Bayangkan Anda memiliki pesanan yang harus dikirim hari ini, tetapi beberapa karyawan justru tidak masuk kerja karena mengalami gangguan pernapasan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sedang terjadi di beberapa daerah. Situasi seperti ini dapat menjadi tantangan bagi pelaku UMKM yang operasional usahanya masih bergantung pada jumlah tenaga kerja yang terbatas.
Karhutla memang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, gangguan kulit, batuk, hingga masalah pernapasan yang lebih serius. Ketika kondisi ini menyebabkan karyawan harus beristirahat, produktivitas usaha dapat menurun, pelayanan kepada pelanggan melambat, dan target penjualan menjadi lebih sulit dicapai.
Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi pekerja yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan atau berada di area yang terdampak Karhutla
Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar usaha tetap berjalan meskipun sebagian sumber daya manusia (SDM) tidak dapat bekerja secara optimal.
Lalu, langkah apa saja yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk menjaga operasional usaha tetap berjalan saat sebagian karyawan tidak dapat bekerja?
![]()
Mengapa Karhutla Bisa Mengganggu Operasional Usaha?
Sebagian pelaku UMKM menganggap dampak Karhutla hanya berkaitan dengan kesehatan. Padahal, dampaknya juga dapat dirasakan secara langsung dalam operasional bisnis sehari-hari.
Ketika karyawan sakit atau harus mengurangi aktivitas kerja, proses produksi bisa melambat, pelayanan pelanggan menjadi kurang optimal, dan distribusi barang berpotensi mengalami keterlambatan. Dalam kondisi tertentu, pemilik usaha bahkan harus mengambil alih beberapa pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh karyawan.
Karena itu, pelaku usaha perlu memiliki strategi sederhana untuk menjaga keberlangsungan operasional ketika jumlah SDM berkurang sementara waktu. Persiapan yang baik akan membantu usaha tetap berjalan meskipun menghadapi situasi yang tidak terduga.
1. Prioritaskan Aktivitas yang Menghasilkan Pendapatan
Saat tenaga kerja berkurang, fokuskan sumber daya yang tersedia pada aktivitas yang paling berpengaruh terhadap pemasukan usaha.
Jika Anda memiliki usaha kuliner, misalnya, prioritaskan kegiatan produksi, pelayanan pelanggan, dan pengiriman pesanan. Sementara itu, aktivitas yang tidak mendesak seperti penataan arsip, pengembangan produk baru, atau pembaruan administrasi dapat dilakukan setelah kondisi kembali normal.
Langkah ini membantu usaha tetap menghasilkan pendapatan dan menjaga kepuasan pelanggan. Selain itu, kemampuan menentukan prioritas merupakan bagian penting dari manajemen operasional yang efisien.
Baca juga: 5 Tips Mudah Meningkatkan Efisiensi Operasional Usaha
2. Terapkan Sistem Kerja yang Lebih Fleksibel
Dalam situasi darurat, fleksibilitas menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas usaha.
Jika memungkinkan, atur jadwal kerja secara bergantian atau sesuaikan jam operasional sementara. Beberapa pekerjaan seperti administrasi, pencatatan transaksi, pemasaran digital, atau pelayanan pelanggan melalui media sosial dapat dilakukan dari rumah.
Penerapan sistem kerja yang lebih fleksibel tidak hanya membantu operasional tetap berjalan, tetapi juga mengurangi risiko dampak Karhutla bagi karyawan yang rentan mengalami gangguan kesehatan. Imbauan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan juga menjadi salah satu langkah pencegahan yang disarankan oleh otoritas kesehatan.
Baca juga: Pentingnya Cek Kesehatan Usaha Anda dan Cara Melakukannya
3. Lakukan Pelatihan Silang (Cross Training)
Salah satu risiko yang sering terjadi pada UMKM adalah ketergantungan pada satu orang untuk satu pekerjaan tertentu.
Bayangkan jika hanya satu karyawan yang memahami sistem kasir atau proses produksi utama. Ketika karyawan tersebut sakit, pekerjaan bisa langsung terhambat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, lakukan pelatihan silang atau cross training. Berikan kesempatan kepada karyawan untuk mempelajari tugas dasar dari rekan kerja lainnya. Misalnya, staf administrasi dapat memahami proses pelayanan pelanggan, sementara karyawan produksi dapat mempelajari proses pengemasan.
Dengan cara ini, karyawan dapat saling membantu ketika salah satu anggota tim tidak dapat bekerja. Selain meningkatkan ketahanan operasional, pelatihan silang juga membantu mengembangkan kompetensi SDM dalam jangka panjang.
Baca juga: Strategi Efektif Pengelolaan SDM untuk Meningkatkan Kinerja UKM
4. Manfaatkan Teknologi untuk Menjaga Produktivitas
Teknologi dapat menjadi solusi yang efektif ketika jumlah tenaga kerja terbatas.
Saat ini tersedia berbagai aplikasi yang dapat membantu UMKM mengelola usaha secara lebih efisien, mulai dari aplikasi kasir digital, pencatatan keuangan, pengelolaan stok barang, hingga sistem pemesanan online.
Sebagai contoh, aplikasi kasir digital dapat membantu mencatat transaksi dan membuat laporan penjualan secara otomatis. Sementara itu, aplikasi pesan instan bisnis dapat digunakan untuk mengelola komunikasi pelanggan tanpa harus menambah tenaga kerja.
Dengan demikian, karyawan dapat mengalokasikan waktunya untuk aktivitas yang lebih penting, seperti melayani pelanggan atau mengelola produksi. Semakin banyak proses rutin yang terdigitalisasi, semakin mudah pula usaha beradaptasi ketika menghadapi kekurangan SDM sementara.
5. Lindungi Kesehatan Karyawan Sejak Dini
Menjaga kesehatan karyawan merupakan investasi yang tidak kalah penting dibandingkan menjaga operasional usaha.
Pastikan karyawan menggunakan masker saat berada di area terdampak Karhutla. Sediakan air minum yang cukup, fasilitas kebersihan, dan waktu istirahat yang memadai. Jika kualitas udara memburuk, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dampak Karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, iritasi, serta peningkatan kasus ISPA pada masyarakat yang terdampak.
Menjaga kesehatan karyawan tidak hanya membantu mengurangi risiko gangguan operasional, tetapi juga mendukung produktivitas dan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Kesimpulan
Karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja dan kelancaran operasional usaha. Ketika sebagian karyawan sakit, pelaku UMKM perlu segera melakukan penyesuaian agar proses bisnis tetap berjalan.
Mulai dari memprioritaskan aktivitas yang menghasilkan pendapatan, menerapkan sistem kerja fleksibel, melakukan pelatihan silang, memanfaatkan teknologi, hingga menjaga kesehatan karyawan, seluruh langkah tersebut dapat membantu usaha tetap melayani pelanggan meskipun jumlah SDM berkurang.
Situasi darurat seperti Karhutla memang tidak selalu bisa diprediksi. Namun, usaha yang memiliki SOP yang jelas, pembagian tugas yang terstruktur, dan karyawan yang siap saling menggantikan akan lebih mudah menjaga keberlangsungan operasional ketika menghadapi gangguan.
Jangan Biarkan Gangguan Operasional Menghambat Pertumbuhan Usaha
Setiap usaha pasti menghadapi tantangan, termasuk ketika sebagian karyawan tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatan atau situasi darurat akibat Karhutla. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyiapkan strategi agar usaha tetap berjalan dan pelanggan tetap terlayani.
Konsultasikan tantangan usaha Anda melalui fitur Tanya Ahli di DAYA.ID. Dapatkan masukan praktis dari pendamping bisnis yang berpengalaman untuk membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan SDM, operasional, dan pengembangan usaha Anda sehingga bisnis dapat tetap tumbuh dan lebih tangguh menghadapi berbagai situasi.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda