Informasi Artikel

Dirilis

20 Juli 2026

Penulis Artikel

Nur Anasta Rahmat


Tag

Perkembangan era digital membuat pelanggan tidak lagi mengandalkan satu saluran saat melakukan pembelian. Pelanggan dapat menemukan produk melalui media sosial, mencari ulasan di berbagai platform, lalu melakukan pembelian melalui toko online maupun toko fisik.

Untuk menghubungkan berbagai saluran tersebut, Anda dapat memanfaatkan teknologi omnichannel. Teknologi ini mengintegrasikan toko online dan toko fisik dalam satu sistem sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan nyaman di berbagai saluran.

 

Apa Itu Omnichannel?

Omnichannel adalah teknologi yang menghubungkan berbagai saluran komunikasi dan penjualan dalam satu platform. Dengan teknologi ini, pelanggan dapat berinteraksi dan berbelanja dengan lebih mudah melalui berbagai saluran.

Cara kerjanya adalah dengan menghubungkan data dari setiap saluran secara real time. Dengan begitu, Anda dapat mengelola informasi pelanggan, stok, dan transaksi dalam satu sistem.

Misalnya, pelanggan melihat produk di Instagram, mengecek stok di website, lalu melakukan pembelian melalui marketplace. Setelah itu, pelanggan dapat mengambil barang di toko fisik. Seluruh data transaksi dan stok akan diperbarui secara otomatis tanpa perlu pencatatan manual.

Selain itu, pesan dari WhatsApp atau media sosial juga dapat dikelola melalui satu dashboard. Hal ini memudahkan Anda dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan konsisten kepada pelanggan.

 

Perbedaan Omnichannel dan Multichannel

Banyak orang masih bingung membedakan omnichannel dan multichannel. Keduanya sama-sama memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dan penjualan, seperti media sosial, website, marketplace, dan toko fisik. Namun, pada multichannel setiap saluran berjalan secara terpisah sehingga informasi dan data dari masing-masing saluran tidak saling terhubung.

Sementara itu, omnichannel menghubungkan seluruh saluran dalam satu sistem sehingga data pelanggan dapat dikelola dengan lebih mudah. Dengan begitu, Anda dapat memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan layanan yang lebih baik.

 

Manfaat Omnichannel untuk UMKM

Teknologi omnichannel tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga meningkatkan pelayanan pelanggan. Dengan mengintegrasikan berbagai saluran, Anda juga bisa merasakan manfaat berikut:

 

1.    Mempermudah Cek Data

Omnichannel menggabungkan berbagai saluran dalam satu platform sehingga Anda dapat memantau data penjualan dan kepuasan pelanggan dengan lebih mudah. Data tersebut juga diperbarui secara otomatis sehingga proses pencatatan dan pengelolaan bisnis menjadi lebih efisien.

 

2.    Mempercepat Pengambilan Keputusan

Data dari berbagai saluran, seperti stok, penjualan, tren, dan minat pelanggan, dapat diakses melalui satu dashboard sehingga lebih mudah dipantau. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun strategi bisnis dan pengambilan keputusan.

 

3.    Mempermudah Integrasi Penjualan Online dan Offline

Cara kerja sistem omnichannel juga mempermudah Anda mengintegrasikan layanan dalam penjualan offline maupun online. Dengan begitu, pelanggan merasa lebih mudah saat berbelanja. Anda juga dapat memantau dan merespons keluhan pelanggan melalui satu dashboard

 

4.    Efisiensi Budget

Data real time dari sistem omnichannel membantu Anda menyusun program promosi yang lebih tepat sasaran. Dengan memahami pola belanja dan preferensi pelanggan, anggaran pemasaran dapat digunakan lebih efektif dan berpotensi meningkatkan penjualan.

 

Cara Memaksimalkan Omnichannel

Omnichannel bisa menghadirkan banyak manfaat, jika dimaksimalkan dengan baik. Berikut beberapa tips memaksimalkan omnichannel untuk UMKM:

 

1.    Lakukan Interaksi Personal

Pelanggan masa kini cenderung menginginkan interaksi yang lebih personal saat melakukan pembelian. Manfaatkan data produk, penjualan, dan pelanggan yang tersedia di dashboard untuk memahami kebutuhan pelanggan. Misalnya, Anda dapat menanyakan kebutuhan pelanggan dan memberikan rekomendasi produk yang sesuai. Dengan begitu, pelanggan akan mendapatkan pengalaman yang lebih personal.

 

2.    Lakukan segmentasi pelanggan

Kelompokan pelanggan berdasarkan karakteristik dan pola pembelian agar strategi pemasaran lebih tepat sasaran. Misalnya, dashboard omnichannel dapat digunakan untuk mengelompokkan pelanggan baru, pelanggan yang meninggalkan keranjang belanja, dan pelanggan yang berpotensi melakukan pembelian ulang. Dengan begitu, Anda dapat menentukan pendekatan yang sesuai untuk setiap kelompok pelanggan.

 

3.    Identifikasi saluran yang sering digunakan

Manfaatkan data real time di dashboard omnichannel untuk mengetahui saluran yang paling sering digunakan pelanggan dan memahami cara pelanggan berinteraksi dengan bisnis. Misalnya, pelanggan lebih sering mencari informasi melalui Instagram, tetapi melakukan pembelian melalui marketplace. Dengan begitu, Anda dapat menentukan strategi promosi yang lebih tepat sasaran.

 

4.    Terapkan konsistensi

Konsistensi merupakan aspek penting agar brand mudah dikenali dan diingat oleh pelanggan. Oleh karena itu, pastikan pelanggan mendapatkan identitas, pesan, dan kualitas layanan yang sama di setiap saluran yang digunakan. Contohnya, gunakan logo, warna, gaya komunikasi, dan informasi promosi yang konsisten di setiap saluran. Dengan begitu, pelanggan akan lebih mudah mengenali dan mengingat brand Anda.

 

5.    Manfaatkan media sosial

Media sosial sering menjadi titik awal pelanggan mengenal brand Anda. Oleh karena itu, buatlah konten yang menarik dan konsisten untuk mengarahkan pelanggan ke saluran penjualan yang Anda miliki. Misalnya, sertakan tautan website atau marketplace pada konten media sosial untuk memudahkan pelanggan melakukan pembelian.

 

Rekomendasi Dashboard Omnichannel

Strategi omnichannel sudah menjadi bagian dari banyak bisnis, termasuk UMKM. Beberapa dashboard omnichannel yang bisa dipakai UMKM, antara lain:

 

1.    Mekari Qontak

Mekari Qontak mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan live chat dalam satu platform. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur otomatisasi dan chatbot AI untuk membantu pengelolaan layanan pelanggan.

 

2.    Kloola

Kloola menyediakan fitur manajemen chat, inventori, dan penjualan dalam satu sistem. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan laporan performa bisnis secara otomatis.

 

3.    Jubelio

Jubelio membantu mengelola stok, produk, dan pesanan secara real time. Aplikasi ini juga mendukung integrasi POS, pengelolaan harga, serta laporan penjualan untuk berbagai toko dalam satu platform.

Omnichannel kini menjadi strategi yang banyak digunakan oleh berbagai bisnis, termasuk UMKM. Saat memilih aplikasi omnichannel, pastikan fitur yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan didukung layanan purna jual yang memadai.

Punya pertanyaan seputar digital marketing? Konsultasikan dengan digital marketing expert melalui fitur Tanya Ahli di daya.id dan daftarkan diri Anda sekarang.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

Premium sparkles
5.0
Iklan Online Tidak Laku, Coba Analisis Pelanggan Pakai AI
Artikel Ahli
Pemasaran

Iklan Online Tidak Laku, Coba Analisis Pelanggan Pakai AI

11 April 2026

Premium sparkles
5.0
Maksimalkan Iklan dengan Custom Audiences di Google Ads
Artikel Ahli
Pemasaran

Maksimalkan Iklan dengan Custom Audiences di Google Ads

10 April 2026

Premium sparkles
5.0
Membuat Buyer Persona Berdasarkan Data: Teknik dan Tools yang Digunakan
Artikel Ahli
Pemasaran

Membuat Buyer Persona Berdasarkan Data: Teknik dan Tools yang Digunakan

03 April 2026

5.0
Strategi Retargeting: Memulihkan Penjualan yang Hilang
Pemasaran

Strategi Retargeting: Memulihkan Penjualan yang Hilang

02 April 2026

Berikan Pendapat Anda