Dirilis

13 Mei 2020

Penulis

Alviko Ibnugroho

Merebaknya wabah virus corona atau COVID-19 membuat banyak orang mulai berpikir ulang mengenai pengelolaan keuangan pribadi. Setiap bulan wajib hukumnya bagi Anda untuk membuat anggaran pengeluaran, agar Anda lebih teratur dalam membelanjakan uang, terlebih di masa krisis pandemi ini. 

Ada tiga hal yang wajib Anda lakukan dalam menekan pengeluaran di masa pandemi ini, yaitu lakukan skala prioritas, pikirkan alternatif lain, dan tekan gaya hidup.

MENGATUR KEUANGAN DENGAN MELAKUKAN SKALA PRIORITAS

Membuat skala prioritas keuangan sangatlah penting. Selain membuat Anda tetap fokus, menggunakan pendapatan berdasarkan skala prioritas akan membantu Anda mengatur keuangan agar kondisinya menjadi sehat.
 
Daripada perhatian Anda terbagi ke beberapa hal, lebih baik Anda fokus kepada satu atau dua tujuan keuangan, wujudkan tujuan tersebut, baru lanjut ke tujuan berikutnya. 

Nah, sebelum menggunakan pendapatan, ada baiknya Anda mementingkan prioritas-prioritas berikut ini:

1. Membayar Cicilan Utang

Prioritas pertama adalah segera melunasi tagihan rutin, utang konsumtif, dan berbagai cicilan. Karena berbicara prioritas keuangan, berarti dimulai dengan mengelola tagihan. 

Jadi, setelah menerima pendapatan setiap bulan, alokasikan untuk membayar tagihan-tagihan rutin. Misalnya tagihan rutin listrik, telepon, air, dan uang sekolah anak. Jika Anda memiliki utang konsumtif seperti kredit kendaraan, kartu kredit atau Kredit Tanpa Agunan (KTA) maka segeralah alokasikan pendapatan untuk membayar cicilan, dan syukur-syukur Anda melunasi utang-utang tersebut. 

Skala prioritas keuangan harus berpusat pada menyelesaikan utang yang memiliki bunga besar seperti KTA atau kartu kredit. Jika Anda gemar membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimum, hilangkanlah kebiasaan itu. Sebisa mungkin Anda membayar lunas pemakaian kartu kredit, berapapun jumlah tagihannya atau jika memungkinkan bayarlah cicilan dari tagihan kartu kredit tersebut minimal 25%.

2. Menabung Minimal 10% dari Penghasilan

Setelah bisa membayar utang dan memiliki kendali atas tagihan rutin bulanan, prioritas kedua adalah Anda menggunakan pendapatan untuk menabung

Menabunglah minimal 10% dari penghasilan. Namun apabila mampu untuk melakukan lebih tinggi, maka akan lebih baik. Menabung akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan meningkatkan kepercayaan diri terhadap situasi keuangan pribadi. Artinya, Anda akan memiliki cadangan keuangan dalam kebutuhan mendesak dan investasi jangka panjang. Menabung juga menjadikan seseorang belajar hidup hemat dan sabar. Jangan jadikan situasi krisis ini membuat Anda tidak menabung.

3. Dana Sosial atau Sedekah

Prioritas ketiga adalah menyisihkan sebagian pengeluaran untuk dana sosial atau sedekah. Kurang baik rasanya jika menggunakan pendapatan hanya untuk diri sendiri. Anda bisa menjadikan pengeluaran sosial sebagai prioritas, seperti sedekah, zakat, melakukan amal terhadap mereka yang membutuhkan. 

Dalam kondisi pandemi ini, memang sangat disarankan Anda menyisihkan sejumlah dana untuk masyarakat sekitar yang kondisinya mungkin tidak seberuntung Anda. Banyak sekali lembaga, gerakan masyarakat, organisasi atau komunitas yang mengajak untuk berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu akibat krisis pandemi ini. Terlebih saat ini  umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tentunya bersedekah sangatlah dianjurkan. 

Maka pastikan Anda menyisihkan dana untuk sedekah sebagai prioritas, bahkan ini mungkin bisa naik menjadi prioritas pertama Anda.

4. Menyiapkan Dana untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Prioritas keempat adalah menyiapkan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan juga kesenangan pribadi. Misalnya untuk makan, transportasi, pulsa, hiburan, dan sebagainya. Buatlah anggaran untuk prioritas ini. Jangan lupa untuk mencatatnya. Karena cara ini bisa membantu Anda untuk melihat lagi pengeluaran-pengeluaran dan bisa menjadi bahan pertimbangan pengeluaran esok harinya. 

Apabila ternyata melebihi anggaran, maka pengeluaran berikutnya harus bisa disesuaikan lagi. 

Semoga dengan menjalani empat skala prioritas keuangan di atas, bisa membantu keadaan finansial Anda menjadi lebih baik lagi. 

MENGATUR KEUANGAN DENGAN MEMIKIRKAN ALTERNATIF LAIN

Kiat-kiat mengatur keuangan selanjutnya adalah dengan memikirkan alternatif lain yang bisa dilakukan untuk menekan kuatnya pengeluaran keuangan keluarga Anda. 

Ada banyak cara untuk menekan pengeluaran keuangan keluarga, salah satunya sebagai berikut:

1. Hemat Pemakaian Listrik dan Air

Seperti yang dibahas pada artikel lalu, penghematan untuk pengeluaran jenis ini diperlukan kesadaran diri yang cukup tinggi. Biasanya seseorang tidak sadar telah melakukan pemborosan di pengeluaran jenis ini.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat, misalnya dengan selalu mencabut colokan listrik dari soket ketika selesai dipakai, matikan lampu dan AC saat sudah tidak diperlukan, matikan keran air saat menyikat gigi, dan mengurangi volume siraman air saat mencuci. Gunakan timer saat menyalakan AC, sehingga Anda tidak akan lupa mematikan saat sudah tidak dibutuhkan. 

Ingatlah bahwa salah satu dampak terbesar dari adanya program “Di Rumah saja” adalah meningkatnya pemakaian listrik dan penggunaan air PAM. Namun Anda akan sedikit tertolong jika rumah Anda menggunakan air tanah bukan air dari PDAM.

2. Mengontrol Jajan di Luar

Saat ini sudah begitu banyak tutorial cara memasak di YouTube maupun resep masakan di Google. Namun akan lebih baik jika Anda mencoba mempraktikkannya, menyiapkan makanan untuk konsumsi setiap harinya, dan membawanya sebagai bekal jika Anda dan keluarga masih harus beraktivitas keluar rumah. 

Manfaat memasak atau membuat makanan sendiri adalah Anda bisa mengontrol kebersihannya, yang tentunya di saat masa pandemi ini kebersihan dan bahaya tertular virus lewat makanan atau orang yang membawa makanan tersebut sangat besar. Selain itu, berbelanja di pasar atau membawa bekal tentunya dapat menghemat pengeluaran Anda. 

Bayangkan saja, harga satu porsi makanan di luar biasanya minimal mulai dari Rp30.000. Ini rata-rata harga makanan pada merchant di ojek online. Tentu saja Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika beli di warung. Namun, Anda tidak bisa memastikan kesehatan dan kebersihannya, bukan? 

Belum lagi Anda harus memesan makanan untuk sejumlah anggota keluarga. Bisa dibayangkan berapa banyak uang keluar saat sekali Anda memesan makanan delivery order. Minimal bisa Rp100.000 sd Rp150,000. Perkiraan ini hanya untuk satu kali makan saja. Padahal minimal makan bisa dua kali sampai tiga kali. Berapa banyak pengeluaran untuk makan setiap harinya jika Anda terus memesan makanan dan tidak masak sendiri? 

Coba Anda belanjakan uang sejumlah perkiraan tersebut untuk membeli sayur-sayuran mentah. Dengan uang Rp100 ribu, Anda bisa membeli aneka sayuran yang bisa dimasak untuk satu minggu ke depan, ataupun membeli ayam, daging, ikan atau telur. Maka dari itu, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk memasak sendiri.

3. Berbelanjalah dengan Cara Pintar

Apa maksudnya berbelanja dengan pintar? Artinya, Anda dapat mempertimbangkan ulang apakah Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut. Jika Anda memerlukannya, Anda dapat menggunakan opsi-opsi sampingan seperti berbelanja barang dengan kualitas yang hampir sama dengan harga yang lebih murah.  Anda bisa melakukannya dengan cara berbelanja online dan sering-sering membandingkan harga. Anda juga dapat menggunakan promo atau kupon diskon agar mendapat penawaran lebih murah. 

Cara lainnya adalah dengan mempertimbangkan merek berbeda. Misalnya selama ini Anda membeli bahan-bahan kebutuhan rumah tangga merk luar negeri atau merk terkenal yang tentunya harganya akan lebih mahal, nah mulailah berganti merek untuk kebutuhan yang sejenis. Cara ini akan membutuhkan kecermatan lebih, namun jika Anda beruntung bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan harga yang bersaing untuk barang yang Anda inginkan, dan Anda dapat berhemat banyak saat belanja ke supermarket setiap bulannya. 

MENGATUR KEUANGAN DENGAN MENEKAN GAYA HIDUP

Tanpa kita sadari perilaku konsumtif akan menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi sebuah karakteristik seseorang yang akan sulit diubah. Akan tetapi kita tidak perlu cemas, semua ini masih bisa diatasi dengan mengutamakan apa yang menjadi bahan pokok kebutuhan primer (kebutuhan sehari-hari) dari pada kebutuhan sekunder (barang-barang yang diinginkan). 

Baca juga artikel terkait: Apakah Keuangan Keluarga Anda Sehat? 

Pola hidup konsumtif masih bisa diubah dan diperbaiki asalkan masih ada keinginan, semangat, dan usaha untuk mengendalikan diri dan menghindari dari perilaku konsumtif. Mengubah gaya pola hidup  dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Menabung
  • Membuat anggaran belanja sebelum uang dibelanjakan
  • Mengedepankan kebutuhan dari pada keinginan
  • Menghindari penggunaan kartu kredit
  • Mengurangi shopping khususnya belanja online untuk masa sekarang ini 
  • Lebih cermat dan teliti dalam membeli barang
  • Beramal dan bersedekah
Mulailah dengan pola hidup sederhana dan hemat akan mendatangkan kebaikan serta kebahagian bagi setiap manusia. Hidup dengan kemewahan dan kebiasaan menghambur-hamburkan uang adalah perilaku menyimpang. Dalam menggunakan uang akan lebih baik jika digunakan untuk keperluan kebutuhan sehari-hari tanpa keserakahan dan pemborosan.

KESIMPULAN

Jika ingin mengatur keuangan keluarga dengan menekan arus pengeluaran cash flow, maka Anda perlu menerapkan gaya hidup sederhana dan hidup hemat. Menerapkan pola hidup hemat di sini yaitu dengan penggunaan uang lebih tertata, mengutamakan skala prioritas dan pandai mensiasati segala kebutuhan dengan alternatif lain. 

Pola hidup hemat perlu diterapkan misalnya dengan menyisihkan uang atau menabung tanpa menghabiskan uang keseluruhan sekali pakai, dalam artian pemborosan atau serakah. Mengatur keuangan secara bijak sama seperti halnya membuat anggaran pembelanjaan dan memisahkan antara kebutuhan pokok yang wajib dengan kebutuhan yang bersifat sekunder.

Menuruti keinginan boleh-boleh saja, akan tetapi ada batasan dan pastikan pengeluaran lebih kecil daripada pendapatan. Ingatlah, menanamkan pola hidup hemat, menekan gaya hidup dan kreatif dalam mencari solusi memiliki manfaat yang besar bagi kelangsungan hidup Anda dan keluarga di masa krisis pandemi ini. Planning or nothing.



Jika Anda memiliki pendapat lain mengenai hal di atas, silakan tulis pendapat Anda di kolom komentar. Atau jika Anda mempunyai pertanyaan terkait kondisi usaha ataupun manajemen keuangan lainnya, silakan konsultasikan pada kolom Tanya Ahli.  

Sumber:

Alviko Ibnugroho

Penilaian :

4.8

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ariemathea kristiawan

20 November 2020

Terima kasih tipsnya, semoga bisa dijalankan semua

Balas

. 1

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Savitri

Perencana Keuangan Pribadi

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS