Dirilis

31 Juli 2021

Penulis

Mirna Risnasuci

Penilaian kinerja karyawan atau employee performance appraisal merupakan suatu sarana untuk mengevaluasi kinerja karyawan secara sistematis. 

Tujuan penilaian kinerja karyawan tidak hanya untuk mengukur dan mengevaluasi kemampuan dan pencapaian seorang karyawan, namun penilaian kerja ini dapat digunakan sebagai tolak ukur, apakah kebijakan yang dilakukan perusahaan sudah berhasil dan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi suatu perusahaan.  

Penilaian kinerja karyawan juga bermanfaat untuk menjadi landasan kenaikan gaji, promosi atau bonus atas performa karyawan. 

Penilaian kinerja karyawan yang dilakukan secara profesional dapat memotivasi karyawan untuk lebih produktif dan berkontribusi serta meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan




Baca juga: Kenali Metode-Metode Evaluasi Kinerja untuk Kemajuan Usaha



Dikutip dari jurnalmanajemen.com, Mathis dan Jackson mengatakan, “Penilaian kinerja adalah proses evaluasi terhadap karyawan dalam melakukan pekerjaan yang dibandingkan dengan standar yang dilanjutkan dengan memberi informasi tersebut pada karyawan”. 

Mengacu pada pernyataan tersebut, penilaian kinerja menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja perusahaan. 

Terdapat berbagai macam metode untuk melakukan penilaian kinerja karyawan, namun tidak semua metode itu dapat cocok dan efektif untuk perusahaan, dikarenakan adanya perbedaaan karakteristik dan demografi masing-masing perusahaan. 

Salah satu metode yang efektif dan dapat digunakan adalah metode 360 degrees feedback

Apakah yang dimaksud dengan metode 360 degrees feedback? Dikutip dari berbagai sumber, 360 degrees feedback merupakan metode pengumpulan data kinerja secara sistematis dan melibatkan umpan balik secara individu ataupun kelompok, yang berasal dari berbagai pihak yang berkepentingan dalam komponen kinerja tersebut sehingga menghasilkan penilaian yang efektif dan komprehensif. 

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan tersebut adalah atasan, rekan kerja, supervisor karyawan, bawahan, kolega, serta pelanggan. 

Dalam berbagai studi, 360 degrees feedback lebih berfokus pada bagaimana seseorang bekerja dan berperilaku sehingga metode ini dinilai sangat efektif untuk membantu meningkat kemampuan kepemimpinan, kerjasama serta komunikasi yang efektif.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penggunaan metode 360 degrees feedback dalam mengukur kinerja karyawan disebuah perusahaan, yang dilansir dari berbagai macam sumber informasi.

 

1.    Memperbaiki Hubungan dengan Tim

 

Dalam prakteknya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, metode 360 degrees feedback tidak hanya melibatkan satu individu saja, melainkan pihak lain yang berkepentingan seperti atasan (supervisor), rekan kerja setim, dan bawahan. 
Penilaian dari berbagai pihak tersebut akan membantu meningkatkan dan memperbaiki komunikasi dan kepercayaan antar sesama anggota tim, karena adanya proses saling menilai antara atasan, bawahan dan rekan kerja.  
Keterlibatan rekan kerja atau atasan dalam hal penilaian kinerja akan membuat karyawan merasa dihargai, memiliki tanggung jawab terhadap rekan sesama tim, dan memiliki peran yang penting dalam tim tersebut.

 

2. Meningkatkan Kesadaran akan Perkembangan Diri Sendiri

Dalam berbagai studi, metode 360 degrees feedback lebih berfokus pada bagaimana seseorang bekerja dan berperilaku, sehingga metode ini dinilai untuk membantu meningkatkan kesadaran karyawan untuk lebih memahami kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) masing-masing. 
Metode ini membantu karyawan untuk memahami diri mereka sendiri melalui berbagai masukan dari perspektif yang berbeda. Dengan begitu karyawan dapat melakukan perbandingan penilaian antara diri sendiri dan orang lain yang pada akhirnya akan membantu karyawan dalam mengembangkan kapasitas dan kemampuan dirinya untuk berkontribusi di organisasi/perusahaan. 



 

Baca juga: Cara Ampuh Meningkatkan Produktivitas Kerja di Kantor

 

3. Membantu Meningkatkan Kinerja Perusahaan dan  Karyawan sebagai Individu Profesional 

Menyambung dari pemaparan di poin sebelumnya, metode ini dapat membantu karyawan dan perusahaan untuk lebih mengetahui pelatihan-pelatihan apa saja yang cocok dengan perkembangan karir dan keterampilan mereka, agar sejalan dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. 
Dengan pelatihan yang tepat maka kualitas karyawan secara profesional akan menjadi lebih baik. Hal ini akan membantu mereka dalam hal peningkatan karir dan mampu meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Kondisi ini pula yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

 

4. Meningkatkan Transparansi dalam Organisasi

Metode ini memberikan kesempatan antara setiap karyawan, baik antara karyawan dengan atasan maupun antar sesama rekan kerja, untuk saling terbuka dalam memberikan umpan balik dan masukan terhadap kinerja karyawan. 
Transparansi dan keterbukaan dapat meningkatkan komunikasi yang efektif antara sesama rekan kerja, salah satunya dengan cara memberikan masukan/pendapat tanpa rasa takut ataupun khawatir.

Jika Anda ingin bertanya lebih jauh kepada ahli mengenai tips tentang karir ataupun topik lainnya seperti usaha ataupun kesehatan, Anda dapat menggunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda mendaftar daya.id dan dapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis. Tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan diri anda sekarang juga untuk mengetahui informasi dan tips bermanfaat lainnya.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Wisnuwardhani, M.Psi.

Psikolog

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS