Dirilis

09 Juli 2021

Penulis

dr.Zeth Boroh, Sp.KO


Kematian mendadak saat berolahraga, akhir-akhir ini sering terjadi. Seperti yang menimpa mantan atlet bulutangkis Indonesia peraih emas Olimpiade, Markis Kido. Bahkan sebelumnya beberapa atlet dari cabang olahraga lain dan masyarakat umum juga mengalami hal yang sama. 

 

Mengapa kematian mendadak saat berolahraga ini bisa terjadi?

Kejadian mati mendadak saat berolahraga umumnya disebabkan oleh henti jantung. Ada beberapa kelainan yang bisa menyebabkan hal ini, seperti cardiomyopathies, arrythmias dan anatomical anomalies.
 
Menurut para ahli, hipertensi yang selama ini diderita Markis Kido, merupakan faktor risiko penyebab terjadinya henti jantung. Hipertensi merupakan salah satu pemicu terjadinya cardiomyopathies.

Yang menjadi pertanyaan, jika Anda menderita penyakit hipertensi, apakah itu artinya Anda tidak boleh berolahraga?
 
Pada prinsipnya, setiap orang yang memiliki penyakit hipertensi bisa berolahraga, asalkan kondisi hipertensinya sudah terkontrol dengan pemberian obat-obatan. Anda boleh berolahraga lagi selama tekanan darah history di bawah 180 mmHg.

Tips Berolahraga Aman, Cegah Risiko Henti Jantung

Kejadian kematian mendadak saat berolahraga telah di teliti di beberapa negara, dengan angka kejadian bervariasi antara 1/25.000 sampai 1/200.000 kejadian. Ini merupakan angka yang cukup tinggi. Sayangnya data di Indonesia mengenai kematian mendadak saat berolahraga, belum ada.

Baca juga:  Penyebab dan Cara Mencegah Hipertensi yang Efektif

Nah, untuk mencegah terjadinya risiko terburuk, berikut ini ada beberapa tips yang harus Anda lakukan agar bisa berolahraga dengan aman, tanpa khawatir mendapatkan serangan jantung atau henti jantung:

1. Pastikan sudah melakukan pemeriksaan jantung sekaligus mengetahui jantung aman
2. Tidak memiliki gejala-gejala nyeri dada saat berolahraga. Apabila ada segera konsultasi ke dokter spesialis jantung
3. Lakukan pemeriksaan tambahan misalnya EKG dan Echocardiografi
4. Apabila memiliki riwayat hipertensi lakukan pengecekan tekanan darah secara berkala dan kontrol hipertensi dengan pemberian obat-obatan
5. Pastikan cek tekanan darah sebelum olahraga bisa berolahraga saat tekanan darah sistolika dibawah 180 mmHg
6. Pastikan istirahat yang cukup sebelum berolahraga
7. Usahakan untuk melakukan latihan atau olahraga dengan intensitas sedang, hindari latihan atau olahraga dengan intensitas tinggi
8. Saat berolahraga cek kondisi denyut nadi agar tetap pada angka 60-70% denyut nadi maksimal
9. Berhentilah berolahraga apabila pada saat itu ada gejala pusing, sesak, nyeri dada yang datang tiba-tiba
10. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga agar jantung paru siap mendapatkan beban latihan saat berolahraga


Baca juga: 7 Manfaat Angkat Beban untuk Tubuh yang Wajib Diketahui

Demikian tips yang berhubungan dengan kematian mendadak saat berolahraga semoga bermanfaat untuk menghindari kejadian atau hal-hal yang tidak diinginkan saat berolahraga. Apabila ada hal yang ingin Anda konsultasikan mengenai berolahraga di masa pandemi, manfaatkan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi langsung dengan saya, dokter Spesialis Kedokteran Olahraga. Dan untuk mendapatkan manfaat penuh dari website daya.id, Anda cukup mendaftar sebagai pengguna daya.id.

Salam Olahraga!

Sumber:

Indonesia Sports Medicine Center

Penilaian :

4.8

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS