Informasi Artikel

Penulis Artikel

Raafi Putri Ramadhani Salamah

Dalam Islam, hubungan manusia dengan alam merupakan amanah. Manusia dihadirkan sebagai khalifah di bumi, penjaga yang bertugas merawat dan menyeimbangkan. 

Mengutip ayat kitab suci: “...Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” QS. Al-A’raf: 56. Ayat ini menjadi pengingat, bahwa melestarikan alam merupakan sebagian dari ibadah. 

Nah, bicara soal ibadah dan pelestarian bumi, ada hal yang bisa kita pertimbangkan jika kita menjalankan puasa Ramadan: berbuka puasa dengan menu lokal. Kenapa? Karena mengonsumsi menu lokal bukan hanya membantu petani kita sendiri, tapi juga ikut meminimalisir jejak karbon.

 

Dukung Petani Lokal sebagai Bagian dari Ibadah

Memilih menu lokal saat berbuka puasa bukan hanya keputusan konsumsi, tetapi juga sikap keberpihakan yang bernilai ibadah. Karena di balik setiap sayur, buah, dan bahan pangan lokal, ada petani yang bekerja sejak subuh, ada tanah yang dirawat dengan sabar, dan ada ekosistem yang dijaga dengan harapan. 

Maka itu, ketika kita memilih produk lokal, kita sedang menunaikan amanah untuk saling menguatkan dalam kehidupan.

Selain dukungan terhadap petani lokal, tindakan sederhana yang kita lakukan dari dapur itu, sudah ikut mengurangi ketergantungan kepada pangan impor yang memiliki jejak karbon lebih besar. 

Baca Juga: Apa Itu Jejak Karbon? Yuk, Kenali dan Kurangi Bersama

Dengan demikian, setiap pilihan makanan menjadi bentuk ibadah sosial menguatkan sesama manusia sekaligus menjaga ciptaan Tuhan.

 

Praktik Menjaga Bumi Saat Berbuka Puasa

Berikut adalah beberapa tips praktis berbuka puasa agar lebih ramah lingkungan dan bermakna:

 

1.    Rencanakan menu dan porsi dengan bijak

Masak dan beli makanan secukupnya sesuai kebutuhan keluarga untuk menghindari sisa yang terbuang.

 

2.    Utamakan bahan pangan lokal dan musiman

Pilih sayur, buah, dan bahan pokok dari petani atau pasar terdekat agar lebih segar dan rendah emisi.

 

3.    Sederhanakan hidangan berbuka

Tidak perlu banyak jenis menu. Yang penting bergizi, cukup, dan menenangkan.

 

4.    Kurangi kemasan sekali pakai

Gunakan wadah guna ulang saat membeli takjil atau berbagi makanan.

 

5.    Kelola sisa makanan dengan baik

Simpan untuk sahur, olah kembali, atau bagikan kepada yang membutuhkan.

 

6.    Kurangi konsumsi berlebihan

Menahan diri dari berlebih-lebihan adalah bagian dari esensi puasa dan wujud kepedulian pada lingkungan.

Kita bisa memilih untuk beribadah dengan berpihak kepada alam. Salah satunya dengan memilih menu lokal untuk menu berbuka puasa. 

Dengan langkah-langkah sederhana ini, berbuka puasa kita bisa menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ramadan pun hadir sebagai pengingat bahwa setiap pilihan kecil yang kita buat dapat bernilai besar di sisi Tuhan dan bermakna bagi keberlanjutan kehidupan.

Jika Anda tertarik dengan topik ini, silakan daftarkan diri Anda di Daya.id untuk mengakses berbagai tips ramah lingkungan lainnya. Atau jika Anda ingin berdiskusi langsung, manfaatkan fitur Tanya Ahli dan dapatkan masukan dari praktisi berpengalaman.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Hidup Berkelanjutan

Eco-Anxiety, Tren Ramah Lingkungan yang Menyebabkan Kecemasan

09 Agustus 2022

4.9
Hidup Berkelanjutan

Batuk Pilek pada Anak Tidak Perlu Diobati, Betulkah?

17 Oktober 2022

4.8
Hidup Berkelanjutan

Konsumsi Anda, Tanggung Jawab Anda

01 September 2023

5.0
Hidup Berkelanjutan

Berkompromi dengan Sampah

06 November 2017

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS