Informasi Artikel

Penulis Artikel

Iffah Nur Arifah

Sampah organik merupakan jenis sampah yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Contohnya mulai dari sisa makanan, kulit buah, sayur-sayuran yang tidak terpakai, hingga daun dan rumput kering.

Secara umum, sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Ciri utamanya adalah mudah membusuk dan dapat terurai secara alami kembali ke tanah.

Karena sifatnya tersebut, sampah organik sebenarnya sangat berpotensi untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya menjadi pupuk kompos. Pertanyaannya, bagaimana cara mengolah sampah organik agar lebih praktis dan ramah lingkungan?

Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah dengan memanfaatkan lubang biopori.

 

Apa Itu Biopori?

Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Fungsi utamanya adalah sebagai resapan air untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan, sehingga dapat membantu mengurangi genangan dan risiko banjir.

Umumnya, lubang biopori memiliki kedalaman sekitar 80–150 cm dengan diameter antara 10–25 cm. Diameter ini penting diperhatikan. Jika terlalu kecil (kurang dari 10 cm), sampah akan sulit dimasukkan. Sementara itu, kedalaman lubang sebaiknya tidak melebihi muka air tanah agar tidak mengganggu struktur tanah.

Selain sebagai resapan air, biopori juga berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos alami.

 

Sejarah Singkat Biopori

Metode biopori pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Penelitian ini sebenarnya sudah dilakukan sejak beliau menempuh pendidikan S2 di University of Western Australia pada tahun 1992. Pada awalnya, metode ini dikenal dengan istilah mulsa vertikal (vertical mulch).

Tujuan awalnya adalah untuk menyehatkan tanaman dan pohon. Namun, seiring perkembangannya, teknik ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya serap air tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengelola sampah organik rumah tangga secara berkelanjutan.

 

Manfaat Biopori

Penerapan biopori memberikan berbagai manfaat, baik bagi lingkungan maupun kehidupan manusia. Berikut beberapa di antaranya:

 

1. Mencegah Banjir dan Genangan Air

Lubang biopori berfungsi sebagai jalur resapan air hujan langsung ke dalam tanah. Jika saluran air berfungsi mengalirkan air ke tempat lain, maka biopori berperan menyerap air di lokasi tersebut. Kombinasi keduanya dapat membantu mengurangi risiko banjir.

 

2. Mengurangi Sampah Organik

Sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan dan daun, dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang biopori. Hal ini membantu mengurangi volume sampah sekaligus mengajarkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

 

3. Menghasilkan Kompos Alami

Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan terurai secara alami menjadi kompos. Kompos ini dapat menyuburkan tanah dan tanaman di sekitarnya tanpa tambahan pupuk kimia.

 

4. Meningkatkan Cadangan Air Tanah

Semakin banyak lubang biopori yang dibuat, semakin besar pula air hujan yang dapat diserap ke dalam tanah. Dalam jangka panjang, hal ini membantu menjaga cadangan air tanah.

 

5. Membantu Melindungi Lingkungan

Pembusukan sampah organik yang tidak terkelola dengan baik dapat menghasilkan gas metana dan hidrogen sulfida yang berpotensi merusak lingkungan. Dengan mengolahnya melalui biopori, pembentukan gas berbahaya dapat ditekan.

 

Cara Membuat Lubang Biopori

Setelah mengetahui manfaatnya, berikut langkah-langkah membuat lubang biopori di rumah:

 

1.    Tentukan lokasi

Pilih area tanah terbuka, seperti halaman rumah, taman, atau area yang sering tergenang air.

 

2.    Basahi tanah

Siram tanah dengan air agar lebih lunak dan mudah dilubangi.

 

3.    Buat lubang vertikal

Gunakan bor tanah, linggis, atau alat sejenis. Buat lubang sedalam ±1 meter dengan diameter 10–30 cm.

 

4.    Pasang pipa PVC

Masukkan pipa PVC dengan ukuran sesuai diameter lubang agar struktur lubang tetap stabil.

 

5.    Isi dengan sampah organik

Masukkan sampah organik seperti daun, rumput, sisa sayuran, dan kulit buah.

 

6.    Tutup lubang

Tutup pipa menggunakan penutup berlubang atau kawat besi agar tetap aman namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.

 

Cara Panen Kompos dari Biopori

Agar fungsi biopori tetap optimal, lubang perlu dirawat secara berkala.

  • Isi lubang biopori dengan sampah organik setiap ±5 hari hingga penuh.
  • Setelah penuh, biarkan selama sekitar 3 bulan agar sampah terurai menjadi kompos.
  • Setelah tiga bulan, angkat kompos yang sudah terbentuk.
  • Lubang biopori dapat digunakan kembali dengan mengisi sampah organik baru.

Kompos hasil biopori ini sudah siap digunakan untuk memupuk tanaman di rumah.

Baca Juga: Bahaya Pemanasan Global: Ancaman Nyata di Sekitar Kita

Dengan cara yang sederhana dan biaya minim, Anda bisa mengurangi sampah organik, memperbaiki kualitas tanah, sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan.

Mudah dan bermanfaat, bukan? Selamat mencoba membuat kompos dari lubang biopori di rumah Anda.

Baca Juga: Apa Itu Jejak Karbon? Yuk, Kenali dan Kurangi Bersama

Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi di Tanya Ahli. Daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Hidup Berkelanjutan

Cara Mengajarkan Anak Hidup Hemat Listrik Sejak Dini

05 Januari 2026

4.8
Hidup Berkelanjutan

5 tips berhasil berkebun di pot untuk pemula

12 Januari 2023

4.9
Hidup Berkelanjutan

Liburan Jangan Rusak Lingkungan, Ini Tipsnya

03 Oktober 2023

4.9
Hidup Berkelanjutan

Tingkatkan Efektivitas Penggunaan Masker untuk Cegah COVID-19 dengan Cara Berikut

05 Juli 2021

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS