Dirilis

10 Desember 2022

Penulis

Yulinda Sari

Mobile dan aplikasi mobile masih akan menjadi tren yang sebaiknya Anda antisipasi. Di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda adopsi agar bisa bersaing di pasar aplikasi mobile.

Baca Juga: Tips Maksimalkan Sales Pipeline pada Strategi Penjualan

 

Jumlah Pengguna Smartphone Indonesia

Sebelum kita membahas tren aplikasi mobile, ada beberapa alasan kenapa aplikasi mobile bisa berperan penting dalam aktivitas digital marketing di Indonesia. 

Pertama, dari sisi pengguna smartphone di Indonesia, statista.com memprediksi akan ada 210,5 juta pengguna smartphone di Indonesia sampai akhir 2022, dan akan menjadi 218,7 juta pada 2023. 

Kedua, diprediksi ada 65 juta orang berbelanja online selama 2022, utamanya dari aplikasi mobile

 

Tren Aplikasi Mobile

Mobile marketing platform Adjust melaporkan tiga aplikasi yang mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun adalah aplikasi fintech dengan kenaikan sebesar 35%, disusul aplikasi e-commerce 12%, dan game 32%. 

Untuk aplikasi fintech, yang paling banyak berkontribusi adalah aplikasi pembayaran, yaitu sekitar 57%. Sementara dalam gaming menunjukkan 52% berbelanja pemain game melalui mobile.

Pandemi COVID-19 telah mendorong pertumbuhan aplikasi mobile dengan sangat cepat, begitu juga dengan ekosistem aplikasi mobile yang tidak terlepas dari tantangan. Untuk itu, jika Anda ingin berkompetisi di industri aplikasi mobile, sudah seharusnya Anda lebih kuat, tangkas, dan beradaptasi terhadap perubahan ini. 

Diperkirakan akan ada tren teknologi yang bakal diadopsi oleh pasar. Ada apa saja? Berikut diantaranya:

 

1.    Teknologi 5G

Generasi ke-5 dari standar konektivitas mobile akan segera hadir, termasuk di Indonesia. 5G juga dikatakan sebagai pelopor revolusi industri keempat. 5G sendiri bermuara pada kecepatan dan interkonektivitas internet, dimana latensi 5G kurang dari satu milidetik. Selain itu, kombinasi 5G dari latensi yang sangat rendah, bandwidth yang tinggi dan kepadatan koneksi akan dimanfaatkan dalam pengembangan aplikasi untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.  Di sisi lain, peningkatan kecepatan dan pengurangan latensi juga akan dapat menurunkan konsumsi baterai. Selain itu, frekuensi radio 5G yang lebih tinggi dan panjang gelombang yang lebih pendek juga akan membuat geotargeting dan geofencing yang lebih tepat untuk aplikasi mobile.

 

2.    Perangkat Wearable

Pada 2020, statista.com memprediksikan ada lebih dari 1 milliar perangkat wearable yang terhubung pada tahun 2022. Situs web dan aplikasi tidak hanya berfungsi di perangkat mobile dan desktop, tetapi juga harus bekerja dengan baik di perangkat yang dapat digunakan. Contohnya, seperti alat pendeteksi dini potensial kasus COVID-19 tanpa gejala dan pragejala, pelacak aktivitas seperti FitBit, dan jam tangan pintar yang dilengkapi dengan fitur yang terus memantau data fisiologis secara waktu nyata, dan dapat membantu dalam deteksi dini setiap penyimpangan dari garis dasar kesehatan normal seseorang. 

 

3.    Lebih Banyak Aplikasi On-Demand

Aplikasi on-demand atau berdasarkan permintaan sepertinya masih akan berkembang. Karena dengan aplikasi jenis ini, pengguna bisa menyewa layanan atau produk secara mudah. Contoh aplikasi on-demand di Indonesia adalah Gojek, Grab, dan lainnya, dimana aplikasi ini menyediakan layanan tumpangan, selain melayani permintaan lain seperti pembelian makanan, logistik, belanja, dan lainnya.

 

4.    AI (Artificial Intelligence)

AI dan Machine Learning (ML) dapat mengoptimalkan pengembangan aplikasi, dimana dapat mengurangi waktu yang dihabiskan dalam pengembangan aplikasi, dan dapat mengurangi kesalahan yang mungkin diabaikan oleh pemograman manusia.  Contohnya di bidang kesehatan, AI lebih banyak digunakan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas administratif. Selain itu, dalam rantai makanan cepat saji seperti MCDonalds, memanfaatkan data besar dan AI untuk mempersonalisasi menu drive–thru berdasarkan faktor-faktor seperti pelanggan, waktu dan cuaca. Oleh karena itu, jelas bahwa AI dan ML akan terus menjadi pendorong utama perkembangan teknologi pada tahun 2021 dan seterusnya.

 

5.    Augmented dan Virtual Reality (AR dan VR)

Menurut data Statista 2021, pangsa pasar gabungan AR dan VR akan menjadi $160 milliar pada tahun 2023.  Teknologi AR dan VR akan lebih bisa diakses oleh banyak orang. Misalnya dalam dunia manufaktur, 60% sudah memanfaatkan AR dan VR sebagai tenaga tambahan virtual pada lini produksi virtual. Dan dengan pemanfaatan tersebut telah mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, dengan teknologi AR dan VR dalam belanja online juga membantu pengguna dalam menggambarkan tampilan produk secara 3D sehingga pengguna merasa berbelanja lebih nyata. Di tahun 2022, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pekerjaan dari rumah dan bisa melakukan meeting online dengan tampilan yang nyata dengan VR.

Baca Juga: Owned Media, Perbedaannya dengan Paid dan Earned Media

Itulah beberapa tren aplikasi mobile yang sebaiknya Anda antisipasi jika ingin bersaing di pasar. Menarik bukan? Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai topik ini, Anda bisa berkonsultasi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda untuk bisa mengakses seluruh fitur di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.5

6 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Asril

14 December 2022

Mantap ?

Balas

. 0

Fando hari susetyo

12 December 2022

Sipp

Balas

. 0

Kasanan Abidin

12 December 2022

Good Thanks ??

Balas

. 0

Feri Juliansa Putra Rajagukgukguk

10 December 2022

Good

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Nur Anasta Rahmat

Digital Marketing Expert

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS