Dirilis

08 September 2022

Penulis

Mirna Risnasuci

Saat ini banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelebihan berat badan atau obesitas, misalnya dengan melakukan olahraga, diet, mengatur pola makan, bahkan sampai melakukan operasi. Seperti operasi yang dilakukan penyanyi Melly Goeslaw, dimana dia melakukan operasi bariatrik untuk menurunkan berat badannya, sehingga terlihat lebih kurus dan langsing. 

Lalu apa sih operasi bariatrik ini? Apakah aman dilakukan untuk mengatasi obesitas? 

Di dunia kedokteran, operasi bariatrik merupakan operasi bedah bariatrik untuk menurunkan berat badan dan menghindari risiko komplikasi penyakit yang disebabkan oleh obesitas. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasannya dibawah ini, yang diambil dari beragam sumber.

Baca Juga: Walau Ingin Langsing, Sebaiknya Jangan Hindari Karbohidrat

 

Pengertian Operasi Bariatrik

Operasi bariatrik merupakan operasi yang dapat membantu Anda dalam hal pemangkasan lemak dalam tubuh. Tindakan medis ini ditujukan untuk mengatasi obesitas atau kelebihan berat badan yang di alami seseorang. Pada prakteknya, operasi ini dianjurkan bagi penderita obesitas yang sudah melakukan diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan, namun sulit berhasil. 

Operasi bariatik juga dapat dilakukan untuk Anda yang memiliki masalah kesehatan yang cukup serisu karena berat badan Anda. Operasi bariatrik bertujuan untuk mengatasi obesitas dengan cara mengurangi asupan makanan dengan teknik mengubah anatomi pada lambung sehingga terjadi perubahan pada sistem pencernaan Anda. Selain itu, operasi bariatrik juga dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan terkait berat badan yang berpotensi mengancam jiwa, termasuk:

  • Penyakit jantung dan stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit hati berlemak nonalkohol (NAFLD) atau steatohepatitis nonalkohol (NASH)
  • Apnea tidur
  • Diabetes tipe 2
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Osteoarthritis (nyeri sendi)


Operasi bariatrik dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari, yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.

 

Jenis-jenis Operasi Bariatrik

Ada beberapa jenis operasi bariatrik yang perlu Anda ketahui, seperti berikut:

 

1.    Bypass lambung Roux-en-Y (roo-en-wy)

Prosedur medis ini merupakan metode bypass lambung yang paling umum dan biasanya tidak reversibel. Tindakan medis ini  bekerja dengan cara mengurangi jumlah makanan yang dapat Anda makan sekaligus dan mengurangi penyerapan nutrisi. Biasanya, perut Anda dapat menampung sekitar 3 liter makanan. Dalam prosedur ini, dokter bedah akan memotong bagian atas perut Anda kemudin menutupnya dari sisa perut Anda. Kantong yang dihasilkan seukuran kenari dan hanya mampu menampung sekitar satu ons makanan.

Selanjutnya, ahli bedah akan memotong usus kecil dan menjahit sebagiannya langsung ke kantong. Tujuan operasi bypass lambung ini adalah mempercepat rasa kenyang, mengurangi porsi makan, dan mengurangi penyerapan kalori pada makanan yang dikonsumsi.

 

2.    Sleeve gastrectomy

Berbeda dengan operasi bypass lambung, prosedur medis ini dilakukan dengan mangangkat 80% perut dan meninggalkan kantong panjang seperti tabung. Dengan ukuran perut yang lebih kecil, akan menghasilan hormon ghrelin yang nantinya akan mengatur nafsu makan Anda sehingga dapat mengurangi keinginan Anda untuk makan.

Keuntungan dari prosedur medis ini adalah penurunan berat badan yang signifikan serta tidak mengubah rute usus. Sleeve gastrectomy juga tidak membutuhkan waktu rawat inap yang lama dibandingkan prosedur medis lainnya

 

3.    Adjustable gastric banding (AGB)

Adjustable gastric banding (AGB) dilakukan dengan menggunakan pita untuk mengikat bagian atas lambung. Prosedur ini dilakukan untuk membentuk kantong kecil dengan lubang sempit pada perut bagian bawah. Pita ini akan mendukung makanan yang disimpan di dalam kantong bagian atas dengan jangka waktu yang lebih lama. Setelahnya, makanan akan menuju bagian bawah perut dan sistem pencernaan akan berjalan normal. Nah, dengan prosedur ini Anda tidak perlu makan banyak untuk merasa kenyang.

 

4.    Biliopancreatic diversion with duodenal switch

Operasi ini terdiri dari dua bagian dimana langkah pertama melibatkan prosedur yang melibatkan Adjustable gastric banding (AGB), sedangkan operasi kedua dilakukan dengan menghubungkan bagian ujung usus ke duidenum dekat lambung dan melewati sebagian usus.

Operasi ini ditujukan untuk membatasi seberapa banyak Anda mengonsumsi makanan dan mengurangi penyerapan usus. Operasi ini memang dinilai sangat efektif namun memiliki risiko yang lebih besar, termasuk risiko kekurangan gizi dan vitamin.

Baca Juga:  Akibat Salah Diet, Konsentrasi Kerja Terganggu. Ini Penyebabnya

 

Persiapan Untuk Operasi Baritrik? 

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum menjelaskan prosedur medis ini. Anda perlu menjalani beragam tes laboratorium dan pemeriksaan pra operasi. Anda akan diminta untuk memulai program aktivitas fisik, membatasi makanan, minuman dan obat yang Anda konsumsi.  Tidak menutup kemungkinan bahwa dokter juga akan meminta Anda untuk menjalani diet tertentu dan memeriksa jumlah vitamin dalam tubuh. Jika tubuh Anda kekurangan salah satu jenis vitamin, mungkin Anda akan diminta untuk menjalani diet khusus untuk meningkatkan kadar vitamin yang dimaksud.

Meskipun operasi bariatrik efektif untuk mengatasi obesitas, tidak semua pasien yang mengalami obesitas diperbolehkan menjalani operasi bariatrik. Adapun syarat yang harus dipenuhi bagi pasien untuk dapat melakukan operasi ini adalah sebagai berikut.

  • Memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) lebih dari 35 dengan penyakit penyerta
  • Memiliki kondisi dengan dua atau lebih penyakit kronis
  • Tidak dalam kondisi sedang hamil
  • Berat badan tidak mengalami penurunan walaupu  telah melakukan diet dan olahraga
  • Tidak sedang mengonsumsi obat yang dapat menghambat dilakukannya operasi bariatrik 


 

Risiko Melakukan Operasi Bariatrik

Prosedur medis dalam rangka menurunkan berat badan dapat menimbulkan risiko komplikasi, bahkan diantaranya bisa saja menjadi risiko yang serius. Hal ini termasuk sisa lipatan kulit berlebih sehingga Anda membutuhkan proses bedah lebih lanjut untuk menghilangkan sisa lipatan kulit tersebut. Kekurangan vitamin dan mineral dari diet yang dilakukan sebelum operasi sehingga Anda mungkin. Munculnya batu empedu, pembekuan darah di kaki (deep vein thrombosis) atau paru-paru (pulmonary embolism), lepasnya pita lambung, tersumbat atau penyempitan usus, dan kebocoran makanan dari sambungan antara lambung dan usus kecil. 

Untuk pasien yang sudah menjalani operasi bariatrik disarankan untuk mengikuti diet sesuai anjuran ahli gizi dan berolahraga secara teratur. Perubahan gaya hidup pasca operasi diperlukan agar terhindar dari komplikasi dan kenaikan berat badan kembali.

Tentunya setiap jenis operasi, termasuk operasi bariatrik memiliki pro dan kontra. Pastikan untuk berbicara dan berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk melakukan operasi ini ya! Semoga bermanfaat.

Jika Anda punya pertanyaan lain atau ingin lebih banyak mengetahui informasi lain seputar hidup sehat lainnya, segera login ke daya.id dan dapatkan langsung informasinya. Anda juga dapat menggunakan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi dengan ahli kami dan mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda mendaftar daya.id dan dapatkan informasi bermanfaat lainnya mengenai kesehatan secara gratis!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS