Dirilis

12 Mei 2022

Penulis

Dini Fitriani Nugraha

Saat ini bakteri salmonella sedang ramai dibicarakan termasuk di ranah media sosial, karena Food Standard Agency (FSA) Inggris menerbitkan peringatan terkait penarikan produk cokelat Kinder dari pasaran. 

Cokelat Kinder atau umum dikenal dengan Kinder Joy adalah sebuah cemilan yang memiliki kemasan berbentuk telur plastik dan terbagi menjadi dua bagian, setengah bagian berisi lapisan krim cokelat dan susu serta separuh bagian lainnya berisi mainan. Biasa dikonsumsi anak-anak dan sering dijual di supermarket atau toko retail seperti alfamart, indomart, dan lain sebagainya. Merk tersebut ditarik dari pasaran karena diduga terkontaminasi bakteri salmonella yang menyebabkan keracunan pada sejumlah anak. 

Di Indonesia sendiri, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) telah menahan produk Kinder serta menghentikan sementara peredarannya sejak 11 April 2022 sampai semua produk dipastikan tidak mengandung cemaran bakteri salmonella.

 

Apa itu Salmonella?

Salmonella merupakan salah satu jenis bakteri penyebab penyakit yang berhubungan dengan makanan. Bakteri ini hidup di banyak usus hewan ternak. Anda dapat terinfeksi saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan feses hewan yang mengandung bakteri salmonella khususnya makanan mentah.

Saat Anda terinfeksi bakteri salmonella, Anda tidak akan langsung merasakan sakit. Rasa sakit serta tanda dan gejala akan muncul 2-7 hari setelah Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Anda dapat menderita gastroenteritis atau peradangan pada dinding saluran cerna. Adapun tanda dan gejala yang dapat Anda alami adalah mual, muntah, diare, kram perut, demam, panas dingin, sakit kepala, dan darah di feses.

Yuk simak ulasan berikut ini agar Anda dan keluarga dapat terhindar dari bahaya bakteri salmonella pada makanan!

Baca Juga : 5 Tips Pelanggan Anda Terbebas dari Foodborne Disease 

 

Tips Agar Terhindar dari Bahaya Salmonella pada Makanan

Infeksi salmonella dapat dicegah melalui teknik penanganan makanan yang tepat, menyimpan makanan di lemari es dan freezer pada suhu yang benar, dan memasak makanan dengan suhu internal yang benar. Mempraktikkan kebersihan tangan yang baik dan menjaga kebersihan peralatan dapur Anda juga dapat membantu. 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan sebelum mengolah dan mengonsumsi makanan agar Anda dapat terhindar dari bahaya salmonella.

 

1. Saat Membersihkan 

  • Cuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan dan sebelum makan.
  • Cuci peralatan makan, talenan, dan meja Anda dengan air sabun yang panas.
  • Lebih baik menggunakan handuk kertas sekali pakai untuk membersihkan permukaan dapur dibandingkan dengan spons atau handuk kain. Jika Anda menggunakan handuk kain, handuk tersebut harus dicuci dengan air panas di mesin cuci setelah digunakan.
  • Cuci bersih produk sebelum dikonsumsi seperti cuci buah dan sayuran di bawah air mengalir.
  • Kupas dan buang bagian luar sayuran atau kulit buah.
  • Jika Anda ingin mengonsumsi makanan dengan kulitnya, gosok hingga bersih.


 

2. Saat Memisahkan 

  • Saat berbelanja, pisahkan daging mentah, unggas, dan makanan laut dari barang-barang lainnya. Simpan secara terpisah di lemari es.
  • Setelah kontak dengan daging mentah atau unggas, segera cuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh permukaan kerja dapur, peralatan makan dan peralatan masak. 
  • Membedakan talenan atau peralatan masak lain untuk makanan mentah dan makanan matang.
  • Jangan memasak sambil menangani bayi (misalnya memberi makan dan mengganti popok) pada saat yang bersamaan.


 

3. Saat Memasak

  • Masak daging unggas, daging mentah, dan telur secara menyeluruh sebelum dimakan. Jangan makan atau minum makanan yang mengandung telur mentah atau susu mentah yang tidak dipasteurisasi. Gunakan telur yang dipasteurisasi saat membuat makanan yang tidak perlu dimasak, seperti saus hollandaise, saus salad, pai mentah, atau es krim buatan sendiri.
  • Jika Anda disajikan daging, unggas, atau telur yang kurang matang di restoran, jangan ragu meminta pelayan untuk mengirimkannya kembali ke dapur untuk dimasak lebih lanjut. Daging unggas dan daging sapi, termasuk hamburger, harus dimasak dengan baik, bukan merah muda di tengahnya.


 

4. Saat Menyimpan Makanan di Pendingin/Chiller

  • Jaga lemari es tetap bersh dan dingin (40°F atau lebih rendah untuk lemari es).
  • Tutup dan dinginkan produk yang telah Anda potong.
  • Baca dan ikuti petunjuk label, seperti "Simpan di Pendingin" atau "Gunakan Sebelum (tanggal tertentu).”
  • Simpan salad buah yang sudah disiapkan atau potongan produk lainnya di lemari es sampai sesaat sebelum disajikan. Buang produk yang dipotong jika sudah keluar dari lemari es selama lebih dari empat jam.


 

5. Saat Mendinginkan/Mencairkan Makanan

  • Pencairan lemari es: Pastikan untuk membungkus makanan yang sedang dicairkan di dalam lemari es agar tidak mencemari makanan lain. Makanan seperti kalkun utuh membutuhkan banyak waktu untuk mencair. Disarankan agar Anda membiarkan 24 jam pencairan untuk setiap lima pon.
  • Pencairan air dingin: Metode ini mengharuskan barang beku dimasukkan ke dalam wadah anti bocor, seperti kantong plastik, dan merendamnya dalam mangkuk besar berisi air dingin. Kosongkan dan isi ulang mangkuk dengan air dingin setiap 30 menit.
  • Pencairan microwave: Makanan yang dicairkan dalam microwave harus segera dimasak.
  • Memasak dengan makanan beku: Ingatlah bahwa memasak dari makanan beku akan memakan waktu sekitar 50% lebih lama daripada memasak makanan yang dicairkan, tetapi ini adalah metode yang aman jika Anda lupa mencairkan makanan Anda.


Baca Juga : Benarkah Penggunaan Microwave Bisa Membuang Zat Gizi Makanan? 

 

6. Hal Lainnya yang Perlu Diperhatikan

  • ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan paling aman untuk bayi. Menyusui dapat mencegah bayi terkena cemaran salmonella dan banyak masalah kesehatan lainnya. Cuci tangan Anda sebelum menyusui anak Anda.
  • Jangan minum air yang tidak diolah karena dapat terkontaminasi oleh kotoran hewan. Minumlah air yang sudah matang dengan cara merebus air sebelum dikonsumsi.
  • Menggunakan es yang terbuat dari air bersih.
  • Hindari memandikan reptil atau hewan peliharaan di tempat Anda mandi atau tempat Anda menyiapkan makanan.
  • Jika Anda mengadakan prasmanan, ingatlah bahwa makanan yang disimpan lebih rendah dari 140 F selama lebih dari dua jam berisiko tinggi tercemar salmonella.
  • Jangan pernah meninggalkan makanan yang mudah rusak selama lebih dari dua jam atau satu jam jika suhu di luar lebih panas dari 90°C.
  • Hindari menelan air danau atau kolam saat berenang.
  • Siapa pun yang menderita penyakit diare harus menghindari berenang di kolam atau danau umum, mandi bersama dengan orang lain, dan menyiapkan makanan untuk orang lain.
  • Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain jika Anda muntah atau diare. 


Kunci agar terhindar dari bahaya salmonella adalah menerapkan perilaku hidup bersih, rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir serta pahami aturan pengolahan makanan seperti memisahkan makanan mentah dengan yang matang, suhu penyimpanan dan suhu memasak bahan makanan yang baik serta hindari mengonsumsi makanan mentah.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai tips menghindari bahaya salmonella pada makanan atau tips kesehatan lainnya. Segera log in ke daya.id dan manfaatkan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Fitri Hudayani, SST, SGz, MKM

Ahli Gizi (Dietisien)

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS