Dirilis

21 September 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Kuliner Indonesia kaya akan sederet kue tradisional yang dari dulu hingga kini masih disukai. Meskipun beragam kuliner mancanegara menyerbu Indonesia, ragam camilan khas Nusantara masih punya penggemar setia. Termasuk kue basah.

Bisnis kue basah rumahan ternyata juga tak lekang oleh waktu dan peminatnya pun selalu ada. Kemudahan memulai usaha, margin penjualan yang bisa diatur hingga cukup besar, dan selera pasar yang tak surut adalah beberapa alasan mengapa berjualan kue basah dalam skala rumahan punya prospek untuk ditekuni.

Cara memasarkan bisnis kue basah rumahan ini ternyata tidak terlampau rumit. Anda dapat segera menguasainya, seperti lima jalan berikut ini.

1. Berjualan di “Pasar Kaget”
Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu merupakan waktu potensial untuk berjualan. Entah di dekat masjid seusai salat Jumat, pasar akhir pekan, atau Car Free Day, Anda bisa menggelar lapak penjualan kue basah di “pasar kaget” yang muncul pada waktu-waktu spesial ini. Waktu lain yang sangat ramai adalah di bulan Ramadan. Kue basah sering dicari sebagai alternatif berbuka puasa. Seperti halnya pedagang kuliner lain, omzet  Anda bisa berlipat ganda di bulan Ramadan karena kecenderungan masyarakat yang menjadi lebih konsumtif pada bulan puasa tersebut.

2. Menitipkan Pada Gerai Penjualan
Cara penjualan yang bisa dibilang konvensional, namun cukup efektif adalah dengan menitipkan kue basah Anda pada gerai-gerai penjualan. Kantin-kantin kantor, sekolah, kampus, dan warung kelontong akan menerima kue Anda dengan tangan terbuka. Dengan catatan, Anda menjaga kualitas produk dan menetapkan harga yang bersahabat, mengingat di kantin dan warung seperti ini harganya tidak dipatok terlampau mahal.

3. Menerima Pesanan Berkala untuk Event
Kue basah sering menjadi pilihan pengisi snack box yang dibagikan dalam pertemuan, seperti rapat, seminar, dan arisan. Anda perlu pandai mencari peluang dengan mendekati komunitas dan instansi tertentu yang sekiranya akan rutin mengadakan pertemuan seperti ini. Pemesanan berkala pada waktu yang telah ditetapkan akan memudahkan Anda membuat jadwal produksi dan membuat perkiraan penjualan.

4. Membuka Pre-order
Gaung media sosial untuk membantu kelancaran pemasaran dapat Anda dimanfaatkan  juga. Anda bisa membuat sistem pre-order yang sekarang sedang populer. Di benak pelanggan masa kini, pre-order menyiratkan sebuah eksklusivitas. Di sisi lain, Anda lebih leluasa mengatur kapasitas dan jadwal produksi karena hanya membuat berdasarkan pesanan yang masuk. Berdayakan jasa pengiriman daring dan e-commerce untuk membantu distribusi cepat ke tangan pembeli.

5. Menjadi Pemasok Toko Kue Besar
Beberapa toko kue berskala sedang hingga besar tidak selamanya mampu menangani produksi kue basah. Di sinilah kesempatan untuk masuk sebagai pemasok. Anda bisa menerapkan sistem beli putus maupun konsinyasi kepada toko-toko ini. Alternatif lain, Anda bisa menyediakan kue basah tanpa merek, yang nantinya dikemas ulang dengan label toko tersebut. Perlu digaris bawahi, bekerja sama dengan pihak berskala lebih besar dari Anda seperti ini berarti harus konsisten memenuhi standar kualitas dan kuantitas. Reputasi toko tersebut ikut dipertaruhkan bersama produk Anda.

Dengan ragam kue basah yang sangat bervariasi, Anda tidak diwajibkan membuat semuanya sendiri. Manfaatkanlah  jasa pemasok jenis kue tertentu, sekaligus mengkhususkan diri memiliki kue spesifik yang akan Anda kedepankan sebagai trademark bisnis. Evaluasi kembali strategi pemasaran secara berkala untuk menentukan strategi mana yang paling efektif untuk produk Anda. Selamat mencoba!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Aliah Abdullah

28 Agustus 2019

Cocok banget artikelnya dengan kondisi Saya saat ini. terimakasih ya daya.id

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS