Dirilis

17 Maret 2023

Penulis

Tim Penulis Daya

Bisnis yang tidak kunjung meraih keuntungan adalah masalah yang sangat umum terjadi di dunia usaha. Walaupun ada beragam faktor yang bisa mempengaruhi untung-ruginya sebuah bisnis, tapi ada beberapa alasan yang kerap menjadi penyebab bisnis gagal menghasilkan keuntungan. Apa saja?

Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 alasan umum mengapa bisnis tidak mampu memperoleh keuntungan yang diharapkan. Dengan memahami alasan-alasan tersebut, Anda sebagai pelaku usaha pemula, bisa memperbaiki strategi bisnis Anda dan menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

 

Penyebab Bisnis Tidak Untung

Sebagian pelaku usaha pemula kerap mengalami kesulitan untuk mempertahankan keuntungan usaha. Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa hal lain yang membuat pemasukan usaha hilang secara perlahahan. Hilang dari nilai yang kecil, berlanjut hingga menjadi kerugian besar.

Padahal, keuntungan secara terus-menerus merupakan satu-satunya cara untuk tetap bertahan dalam persaingan bisnis. Selain itu, keuntungan juga merupakan indikasi keberhasilan finansial sebuah bisnis.

Nah, maka itu, jika bisnis Anda mengalami kesulitan untuk mendapatkan keuntungan yang Anda harapkan, Anda harus segera mencari tahu penyebabnya. 

Untuk membantu Anda mencari tahu apa yang bisa Anda perbaiki, berikut ini beberapa faktor umum yang bisa menjadi penyebab sebuah bisnis tidak untung, bahkan mengalami kerugian.

 

1.    Tidak Memiliki Rencana 

Kalimat “Jalani saja dulu” memang bisa membantu Anda memulai usaha. Tapi, penting bagi Anda untuk memiliki rencana usaha yang baik dan terstruktur. Entah itu rencana jangka pendek ataupun jangka panjang. Kenapa? Karena rencana tersebut bisa Anda jadikan panduan dalam mengatur keuangan usaha.
Di dalam dunia usaha, kemampuan Anda dalam mengatasi masalah menjadi faktor penting dalam kesuksesan. Anda harus mampu mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin timbul dan mengatasinya sebelum menjadi masalah yang lebih besar. 

Selain itu, Anda juga bisa membuat sebuah rencana cadangan, sebagai langkah antisipasi jika terjadi situasi yang tidak diinginkan di masa depan. Anda harus menyiapkan beberapa skenario dan alternatif solusi untuk setiap masalah yang mungkin muncul.

 

2.    Pencatatan Keuangan Buruk

Sebagai pelaku usaha yang baik, Anda harus punya pencatatan keuangan yang baik. Karena, untuk mengetahui berhasil atau tidaknya usaha yang sedang Anda jalankan, Anda harus memahami dengan jelas kondisi keuangan Anda sebenar-benarnya. Misalnya, berapa biaya yang sudah Anda keluarkan untuk membeli bahan baku, berapa keuntungan setiap bulan, berapa aset yang sudah Anda miliki, dan lainnya. Jika Anda tidak mengetahui hal ini, maka kemungkinan besar bisnis Anda akan kesulitan untuk mencapai keuntungan.

Dalam dunia usaha, pengelolaan keuangan yang buruk tidak bisa ditoleransi. Selalu catat pengeluaran dan pemasukan uang Anda, jangan sampai terlambat. Karena jika terlambat mencatat, Anda bisa salah perhitungan. Bisa saja Anda mengira Anda masih memiliki sekian rupiah, padahal uang tersebut sudah Anda gunakan untuk membeli kebutuhan usaha. Dan pada kenyataannya arus kas Anda sudah negatif.

Pastikan Anda juga memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Jika Anda masih menjalankan usaha di rumah, tidak masalah menggunakan satu rekening bank. Tapi, hal ini menjadi berbahaya jika usaha yang Anda jalankan sudah cukup berkembang. Rekening bank yang bersama-sama dapat menyebabkan ketidakteraturan dalam pencatatan keuangan dan salah pengalokasian dana, terutama jika Anda memiliki keperluan pribadi mendadak dan mengambil uang dari rekening bisnis. Jika dana Anda terbatas, hal ini dapat menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

Baca Juga: Tips Kelola Keuangan, Pisahkan Uang Pribadi dan Usaha

 

3.    Kendali di Satu Orang

Sebagian pelaku usaha pemula merasa harus mengendalikan seluruh hal di dalam usaha. Bahkan, saat punya tim, mereka juga menempatkan satu orang untuk mengemban beberapa peran sekaligus. Misalnya, satu orang untuk berperan sebagai seorang manajer, akuntan, sekretaris, salesman, dan penjaga toko. Bayangkan jika itu adalah Anda. Tentunya, Anda tidak mungkin melakukan peran tersebut secara bersamaan, bukan? Meskipun kemampuan multi-tasking dianggap sebagai hal yang baik dan patut diacungi jempol, namun melakukan beberapa pekerjaan sekaligus juga dapat mengurangi kemampuan pengawasan dan mengurangi daya kontrol pada setiap peran tersebut.

Situasi tersebut memang kerap terjadi di usaha mikro dan kecil yang masih dalam tahap berkembang. Meskipun tim kerja yang dimiliki tidak terlalu banyak, namun hal tersebut bukan berarti Anda sebagai pemilik usaha harus mengatur segalanya dan anggota tim hanya berperan sebagai pelaksana perintah. 

Lebih baik Anda membentuk tim dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Dengan membagi kepala ke beberapa bidang, harapannya, akan lebih banyak ide segar yang bisa memberi Anda sudut pandang lain terhadap masalah di usaha Anda.

 

4.    Harga Salah

Berapa harga yang Anda tetapkan untuk produk atau jasa yang Anda tawarkan? Bagaimana cara Anda menghitungnya? Hati-hati, jika harga terlalu rendah, Anda akan sulit meraih keuntungan bahkan saat ada banyak pembeli datang ke toko Anda. Sebaliknya, jika harga terlalu tinggi, pembeli bisa jadi enggan membeli dari Anda, malah mencari produk atau jasa yang sama ke toko sebelah.

Menetapkan harga yang tepat memang sulit, tetapi bukanlah hal yang tidak mungkin. Anda dapat melakukan analisis pasar untuk mengetahui karakteristik calon pelanggan, seperti golongan sosial dan kemampuan finansial. Selain itu, cari tahu juga harga yang ditetapkan oleh pesaing bisnis yang menjual produk atau jasa serupa. Jika ingin lebih akurat, survei atau tanyakan langsung kepada pelanggan mengenai kisaran harga yang mereka harapkan untuk produk atau jasa yang Anda jual.

Baca Juga: Cara Mudah Menentukan Harga Jual

 

5.    Tidak Online

Sekitar tiga tahun belakangan, kita semakin terbiasa dengan teknologi digital dan aktivitas berbelanja online. Entah itu berbelanja melalui eCommerce, media sosial, atau berusaha mencari apa yang kita butuhkan dari mesin pencari. Situasi ini harus Anda lihat ulang dari sisi bisnis. Maksudnya, Anda harus memanfaatkan peluang untuk mendapat pelanggan dan menghasilkan keuntungan, dengan menghadirkan toko Anda secara online.

Meskipun bisnis Anda masih baru dan usaha Anda tidak sepenuhnya online, Anda tetap bisa mulai membuat akun media sosial usaha Anda. Bahkan, Anda bisa juga membuat website sendiri. Manfaatkan seluruh media tersebut untuk membagi informasi tentang usaha Anda, dan memasarkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Kehadiran toko Anda secara online, bisa membantu calon pembeli mempelajari lebih lanjut tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan memudahkan calon pembeli untuk menemukan atau menghubungi bisnis Anda. Jika memiliki situs web, pastikan untuk meminta pelanggan Anda untuk meninggalkan ulasan. Anda juga dapat mengunggah penilaian positif di akun media sosial, yang dapat membantu membangun kepercayaan dan membuat bisnis Anda dipertimbangkan oleh calon pelanggan lain.

Dari kelima kesalahan umum di atas, apakah ada yang terjadi dengan usaha Anda? Jika ada, ayo segera perbaiki agar usaha Anda bisa segera bangkit dan meraih keuntungan.

Jika Anda butuh saran, Anda bisa berkonsultasi di Tanya Ahli. Daftarkan juga diri Anda untuk akses gratis ke seluruh fitur Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.7

15 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Fando hari susetyo

17 March 2023

⭐⭐⭐⭐⭐

Balas

. 0

nani sundari

17 March 2023

ok

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS