Informasi Artikel

Penulis Artikel

Peni Hidayah

Bagi sebagian wirausahawan pemula, menentukan angka penjualan seringkali terasa seperti menebak di dalam gelap. Jika target terlalu rendah, bisnis sulit berkembang; namun jika terlalu tinggi dan tidak tercapai, motivasi tim serta kesehatan finansial bisa ambruk. 

Penetapan target penjualan yang ingin didapat harus dibuat oleh UMKM. Target penjualan yang realistis bukan sekadar angka impian, melainkan hasil kalkulasi antara data historis, kapasitas produksi, dan riset pasar. Bagaimana caranya menentukan target penjualan secara harian agar tidak rugi?

Melalui artikel ini akan dibahas langkah bagi UMKM untuk menyusun target bulanan yang dapat dicapai.

 

Langkah Menyusun Target Penjualan Bulanan

Berikut beberapa panduan langkah demi langkah bagi UMKM untuk menyusun target bulanan yang dapat dicapai.

 

1.    Menganalisis Data Historis sebagai Fondasi Cara Membuat Target Penjualan

Langkah pertama dalam cara membuat target penjualan adalah menengok ke belakang. Meskipun Anda baru berjalan beberapa bulan, data transaksi yang ada adalah guru terbaik. Lihatlah berapa rata-rata produk yang terjual setiap harinya.

Bagi pemula, jangan hanya melihat total omzet, tapi perhatikan trennya. Apakah ada hari-hari tertentu di mana penjualan melonjak? Jika Anda baru benar-benar memulai dari nol (bulan pertama), gunakan data riset kompetitor atau target minimal untuk menutupi biaya operasional sebagai titik acuan awal. Data ini akan mencegah Anda menetapkan angka yang "dipetik dari langit" tanpa dasar yang kuat.

 

2.    Memahami Kapasitas Produksi dan Operasional dalam Target Penjualan Bulanan

Banyak UMKM gagal mencapai target penjualan bulanan bukan karena kurangnya pembeli, melainkan karena ketidaksiapan internal. Sebelum mematok angka tinggi, tanyakan pada diri sendiri: "Jika pesanan membludak sesuai target, apakah stok bahan baku cukup? Apakah tenaga kerja mampu menyelesaikannya tepat waktu?"

Target yang realistis harus selaras dengan batas kemampuan produksi Anda. Memaksakan target di atas kapasitas tanpa rencana penambahan sumber daya hanya akan merusak reputasi bisnis karena pelayanan yang buruk atau kualitas produk yang menurun.

Baca Juga: 6 Tips Membangun Kompetensi Tim Penjualan, agar Target Perusahaan Tercapai

 

3.    Menggunakan Metode SMART untuk Menyusun Target Penjualan yang Realistis

Agar target tidak sekadar menjadi wacana, Anda perlu menerapkan prinsip target penjualan yang realistis berbasis SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound):

  • Specific (Spesifik): Jangan hanya bilang "Ingin jual banyak". Katakan "Menjual 100 paket hijab".
  • Measurable (Terukur): Pastikan ada angka yang bisa dihitung.
  • Achievable (Dapat Dicapai): Apakah angka 100 itu masuk akal dengan modal iklan yang Anda punya?
  • Relevant (Relevan): Apakah target ini mendukung tujuan jangka panjang bisnis Anda?
  • Time-bound (Batas Waktu): Target ini harus dicapai dalam 30 hari.


 

4.    Mempertimbangkan Faktor Musiman dan Tren dalam Menentukan Target Penjualan

Dalam menentukan target penjualan, Anda tidak bisa mengabaikan kalender. Misalnya, jika Anda berjualan makanan ringan, target di bulan Ramadan kemungkinan besar akan jauh berbeda dengan bulan biasa.

Faktor eksternal seperti tanggal gajian (payday), hari libur nasional, atau tren viral di media sosial harus masuk dalam perhitungan. UMKM yang cerdas akan menaikkan target di bulan-bulan "panen" dan bersikap lebih konservatif di bulan-bulan sepi (low season).

 

5.    Memecah Target Besar Menjadi Target Harian yang Terukur

Strategi psikologis terbaik dalam menetapkan target penjualan adalah dengan membaginya menjadi potongan-potongan kecil. Angka Rp30.000.000 sebulan mungkin terasa berat, tetapi jika dipecah menjadi Rp1.000.000 per hari, hal itu terasa jauh lebih ringan dan mudah dikontrol. Dengan target harian, Anda bisa melakukan evaluasi cepat. Jika di tanggal 10 penjualan masih lesu, Anda punya waktu 20 hari sisa untuk mengganti strategi pemasaran.

 

Contoh Penerapan Penentuan Target Penjualan Bulanan

Misalnya usaha yang dijalankan adalah kedai kopi yang baru berjalan 2 bulan.

Kondisi Saat Ini:

  • Rata-rata penjualan bulan lalu: 20 cangkir per hari.
  • Harga per cangkir: Rp20.000.
  • Total omzet bulan lalu: Rp12.000.000 (20 cangkir x 30 hari x Rp20rb).
  • Kapasitas maksimal mesin dan barista: 60 cangkir per hari.


Menetapkan Target Bulan Depan:

Pemilik ingin menaikkan target. Namun, alih-alih langsung mematok 100 cangkir (yang melebihi kapasitas), pemilik menetapkan target 35 cangkir per hari.

  • Mengapa Realistis? Karena masih di bawah kapasitas maksimal (60 cangkir) tapi ada kenaikan dari bulan lalu.
  • Strategi Pendukung: Menambah promosi di media sosial dan paket "Bundling Sarapan" untuk mengejar tambahan 15 cangkir per hari.
  • Breakdown Target: 35 cangkir x Rp20.000 = Rp700.000 per hari.
  • Total Target Bulanan: Rp21.000.000.

Dengan angka ini, pemilik tahu persis berapa banyak susu dan biji kopi yang harus disetok agar tidak mubazir atau kekurangan.

Baca Juga: Tips Kejar Target Penjualan Akhir Tahun

Menentukan target penjualan bulanan bukan tentang seberapa besar angka yang ingin Anda lihat di rekening, melainkan tentang seberapa dalam Anda memahami kapasitas dan peluang bisnis Anda sendiri. Dengan menggabungkan data historis, kemampuan produksi, dan metode SMART, Anda tidak lagi menjalankan bisnis berdasarkan tebakan, melainkan berdasarkan strategi yang terukur. Target yang realistis akan menjaga kesehatan arus kas (cash flow) sekaligus menjaga semangat tim agar tetap optimis karena target tersebut memang mungkin untuk dicapai.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait masalah dalam menentukan target penjualan atau permasalahan usaha lainnya, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

4.9
Memulai Usaha

4 Cara Promosi di Facebook Gratis

07 Agustus 2025

5.0
Memulai Usaha

Kenapa Biaya Digital Marketing Lebih Mahal Dibanding Traditional Marketing?

01 Februari 2022

5.0
Memulai Usaha

Tips Memanfaatkan Media Sosial untuk Bisnis Online

16 Februari 2022

5.0
Memulai Usaha

Strategi Pemasaran Mulut ke Mulut (word of mouth) untuk Pemula

07 Oktober 2025

Berikan Pendapat Anda

4 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS