Dirilis

03 Juli 2023

Penulis

Thomas Aquino Herly Marwanto

Manusia sebagai individu cenderung menolak atau sulit untuk melakukan perubahan. Perusahaan sebagai kumpulan individu juga dapat menolak perubahan. Orang-orang menolak perubahan, misalnya tidak ingin mengadopsi teknologi baru, karena mereka merasa sudah tahu, nyaman, dan berpengalaman banyak tentang alat yang selama ini digunakan.  Namun akibat resistensi ini, kebangkrutan  terjadi.  

Hal ini dialami oleh Kodak. Perusahaan penemu film gulung dan fotografi tersebut bangkrut karena lambat berinovasi. Kodak tidak cepat menciptakan produk-produk baru, ia bertahan dan sangat percaya diri dengan kamera sederhananya. Sementara perusahaan kamera lain, berinovasi dengan menciptakan kamera digital.

Sekitar November 2007, Majalah Fortune menampilkan sebuah berita utama di halaman sampulnya berjudul "Siapa Bisa Menghentikan Nokia?" Pada akhirnya, ternyata bisa, dan ada juga perusahaan yang mampu menyaingi Nokia. Awalnya, kapitalisasi pasar Nokia pernah mencapai lebih dari 110 miliar euro atau kurang lebihnya 149,4 miliar dollar AS. Akan tetapi pada September 2013, Nokia akhirnya menjual bisnis perangkat mobile untuk Microsoft hanya senilai 7 miliar dollar AS. 

Kalah bersaing, produsen ponsel ini memang tidak pernah lepas dari gangguan dari produsen ponsel yang lainnya, seperti Apple yang memproduksi ponsel iPhone dan Samsung yang menggempur pasar melalui ponsel seri Galaxy. Dari riset yang dilakukan Apple, ternyata masyarakat menginginkan ponsel tidak hanya digunakan untuk sarana bertelepon. Namun, perlu diintegrasikan dengan perangkat mobile internet. Nokia ternyata tidak melakukan strategi tersebut. Nokia sangat percaya diri dengan produknya, ia tetap lebih memilih menggunakan sistem operasi Windows Phone. Sementara, masyarakat belum menginginkan sistem operasi tersebut dan ternyata sistem ini tidak diterima dengan bagus di pasar. 

Baca juga:  Belajar dari Runtuhnya Bisnis Nyonya Meneer

 

Berubah atau Terpuruk?

Belajar dari sejarah di atas, kini lingkungan usaha semakin kompetitif. UMKM harus terus melakukan  change management atau manajemen perubahan secara konsisten mengikuti perkembangan zaman dalam proses bisnisnya, perkembangan kebutuhan masyarakat bahkan perkembagan teknologi. UMKM harus secara aktif merespon perubahan-perubahan yang terus terjadi, serta melihat peluang dan ancaman yang ada, kemudian memperkuat jaringan dengan melakukan berbagai upaya kerja sama. 

Apabila UMKM tidak tanggap dan tidak mampu bertahan terhadap perubahan yang terjadi, maka secara tidak langsung UMKM tersebut telah mematikan pasarnya sendiri, karena tidak sanggup bersaing dengan kompetitor yang ada maupun memenuhi kebutuhan pasar. Dengan demikian manajemen perubahan adalah penting bagi UMKM.

Mari kita lihat perubahan lingkungan yang terjadi. Disrupsi teknologi melalui kehadiran internet dan smartphone telah membawa perubahan perilaku masyarakat.  Yang biasanya segala hal dilakukan secara offline, kini aktivitas dapat dilakukan secara online, maupun hybrid.  Beragam media sosial, menjadikan masyarakat menggemari aplikasi tersebut, mulai dari sekadar mengunggah aktivitas sehari-hari, hingga promosi barang.

Baca juga:  Teknologi Digital untuk Efisiensi Biaya Operasional

Munculnya e-commerce telah mewarnai dunia bisnis dengan beragam cara penawaran produk dan layanan. Tidak dapat dihindari sebagian masyarakat akhirnya berubah perilakunya dalam berbelanja khususunya belanja media elektronik tersebut. Lingkungan bisnis dan perilaku konsumen banyak mengalami perubahan. Ia memaksa organisasi bisnis berubah. UMKM yang terlambat melakukan perubahan akan kalah bersaing dan terpuruk.

 

Apa itu Manajemen Perubahan?

Bila mengutip pengertian John Kotter, manajemen perubahan adalah pendekatan untuk mengubah individu, tim, dan organisasi, kepada kondisi masa depan yang diinginkan. 

Tujuan manajemen perubahan adalah:

  1. Mempertahankan keberlangsungan hidup dari sebuah UMKM.
  2. Menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam dari lingkungan eksternal maupun internal UMKM
  3. Memperbaiki pola kerja dari berbagai aktivitas dari UMKM

Untuk melakukan manajemen perubahan organsiasi di UMKM, terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan:

 

Tahap 1.  Tahap Identifikasi Perubahan

Dalam tahap ini diharapkan UMKM nantinya dapat mengenali kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan lain,  serta tipe perubahan yang sedang terjadi.

Mulailah dengan mengajukan pertanyaan berikut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik 

  1. Apa yang Anda ubah?
  2. Mengapa perubahan ini terjadi?
  3. Sistem dan proses mana yang mungkin terpengaruh?
  4. Bagaimana ini akan memengaruhi karyawan, pelanggan, dan lainnya?


 

Tahap 2.  Tahap Perencanaan Perubahan

Pada tahapan ini, berbagai perubahan yang akan dan perlu dilakukan, perlu dianalisis dari berbagai sisi. Sekain itu,  pula perlu dipertimbangkan, berbagai faktor pendukung yang dibutuhkan, sehingga perubahan  yang ada dalam UMKM dapat terjadi dengan baik. 

 

Tahap 3. Tahap Implementasi Perubahan

Dalam tahap ini terjadi proses perubahan serta pembekuan dari berbagai aktivitas atau program yang ada atau diharapkan. Harus ada monitoring atas perubahan sedang terjadi dalam UMKM. Mengapa? Karena dalam setiap perubahan pasti akan menimbulkan sebuah permasalahan pula. Monitoring berguna untuk menentukan tindakan apa yang harus dilakukan oleh UMKM, untuk mengatasi permasalahan segera.

 

Tahap 4. Tahap Evaluasi dan Umpan Balik

  1. Tentukan bagaimana berbagai kelompok pelanggan terpengaruh?
  2. Petakan dampak dan ketergantungan teknologi kepada pengguna atau pelanggan.
  3. Tentukan proses yang perlu dimodifikasi dan individu yang mengawasi perubahan

Untuk melakukan evaluasi atas perubahan-perubahan yang terjadi,  diperlukan data, karenanya sangat penting melakukan pengumpulan berbagai data. Hasil evaluasi yang telah dilakukan,  dapat menjadi umpan balik terhadap tahap 1,  sehingga nantinya diharapkan bisa memberi dampak pada perubahan di tahap-tahap selanjutnya.

Dengan demikian, manajemen perubahan adalah hal yang sangat penting bagi UMKM agar ia terus bertahan lama dan terus meraih untung dalam siklus hidupnya.. Sangat penting untuk melibatkan tim untuk menjadikan UMKM  tangguh dan mudah beradaptasi. Satu-satunya hal yang konstan dalam dunia bisnis saat ini adalah perubahan, dan bisnis yang tidak dapat berubah pasti akan gagal. Apabila Anda ingin lebih jauh mendalami teknik-teknik membawa perubahan di UMKM Anda, silakan daftarkan diri Anda dan manfaatkan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban yang lebih mendalam dan jelas.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.9

27 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Rendi Herdianto

07 July 2023

?

Balas

. 0

Dodi irawan

07 July 2023

Keren

Balas

. 0

Kurniawan Romi Sulistyo

07 July 2023

Luar biasa ?

Balas

. 0

Ferri kurniawan

07 July 2023

?

Balas

. 0

Sri Sumarsi

06 July 2023

?

Balas

. 1

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS