Informasi Artikel

Penulis Artikel

Nur Anasta Rahmat

Dalam dunia E-commerce yang terus kompetitif, masalah cart abandonment atau pelanggan yang meninggalkan keranjang belanja tanpa menyelesaikan pembelian, menjadi tantangan serius bagi semua bisnis online. Studi menunjukkan bahwa rata-rata tingkat cart abandonment global dapat mencapai lebih dari 70%, yang berarti sebagian besar calon pembeli meninggalkan toko online tanpa transaksi. Kondisi ini tentu sangat merugikan, mengingat adanya minat pembelian tetapi tidak berakhir dengan penjualan.

Salah satu cara yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah melalui strategi retargeting. Strategi ini membantu bisnis untuk mengingatkan kembali calon pembeli yang telah menunjukkan minat dengan cara menampilkan iklan khusus secara relevan dan personal. 

Namun, membangun strategi retargeting yang efektif tidak hanya sekadar menayangkan iklan berulang-ulang, diperlukan perencanaan dan eksekusi yang matang agar hasilnya optimal dan menurunkan angka cart abandonment secara signifikan. 

 

Apa Itu Retargeting dan Mengapa Penting?

Retargeting adalah teknik pemasaran digital yang menargetkan ulang pengunjung yang telah berinteraksi dengan website atau aplikasi Anda, tetapi belum melakukan tindakan yang diinginkan, seperti menyelesaikan pembelian. Melalui penggunaan cookie atau pixel, pengiklan dapat menampilkan iklan yang relevan kepada pengguna tersebut saat mereka berkunjung ke situs lain atau media sosial.

Pentingnya retargeting terletak pada fakta bahwa pelanggan yang sudah menunjukkan minat cenderung mudah dikonversi dibanding pengunjung baru. mereka sudah melewati tahap kesadaran dan ketertarikan, sehingga butuh dorongan ekstra agar kembali dan menyelesaikan transaksi. Dengan retargeting, bisnis dapat meningkatkan konversi, meningkatkan ROI iklan, dan secara langsung menurunkan tingkat cart abandonment. 

Baca Juga: 6 Strategi SEO Lanjutan Untuk Mencapai Peringkat Teratas di Mesin Pencari

 

Langkah Membangun Strategi Retargeting yang Efektif


 

1.    Analisis Data Cart Abandonment secara Mendalam

Sebelum membuat kampanye retargeting, pahami terlebih dahulu perilaku pengunjung yang meninggalkan keranjang. Pahami penyebabnya:

  • Apakah karena harga yang terlalu mahal? 
  • Besarnya ongkos kirim?
  • Proses checkout yang rumit?
  • Kurangnya metode pembayaran? 

Data ini bisa didapat dari analytics, survei pelanggan, atau heatmap website. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menyesuaikan pesan iklan yang lebih relevan dan personal.

 

2.    Segmentasi Audiens Retargeting

Tidak semua pengunjung yang meninggalkan keranjang punya alasan yang sama atau berada dalam tahap pembelian yang sama. Oleh karena itu, segmentasi audiens sangat penting. Contohnya, Anda dapat membuat beberapa segmen berdasarkan nilai keranjang, kategori produk yang ditinggalkan, atau waktu sejak mereka meninggalkan keranjang. Segmentasi yang tepat memungkinkan Anda mengirim pesan dan penawaran yang lebih spesifik, sehingga peluang konversi meningkat.

 

3.    Gunakan Pesan dan Kreatif yang Personal dan Relevan

Retargeting bukan sekadar menampilkan kembali produk yang ditinggalkan. Gunakan pendekatan kreatif yang menarik dan personal, seperti:

  • Menampilkan produk yang sama dengan foto dan harga terbaru;
  • Memberikan diskon khusus atau penawaran terbatas untuk mendorong pembelian;
  • Menggunakan copywriting yang menenangkan keraguan, misalnya "Stok terbatas, jangan sampai kehabisan!"
  • Menawarkan kemudahan pembayaran atau pengiriman gratis.

Pesan yang relevan dan cocok akan membuat calon pembeli merasa dihargai dan termotivasi untuk kembali.

 

4.    Pilih Platform Retargeting yang Tepat

Retargeting dapat dilakukan di berbagai platform, mulai dari Google Ads, Facebook Ads, Instagram, hingga platform marketplace. Pilih platform yang paling sesuai dengan profil pelanggan Anda dan dimana mereka paling aktif. Misalnya, jika target audiens Anda banyak di Instagram, fokuskan kampanye retargeting dengan format iklan yang menarik seperti Stories atau Carousel.

 

5.    Atur Frekuensi dan Durasi Iklan yang Seimbang

Terlalu sering menampilkan iklan retargeting, dapat membuat calon pelanggan Anda merasa terganggu dan bahkan menghindari dari merek Anda. sebalikya, terlalu jarang iklan yang muncul dapat membuat calon pelanggan kehilangan ketertarikan. Sehingga atur frekuensi dan durasi penayangan iklan secara optimal, misalnya 3-5 kali dalam periode satu minggu setelah pengunjung meninggalkan keranjang. 

 

6.    Optimasi Landing Page dan Proses Checkout

Retargeting akan lebih efektif jika halaman checkout dan landing page Anda sudah user-friendly, cepat diakses, dan bebas hambatan. Misalnya dengan menampilkan informasi ongkos kirim yang jelas, berbagai metode pembayaran, dan sistem keamanan yang terpercaya. Hal ini mengurangi alasan pengunjung untuk meninggalkan keranjang.

 

7.    Pantau dan Evaluasi Kinerja Kampanye

Retargeting merupakan proses yang dinamis dan membutuhkan evaluasi rutin. Gunakan data performa kampanye untuk melihat iklan mana yang efektif, segmen yang paling responsif, dan mana yang perlu diperbaiki. Dengan pemantauan yang konsisten, Anda dapat mengoptimalkan budget iklan dan meningkatkan tingkat konversi secara berkelanjutan.

 

Studi Kasus: Retargeting Menurunkan Cart Abandonment

Sebuah toko online fashion menggunakan retargeting untuk menurunkan cart abandonment. Toko tersebut melakukan segmentasi berdasarkan jenis produk yang ditinggalkan, lalu mengirimkan iklan diskon 10% khusus produk tersebut melalui Facebook Ads. Hasilnya, dalam satu bulan, tingkat konversi dari pengunjung yang meninggalkan keranjang meningkat sebesar 25% dan pendapatan meningkat tanpa menambah biaya pemasaran yang lebih besar.

Baca Juga: Analisis Conversion Path: Memahami Jalur Pengguna Sebelum Konversi

Membangun strategi retargeting yang efektif bukan hal yang instan, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Dengan memahami perilaku pengunjung, menyusun segmentasi yang tepat, menggunakan pesan yang personal, serta terus melakukan evaluasi, bisnis Anda dapat menurunkan angka cart abandonment secara signifikan. 

Oleh karena itu, mulailah menerapkan strategi retargeting, dan lihat bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan bisnis E-commerce Anda!

Memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait retargeting untuk bisnis Anda? Dapatkan konsultasi gratis kepada ahli bisnis melalui fitur Tanya Ahli. Segera Daftar akun di Daya.id dan akses informasi selengkapnya secara gratis!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Meningkatkan Usaha

Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

12 Juni 2022

5.0
Meningkatkan Usaha

Social Media Marketing, Pemula Mulai dari Mana?

27 April 2023

4.8
Meningkatkan Usaha

Tips Meningkatkan Omzet Bisnis Makanan Saat Puasa Ramadhan

05 April 2023

5.0
Meningkatkan Usaha

Peluang Akhir Tahun di TikTok dengan Pemasaran Above the Line

22 Desember 2021

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS