Dirilis

17 Oktober 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Kekayaan budaya Indonesia, khususnya dalam busana tradisional, membuka peluang besar untuk menjadikannya komoditi perdagangan penting di negeri ini. Perkembangan bisnis fashion lokal Indonesia tak lepas dari tangan dingin para pengrajin lokal. Rata-rata para desainer dan pemilik bisnis fashion yang menggunakan bahan dan model busana tradisional, menjalin kerja sama dengan para pengrajin lokal.

Rata-rata pengrajin lokal bekerja mandiri dalam skala kecil bahkan individu. Manajemen kerja mereka pun sangat sederhana dan cenderung konvensional. Inilah sebabnya para pengrajin lokal membutuhkan pendampingan dari pengusaha yang skalanya lebih besar dan sudah lebih teratur.

Dalam kerja sama ini sangat disadari bahwa akan muncul berbagai tantangan yang dapat menghambat proses produksi. Inilah tiga cara yang dapat Anda lakukan sebagai pebisnis untuk memberdayakan dan menjalin kerja sama dengan para pengrajin lokal:

1. Selaraskan visi, misi, dan budaya kerja
Sejak awal, bicarakan mendalam mengenai visi dan misi usaha Anda dengan para pengrajin. Sampaikan harapan dan standar yang Anda inginkan. Tetapkan jadwal dan tenggat waktu yang jelas sebagai upaya Anda membentuk sebuah budaya kerja yang disiplin dan berkomitmen. Biasanya, masalah budaya kerja ini menjadi potensi konflik, sehingga perlu Anda cermati sedini mungkin. Kemudian, untuk mempertahankan konsistensi hasil produksi, Anda dapat mengembangkan sistem kerja yang disepakati bersama. Sesuaikan dengan kekuatan sekaligus kelemahan para pengrajin tersebut, sehingga keterlibatan aktif pengrajin membuat mereka pun menjalani kerja sama dengan sungguh-sungguh.

2. Perkaya wawasan dan keterampilan pengrajin
Akses informasi dan kesempatan belajar yang terbatas seringkali membuat para pengrajin ini stagnan. Mereka tidak mengalami perkembangan berarti, sementara dinamika tren fashion terus berputar. Sebagai pengusaha di bidang jasa sekaligus pelaku pendampingan, Anda sebaiknya memberikan kesempatan pengrajin untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan inovasi. Pembelajaran yang dapat Anda sediakan sangat beragam, mulai dari pengetahuan dasar seperti pengenalan bahan dan motif yang sedang diminati pasar, hingga teknik kerja yang efisien dan menambah product value.

3. Dukung dengan teknologi terkini
Dunia digital yang kian merajai bisnis, perlu menjadi bagian penting dalam bisnis Anda. Tak terkecuali dalam kerja sama Anda dengan para pengrajin lokal. Manfaatkan teknologi internet dan media sosial untuk berkomunikasi, memperluas jejaring, dan memberikan akses informasi pembelajaran. Biasanya, bagi para pengrajin yang berusia lanjut, mereka cenderung lebih sulit menerima perubahan ini. Sebagai jalan pintas, Anda dapat memilihkan pendamping atau asisten dari generasi yang lebih muda, sekaligus sebagai penghubung Anda.

Terkadang muncul sebuah dilema dan kecemasan. Para pengrajin yang akhirnya sudah menjadi ahli, dapat saja memutuskan kerja sama dan mencari peluang yang lebih baik. Anda tak perlu risau. Peniru dan pesaing memang dapat muncul dari mana saja dan kapan saja. Namun, kendali tetap di tangan Anda untuk mengatur aliran informasi kepada para pengrajin tersebut.

Pengrajin yang sejahtera akan menjadi sebuah pencapaian bagi bisnis Anda. Majulah terus memberdayakan pengrajin lokal sebaik mungkin!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Rudi haryono

07 November 2021

Mantap

Balas

. 1

M yusuf hutasuhut

07 November 2021

👍

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS