Dirilis

17 Mei 2022

Penulis

dr.Zeth Boroh, Sp.KO

MMA atau Mixed Martial Arts merupakan suatu olahraga seni beladiri campuran yang diyakini berasal dari Yunani kuno, yang digunakan sebagai olahraga tempur untuk pelatihan beladiri tentara Yunani pada tahun 648 SM. Bahkan sebagai olahraga, MMA juga dipertandingkan pada olimpiade kuno di Yunani. 

Olahraga ini sempat hilang dan muncul kembali pada abad ke-20 di Brazil melalui olahraga tarung yang dikenal sebagai Vale Tudo, oleh Gracie bersaudara yang menggunakan Jujitsu Brazil sebagai olahraga utama. Olahraga ini menarik perhatian masyarakat Amerika utara pada tahun 1990.

MMA dimulai dengan adanya acara Ultimate Fighting Championship (UFC) di Amerika Serikat yang sangat terkenal dan disukai oleh pemirsa di televisi, sehingga olahraga ini dikenal ke seluruh dunia. Sampai sekarang olahraga ini masih kontroversial terhadap keamanannya karena kebrutalan pada saat bertarung sehingga banyak aturan yang diterapkan untuk membuat olahraga ini lebih aman bagi para petarung.

Baca Juga:  Olahraga Khas Indonesia yang Bermanfaat

Pada prinsipnya, MMA merupakan olahraga yang menggabungkan teknik dari tinju, gulat, jujitsu, judo, karate, muaythai, dan beberapa olahraga martial art lainnya. Sebagai olahraga kontak penuh dan kadang-kadang menghasilkan cedera dan pendarahan, muncul pertanyaan apakah olahraga ini aman dilakukan sebagai suatu hobi?

Faktanya, seperti dikutip dari Journal of sport & Medicine, sudah banyak aturan dan regulasi yang dibuat, menyebabkan tingkat cedera keseluruhan dalam kompetisi MMA hampir sama dengan olahraga martial art lainnya, termasuk tinju, yang bahkan tingkat K.O. (Knock Out) MMA lebih rendah dibandingkan olahraga tinju.

Lokasi cedera yang paling sering terjadi pada olahraga MMA adalah pada bagian kepala dan leher, selanjutnya pada bagian ekstremitas (tangan dan kaki). Sedangkan jenis cedera yang paling sering dialami oleh petarung MMA adalah contusion (luka memar), laceration (luka robek) dan jenis cedera trauma kepala serta patah tulang. 

 

Apakah Olahraga Ini Aman Sebagai Hobi?

MMA saat ini adalah olahraga yang paling cepat berkembang di Amerika Serikat. Tetapi ini adalah olahraga yang relatif baru dan masih mengalami beberapa perubahan lebih lanjut pada aturan dan prosedur keselamatannya. 

MMA bukan olahraga martial art yang hanya menyerang menggunakan pukulan kepalan tangan. Olahraga ini juga melakukan aspek bantingan dari gulat dan jiu-jitsu, yang dimana merupakan komponen olahraga yang sangat penting dalam MMA, dan biasanya tidak menyebabkan cedera serius. 

Berdasarkan penurunan jumlah serangan yang menggunakan pukulan kepalan tangan, hal ini menunjukkan penurunan risiko traumatic brain injury (TBI) di kompetisi MMA, jika dibandingkan dengan olahraga martial art lain yang melibatkan pukulan kepalan tangan.

MMA tidak berbahaya seperti yang diperkirakan banyak orang, terkait full-body contact yang ada pada aspek MMA. Karena badan regulasi dan pengawas olahraga telah berusaha keras untuk memastikan keselamatan petarung sebelum, selama, dan setelah setiap pertarungan. 

Sebelum bertanding, Petarung MMA harus lulus ujian pra-pertarungan agar dinyatakan lulus secara medis untuk bertanding. Jika mereka gagal dalam ujian ini, maka mereka tidak diperbolehkan untuk bertarung. 

Regulasi terkait keselamatan ini dilanjutkan dalam evaluasi pasca-pertarungan. Jika para petarung mengalami cedera selama pertarungan, maka mereka diberikan larangan agar mereka tidak mengikuti pertandingan, sparring, atau bahkan pelatihan. 

Langkah-langkah keamanan ini memaksa para petarung untuk mengambil waktu yang diperlukan untuk pulih. Kemudian mereka baru diperbolehkan kembali beraksi setelah diizinkan oleh dokter.

Baca Juga: Aktivitas Fisik yang Anda Butuhkan

MMA dalam tingkat kompetisi baik professional maupun amatir menghasilkan cedera yang cukup tinggi. Akan tetapi jika MMA dilakukan hanya sebagai hobi tanpa adanya kontak langsung dengan lawan, seperti menggunakan sandbag atau foam target, akan memberikan hasil cedera yang lebih sedikit dan ringan. Sehingga dapat dikatakan tingkat keamanan olahraga MMA cukup aman untuk dijadikan sebagai olahraga rekreasi dan hobi, serta tingkat keamanannya tidak berbeda jauh dengan olahraga martial art lainnya. 

Adapun beberapa manfaat yang di dapat apabila menekuni MMA sebagai hobi, diantaranya adalah 

 

1.    Olahraga yang dapat dinikmati

Hal terpenting di dalam hobi apapun adalah menikmati hobi itu. Seni bela diri MMA apabila dinikmati itu akan memberikan kebahagiaan tersendiri.

 

2.    Membentuk badan dan menurunkan berat badan 

Seni bela diri MMA tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuat badan bugar di saat yang sama. Satu jam memukul, menendang samsak, atau berguling-guling di atas matras, akan membakar ratusan kalori, meningkatkan metabolisme tubuh, terjadi kontraksi otot yang akan membantu membentuk tubuh, menurunkan berat badan, mengencangkan otot, dan membuat badan lebih sehat.

 

3.    Meningkatkan kepercayaan diri 

Demi memiliki keterampilan baru, pola pikir pejuang, menjadi lebih sehat, dan membentuk tubuh menjadi bagus, seni bela diri akan memberikan rantai efek positif dalam hidup. Merasa lebih sehat dengan endorfin meningkat akan  membuat penggemar MMA akan lebih bahagia dan akan lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.

 

4.    Memiliki keterampilan seni bela diri akan merasa lebih aman 

Seni bela diri MMA sangat bagus untuk ketahanan diri atau melindungi diri sendiri, dan dapat diterapkan apabila terpaksa melakukannya di kehidupan sehari-hari.

 

5.    Meningkatkan tingkat kebugaran 

Seni bela diri juga dapat digunakan sebagai olahraga yang dapat meningkatkan kebugaran seseorang, seperti kekuatan dan daya tahan otot, kebugaran jantung dan paru-paru, meningkatkan fleksibilitas, serta memperbaiki keseimbangan, dimana keseimbangan ini sangat penting pada saat menjelang usia lanjut.

 

6.    Mendapatkan ketenangan

Ada sesuatu yang kontra-intuitif tentang martial art, dimana olahraga ini sering dideskripsikan dapat membuat seseorang menjadi agresif. Namun malah sebaliknya. Martial art mempromosikan kerendahan hati dan rasa hormat terhadap orang lain. Agresi merupakan indikasi rasa tidak aman. Dengan mendalami martial art, maka rasa aman tersebut akan didapatkan dan memungkinkan Anda untuk menyelesaikan konflik batin. 

Pada prinsipnya olahraga MMA akan menghasilkan cedera, jika Anda yang menekuni olahraga ini secara profesional dalam bentuk bertarung (fighting). namun olahraga MMA cukup aman dilakukan apabila ditekuni sebagai olahraga hobi dan rekreasi. 

Apapun itu, tetaplah berhati-hati dalam menekuni olahraga ini, usahakan untuk mendapatkan pelatihan dari ahlinya agar Anda terhindar dari cedera. Selamat mencoba ya!

Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut mengenai aktivitas sehat  lainnya, segera login ke daya.id dan konsultasikan melalui fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan juga untuk mendaftar ke daya.id dan dapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis. Tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan diri Anda sekarang juga untuk mengetahui informasi dan tips bermanfaat dan menarik lainnya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

5 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS