Anda punya hobi tertentu yang dilakukan di waktu luang?
Setiap orang pasti punya hobi, dari memasak, olahraga, fotografi, menulis, berkebun, dan sebagainya. Meski awalnya hanya sebagai kegiatan pengisi waktu luang, Anda bisa lho menjadikan hobi sebagai profesi dan sumber pendapatan.
Wah, menggeluti hobi sambil mendapat cuan, pasti jadi double menyenangkan dong!
Mengubah hobi menjadi bisnis tidak hanya menguntungkan karena menghasilkan uang, tetapi juga membuat bahagia karena menjalankan sesuatu yang benar-benar Anda sukai. Ada lho, pengusaha sukses Indonesia dan internasional yang terinspirasi memulai bisnis dari hobi.
1. Nadiem Makariem – Gojek
Nadiem hobi menggunakan jasa ojek konvensional sebagai alat transportasi. Seringnya bertukar cerita dengan driver ojek yang ditumpangi, membuatnya mendapat banyak insight yaitu bagaimana agar driver mangkal dan penumpang lebih mudah dapat ojek tanpa susah-susah mencari dan antri. Tercetuslah aplikasi ojek online yang dikenal dengan nama Gojek.
2. Ahmad Zaky – Bukalapak
Bukalapak dirintis oleh Ahmad Zaky berkat hobi mengulik hal-hal yang berbau teknologi, termasuk web. Katanya sih, Ahmad Zaky memang sudah memiliki ketertarikan pada bidang ini sejak bangku sekolah. Bisa dibilang Bukalapak merupakan penanda berkembangnya industri digital di Indonesia.
3. Howard Schultz – Starbucks
Howard Schultz adalah CEO Starbucks yang merupakan pecinta kopi. Awalnya, ia bergabung dengan Starbucks yang saat itu hanya menjual biji kopi dan peralatan kopi. Karena kecintaannya pada kopi, ia mengubah model bisnis Starbucks menjadi tempat pertemuan yang menyajikan kopi berkualitas.

5 Tips Ubah Hobi Jadi Cuan
Nah, sudah kepikiran kira-kira hobi apa yang akan Anda sulap jadi cuan?
Sebelum Anda mulai bisnisnya, simak dulu 5 tips berikut ya!
1. Kenali Potensi Hobi yang Dimiliki
Kenali apakah hobi Anda memiliki nilai jual dan dibutuhkan orang lain. Jika Anda hobi memasak, apakah masakan Anda sering dipuji dan diminta orang lain? Jika hobi fotografi, apakah hasil foto Anda cukup baik dan konsisten?
Cobalah melihat juga dari sudut pandang pasar. Tidak semua hobi harus langsung menjadi bisnis yang besar, yang penting ada potensi untuk dikembangkan.
2. Tentukan Produk atau Jasa yang Akan Dijual
Setelah yakin dengan hobi yang ingin dikembangkan menjadi bisnis, langkah berikutnya adalah menentukan produk atau jasa yang akan ditawarkan. Fokuslah pada satu jenis produk terlebih dahulu agar lebih mudah dikelola. Contohnya, jika hobi Anda menggambar, Anda bisa menjual ilustrasi digital, desain logo, atau cetak poster.
Pastikan produk atau jasa yang ditawarkan memiliki keunikan. Keunikan ini bisa dari rasa, desain, konsep, atau cara penyampaian. Keunikan akan membantu bisnis Anda lebih mudah diingat oleh pelanggan.
3. Lakukan Riset Pasar Sederhana
Tidak harus rumit, Anda bisa memulai dengan mengamati media sosial, marketplace, atau bertanya langsung kepada calon pelanggan. Perhatikan siapa target pasar Anda, berapa harga yang cocok, dan bagaimana pesaing menawarkan produk serupa.
Dengan riset sederhana, Anda bisa mengetahui apakah produk Anda sudah sesuai dengan kebutuhan pasar atau perlu penyesuaian. Ini penting agar bisnis tidak hanya berjalan berdasarkan perasaan, tetapi juga berdasarkan kebutuhan konsumen.
4. Mulai dari Skala Kecil dan Konsisten
Tidak harus langsung memulai bisnis dengan modal besar. Gunakan peralatan yang sudah ada dan manfaatkan platform gratis seperti media sosial untuk promosi. Teruslah belajar dan memperbaiki kualitas produk. Meski penjualan belum besar di awal, pengalaman yang Anda dapatkan akan sangat berharga untuk perkembangan bisnis ke depan.
5. Kelola Keuangan dengan Baik
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam menjalankan bisnis adalah mencampur keuangan pribadi dan bisnis. Catat semua pemasukan dan pengeluaran sekecil apa pun. Dengan catatan keuangan yang rapi, Anda bisa mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan.
6. Bangun Personal Branding
Bisnis dari hobi sangat bergantung pada kepercayaan pelanggan. Ceritakan proses, pengalaman, dan nilai yang Anda bawa melalui produk tersebut agar pelanggan merasa lebih dekat dan percaya. Anda bisa memanfaatkan media sosial untuk membangun personal branding.
Mengembangkan hobi menjadi bisnis yang menguntungkan bukan hal yang mustahil. Dengan perencanaan tepat dan konsistensi, hobi bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus kepuasan pribadi. Yang terpenting, berani memulai dan terus berproses.
Selain itu penting juga untuk menjaga semangat, karena saat hobi berubah menjadi bisnis, biasanya muncul tekanan target dan tanggung jawab. Hal ini bisa membuat hobi jadi terasa tidak menyenangkan jika tidak diatur dengan baik. Selamat mencoba!
Masih ada yang pertanyaan? Diskusikan dengan ahli keuangan kami di kolom Tanya Ahli! Daftarkan juga diri Anda di daya.id untuk mengetahui berbagai tips dan info menarik lainnya.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda