperingati hari kemerdekaan, atau gathering kantor maupun keluarga. Di perhelatan Olimpiade, bola voli ini terdiri dari dua kategori, yaitu bola voli indoor dan bola voli pantai.

Bermain bola voli secara terus-menerus dapat menyebabkan cedera over-use pada daerah bahu, tangan, lutut dan bagian lain dari tubuh kita. Tetapi dengan variasi latihan dan waktu istirahat yang sesuai dapat mencegah cedera over-use ini. 

Baca Juga: Tennis Elbow Injury dan Penanganannya

 

Jenis-jenis Cedera yang Sering Terjadi Dalam Olahraga Bola Voli

Lalu apa saja cedera yang sering terjadi dalam bola voli, berikut beberapa jenisnya. 

 

1.    Cedera pada lutut

Cedera yang sering terjadi adalah patellar tendonitis (jumper’s knee) yaitu peradangan pada tendon dari patella (lutut). Ini terjadi karena pemain bola voli sering melakukan gerakan melompat secara berulang ulang. Sakit akan dirasakan di bawah tempurung lutut  pada saat sedang latihan atau bermain. Bila dalam keadaan istirahat atau beraktivitas normal, umumnya rasa sakit tidak timbul. 

Cedera lutut lainnya adalah robeknya ligamen anterior cruciate (ACL tear), hal ini terjadi akibat salah dalam melakukan pendaratan, atau terjatuh sehingga lutut terkena benturan yang sangat keras. Biasanya pada saat ACL robek akan terdengar bunyi “pop” disertai dengan cepat timbul bengkak.

 

2.    Cedera pada pergelangan kaki

Selain itu, cedera yang sering terjadi dalam olahraga voli adalah ankle sprain atau keseleo pada pergelangan kaki. Ini terjadi pada saat pemain melakukan pendaratan sesaat setelah melakukan lompatan atau pada saat melakukan pendaratan pergelangan kakinya berbenturan dengan pemain lain.

 

3.    Cedera pada punggung bawah

Ada lagi cedera yang sering terjadi adalah nyeri punggung bawah atau disebut low back pain. Ini terjadi karena pemain sering melakukan gerakan spiking (memukul bola) dan blocking (menahan serangan di depan net) secara berulang-ulang. Gerakan tersebut menyebabkan terjadinya  hiperekstensi dari tulang belakang secara berulang-ulang pula.

Bila nyeri punggung bawah ini menjalar hingga ke tungkai bawah (kaki) dan bila disertai dengan  mati rasa dan kelemahan pada kaki, kemungkinan dapat disebabkan oleh adanya gangguan pada tulang belakang yang disebut herniasi diskus. Setelah nyeri, mati rasa dan kelemahan ini diatasi dengan pemberian terapi latihan dan rehabilitasi, maka pemain bola voli ini dapat kembali bermain.

Cedera punggung yang juga berisiko tinggi adalah patah tulang akibat adanya stres pada tulang2 di punggung bawah. Gejala yang umum terjadi adalah rasa sakit di punggung bawah yang berlangsung lama (lebih dari 1 bulan) yang makin lama makin terasa sakit bila melakukan gerakan membungkuk. Bila hal ini terjadi, segeralah bawa ke dokter di klinik atau rumah sakit untuk diperiksa.

Baca Juga: Anda Pernah Cedera Hamstring? Ini Cara Mengatasinya


 

4.    Cedera pada bahu

Cedera ini terjadi akibat dari gerakan berulang-ulang pada saat melakukan serving, spiking, blocking dan gerakan bahu yang ekstrim seperti gerakan smash.

Cedera yang sering terjadi adalah Rotator Cuff Tendinitis, yang mana rasa sakit yang dirasakan mulai dari bagian  luar lengan sampai ke atas bahu. Rasa sakit akan bertambah bila menggerakan tangan ke belakang bahu atau punggung. Dan biasanya pada malam hari rasa sakit bertambah berat.

Cedera di bahu berikutnya adalah Shoulder Impingement, rasa sakit terjadi pada saat bahu digunakan untuk menjangkau belakang punggung atau melakukan lengkungan diatas kepala. Sama seperti Rotator Cuff Tendinitis, rasa sakit ini akan bertambah berat di malam hari dan menjalar hingga ke lengan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

5.    Cedera pada jari tangan

Cedera jari tangan yang sering terjadi adalah patah tulang (fracture), dislokasi, robek ligamen dan robek tendon. Jari-jari ini sangat berisiko untuk mendapat cedera karena pemain mencoba memukul bola dan menahan bola dengan kecepatan tinggi. Pada saat gerakan tersebut posisi jari tidak pas sehingga menyebabkan cedera.

 

Tips Mencegah Cedera Saat Bermain Olahraga Bola Voli

Bagaimana mencegah terjadinya cedera saat bermain olah raga voli? Berikut beberapa tipsnya.
 

  • Lakukan latihan sesuai dengan baik, benar, teratur dan terukur.
  • Latihan penguatan yang sesuai untuk bahu, punggung dan tungkai bawah.
  • Kurangi gerakan lompat pada permukaan yang kasar.
  • Penggunaan support untuk ankle (pergelangan kaki) dengan menggunakan taping atau brace.
  • Lakukan pemanasan otot dengan melakukan peregangan dan aerobic ringan.
  • Lakukan pendinginan (cooling down) dengan benar.
  • Segera ke dokter / dokter spesialis kedokteran olahraga bila timbul rasa sakit/nyeri yang tidak kunjung berhenti.


Demikian ulasan mengenai cedera yang sering terjadi pada Bola Voli, semoga bermanfaat. Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut mengenai olahraga maupun aktivitas sehat  lainnya, segera log in ke daya.id dan konsultasikan melalui fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan juga untuk mendaftar ke daya.id dan dapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis. Tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan diri Anda sekarang juga untuk mengetahui informasi dan tips bermanfaat dan menarik lainnya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS