Dirilis

26 Januari 2023

Penulis

dr. Sanny Yanisyah

Saat ini muncul pemberitaan terkait penyakit amoeba pemakan otak yang menyerang manusia. Kasus ini pertama kali dilaporkan di Korea Selatan di akhir tahun 2022, dimana seorang pria meninggal akibat penyakit ini. Pria tersebut pada awalnya mengeluhkan gejala sakit kepala disertai demam, muntah, dan leher kaku. Pria tersebut akhirnya meninggal setelah dirawat selama 10 hari di rumah sakit. Hasil tes genetik yang dilakukan oleh Badan Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea (KDCA) ditemukan organisme Naegleria Fowleri yang menjadi penyebab penyakit yang diderita pria tersebut.

Naegleria fowleri atau Amoeba pemakan otak adalah organisme bersel satu yang biasanya ditemukan hidup secara bebas di perairan air tawar, seperti sungai, danau, dan sumber mata air panas. Selain itu organisme ini juga dapat ditemukan di dalam tanah. Naegleria fowleri berukuran sangat kecil dan hanya dapat terlihat melalui mikroskop. Tempat tinggal yang paling disukai oleh organisme ini adalah pada iklim dengan suhu tinggi hingga mencapai 46 derajat celcius. 

Hasil studi lain memapakarkan bahwa amoeba pemakan otak tertarik pada suatu bahan kimia yang digunakan oleh sel neuron saraf untuk berkomunikasi satu sama lain. Amoeba masuk ke tubuh manusia melalui hidung, lalu berjalan melalui saraf olfaktori (penciuman) menuju ke lobus depan otak.

Amoeba dapat menginfeksi otak dan selaput otak pada apabila sudah masuk melalui sistem saraf manusia. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis meningoensefalitis amoeba primer. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi amoeba pemakan otak tergolong jarang, tapi hal ini bisa saja terjadi karena beberapa kasus mungkin tidak dilaporkan sebelumnya. Peneliti dari Centers for Disesase Control and Prevention (CDC) melaporkan temuan bahwa banyak orang yang memiliki antibodi terhadap Amoeba di Amerika Serikat. 

Hal ini menandakan bahwa kemungkinan paparan amoeba jauh lebih tinggi daripada yang yang telah dilaporkan sebelumnya. Keluhan dapat timbul sekitar dua sampai 15 hari setelah amoeba pemakan otak masuk ke tubuh manusia melalui hidung. Gejala - gejala awal infeksi amoeba pemakan otak seperti demam, sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala yang dikeluhkan akan semakin berat seiring meluasnya penyebaran infeksi dari Amoeba tersebut. Gejala-gejala berat yang dapat timbul antara lain:

  • Leher menjadi kaku
  • Gangguan fokus dan konsentrasi
  • Gangguan keseimbangan
  • Penurunan kesadaran
  • Timbul halusinasi
  • Kejang


Baca Juga: 5 Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan Otak

Penyakit akan terus berkembang dengan sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian sekitar satu minggu kemudian. Hanya sedikit pasien yang berhasil selemat dari infeksi Amoeba pemakan otak.

Berikut sejumlah jalur penyebaran Naegleria fowleri atau amoeba pemakan otak yang perlu diwaspadai:

 

Air Tawar

Seseorang memiliki resiko terinfeksi oleh Naegleria fowleri  saat sedang berenang di danau, sungai, sumber mata air panas. Hal ini disebabkan karena organisme inisangat menyukai lingkungan air tawar yang hangat.

 

Kolam renang

Naegleria fowleri  sensitif terhadap bahan disinfektan seperti klorin. Namun apabila kadar klorin rendah, Naegleria fowleri dapat hidup dan berkembang di dalam kolam renang. Hal ini tentu berisiko menjadi sumber penularan infeksi pada manusia.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksan kepada pasien. Gejala yang timbul dapat menyerupai dengan penyakit infeksi lain pada otak, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti pengambilan sampel cairan dari otak dan sumsum tulang belakang. Cairan tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan Naegleria fowleri. Pemeriksaan penunjang lain yang biasanya digunakan dokter pada kasus ini adalah tes pencitraan radiologi seperti CT Scan dan MRI. 

Baca Juga: Hati-hati! 6 Kebiasaan yang Merusak Otak

Dengan melakukan tes pencitraan tersebut dapat memperoleh gambaran jaringan otak pasien secara detail dan melihat perluasan penyakit. Pengobatan pada penyakit ini masih sebatas penelitian dan uji klinis. Hal ini disebabkan karena kasus Amoeba pemakan otak tergolong baru dan masih jarang dilaporkan sebelumnya. Penelitian telah melaporkan efektivitias penggunaan obat anti jamur jenis amfoterisin B untuk mengatasi penyakit yang disebabkan Amoeba pemakan otak. 

Saat ini trial penggunaan Miltefosine juga terbukti dapat membunuh amoeba parasit seperti Naegleria fowleri. Obat-obat tambahan lain yang dapat dapat diberikan untuk mengatasi Amoeba pemakan otak seperti flukonazol, azitromisin, dan rifampisin. Pencegahan untuk menghindari infeksi Naegleria fowleri dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti :

  1. Menggunakan penjepit atau penutup hidung saat berenang di air tawar untuk mencegah air tawar tidak masuk ke dalam hidung.
  2. Hindari berenang di sungai, danau, atau tempat aliran air tawar lain saat cuaca hangat.
  3. Tidak minum air yang berasal dari selang luar ruangan karena bisa saja sudah terkontaminasi oleh organisme, seperti Amoeba pemakan otak.


Itulah hal-hal yang perlu diketahui terkait amoeba pemakan otak. Jika Anda memiliki gejala yang sama, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait informasi hidup sehat atau ingin berkonsultasi mengenai masalah kesehatan lainnya? Segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi dan mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.8

22 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

TA Herly Marwanto

16 Maret 2023

baru tahu ada amoeba semengerikan itu

Balas

. 0

Aris hadyan

09 Maret 2023

👍

Balas

. 0

Aris hadyan

09 Maret 2023

👍

Balas

. 0

Dedy rachim

15 Pebruari 2023

👍

Balas

. 0

Dewi Selviana

03 Pebruari 2023

Siap

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.K.O, Subsp. ALK (K)

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS