Informasi Artikel

Dirilis

27 September 2026

Penulis Artikel

Liana Oktavia


Tag

Memulai bisnis bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui franchise. Dengan brand yang sudah dikenal dan sistem yang tersedia, Anda bisa memulai usaha tanpa harus membangun semuanya dari nol. Namun, setiap kategori franchise punya karakter dan tantangan yang berbeda.

Di franchise jasa, bisnis bisa sangat bergantung pada karyawan. Ketika karyawan andalan resign, pelanggan yang sudah terbiasa dilayani juga bisa ikut berpindah. Sementara di franchise makanan, keuntungan bisa terpengaruh oleh banyak hal, seperti food cost, bahan baku yang terbuang, tren yang cepat berubah, hingga biaya platform online.

Memilih franchise bukan hanya soal melihat peluang keuntungan. Anda juga perlu mempertimbangkan cara bisnis tersebut berjalan, risiko yang mungkin muncul, serta kesesuaiannya dengan profil dan kondisi pasar.

 

Perbandingan Franchise Makanan dan Franchise Jasa

Aspek

Franchise Makanan (F&B)

Franchise Jasa

Margin bersih

20-40% (umumnya lebih tinggi)

10-25% (umumnya lebih tipis)

Perputaran modal

Cepat (harian)

Lebih lambat (harian-mingguan)

Risiko utama

Food cost, food waste, tren cepat berubah

Ketergantungan SDM, customer retention

Ketergantungan SDM

Sedang (resep terstandarisasi)

Tinggi (keterampilan karyawan)

Daya tahan brand

Variatif, banyak yang siklusnya pendek

Umumnya lebih tahan lama

Sensitivitas tren

Sangat tinggi

Lebih stabil

Pengaruh lokasi

Sangat krusial

Penting, tetapi lebih fleksibel

 

Risiko Tersembunyi Franchise Makanan

F&B menjadi salah satu kategori franchise yang populer karena modal awalnya relatif terjangkau dan kebutuhan pasarnya tinggi. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan: 

 

1.    Food Cost Bisa Membengkak

Resep dan takaran sudah standar, tetapi biaya bahan baku tetap bisa lebih tinggi dari target. Dalam tiga bulan, food cost bahkan bisa membengkak 5-10%. Ini bisa disebabkan oleh porsi yang tidak konsisten, bahan baku yang terbuang, atau waste yang tidak tercatat.

 

2.    Tren Berubah Cepat

Produk yang ramai hari ini belum tentu tetap diminati beberapa tahun lagi. Misalnya, brand boba yang booming dua tahun lalu kini banyak yang mulai sepi. Jika Anda mencari bisnis yang lebih stabil, brand yang sudah bertahan lebih dari 5 tahun bisa menjadi pertimbangan.

 

3.    Potongan Platform Bisa Mengurangi Keuntungan 

Jika banyak pelanggan datang melalui GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood, Anda perlu memperhitungkan biaya platform sebesar 20-30%. Biaya ini dapat mengurangi keuntungan dari setiap penjualan.

 

4.    Lokasi Sangat Memengaruhi Penjualan 

Lokasi yang berbeda, bahkan hanya berjarak 100 meter, bisa menghasilkan omzet yang berbeda. Selain itu, traffic, visibility, dan akses parkir juga bisa memengaruhi jumlah pelanggan. Jadi, meskipun brand sudah dikenal, Anda tetap perlu memilih lokasi dengan cermat.

 

Risiko Tersembunyi Franchise Jasa

Franchise jasa mungkin terlihat lebih santai dibandingkan F&B. Namun, bisnis ini juga punya risiko yang perlu Anda perhatikan:

 

1.    Bisnis Jasa Bergantung pada Karyawan 

Kualitas layanan sangat bergantung pada keterampilan karyawan. Saat kapster andalan resign, pelanggan bisa ikut pergi. Begitu juga saat teknisi laundry yang teliti pindah dan kualitas layanan menurun. Dalam bisnis jasa, karyawan menjadi bagian penting dari layanan yang ditawarkan.

 

2.    Pelanggan Bisa Loyal pada Orang, Bukan Brand 

Pelanggan salon, barbershop, atau klinik kecantikan bisa lebih loyal pada orang yang melayani. Saat orang tersebut pindah, pelanggan bisa ikut berpindah. Karena itu, bangun loyalitas pelanggan pada brand, bukan hanya pada individu.

 

3.    Investasi Awal Bisa Lebih Besar

Franchise jasa membutuhkan peralatan khusus untuk menjalankan bisnis. Misalnya, laundry membutuhkan mesin cuci dan pengering dengan kapasitas besar. Semakin besar skala usaha, semakin besar modal yang perlu disiapkan.

 

4.    Pelatihan Karyawan Menjadi Biaya Tersembunyi

Karyawan jasa membutuhkan pelatihan agar bisa memberikan layanan sesuai standar. Jika karyawan yang sudah terlatih resign, Anda perlu melatih karyawan baru dari awal. Biaya ini perlu diperhitungkan sebagai bagian dari biaya operasional.

 

Mitos Seputar Franchise


 

1.    ”Franchise makanan pasti laku karena makanan selalu dibutuhkan.”

Realita: orang memang selalu butuh makan, tetapi belum tentu memilih brand Anda. Persaingan F&B yang ketat membuat kualitas produk, harga, lokasi, dan layanan menjadi faktor penting dalam menarik pelanggan.

 

2.    ”Franchise jasa lebih stabil karena pelanggan rutin.”

Realita: pelanggan rutin belum tentu bertahan jika karyawan yang melayani pindah atau brand tidak memiliki sistem untuk menjaga loyalitas pelanggan. Pelanggan bisa beralih ke kompetitor dalam waktu singkat.

 

3.    ”Modal kecil di F&B, untung besar.”

Realita: modal kecil sering berarti booth sederhana di lokasi yang kurang strategis, dengan margin lebih tipis dan persaingan harga yang ketat. Keuntungan tinggi di beberapa hari belum tentu mencerminkan rata-rata keuntungan bulanan.

 

Langkah Selanjutnya

Setelah memahami perbedaan franchise makanan dan jasa, Anda bisa mempelajari lebih lanjut:

  • Cara menghitung BEP dan validasi pasar untuk membandingkan kelayakan finansial kedua jenis franchise. 
  • Realita operasional franchise yang tidak diajarkan franchisor, termasuk pengelolaan SDM dan kebocoran HPP. 
  • Checklist sebelum tanda tangan kontrak dengan pertanyaan spesifik untuk masing-masing kategori.

Untuk melihat peluang franchise, Anda bisa melihat berbagai pilihan melalui fitur Peluang Usaha di Daya.id. Daftarkan diri Anda untuk mengakses berbagai informasi dan pelatihan online yang dapat membantu Anda menentukan pilihan usaha.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Apa Itu STPW dan Kenapa Wajib Dicek Sebelum Investasi Franchise?
Artikel Ahli
Pengembangan Bisnis

Apa Itu STPW dan Kenapa Wajib Dicek Sebelum Investasi Franchise?

20 Agustus 2026

5.0
Perbedaan Franchise, Kemitraan, dan Paket Usaha: Kenali Sebelum Memulai Bisnis
Artikel Ahli
Pengembangan Bisnis

Perbedaan Franchise, Kemitraan, dan Paket Usaha: Kenali Sebelum Memulai Bisnis

18 Agustus 2026

5.0
Cara Memilih Franchise yang Tepat: Panduan Lengkap Sebelum Investasi
Artikel Ahli
Pengembangan Bisnis

Cara Memilih Franchise yang Tepat: Panduan Lengkap Sebelum Investasi

10 Agustus 2026

5.0
Meningkatkan Penjualan melalui AI
Pengembangan Bisnis

Meningkatkan Penjualan melalui AI

07 Agustus 2026

Berikan Pendapat Anda