Dirilis

15 September 2022

Penulis

Mirna Risnasuci

Serangan jantung dapat menimpa siapa saja dan terjadi pada usia berapa saja. Biasanya risiko terkena serangan jantung akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Namun, kecenderungan serangan jantung di kalangan usia mudah telah meningkat selama beberapa dekade terakhir.

Serangan jantung terjadi saat aliran darah menuju jantung terhambat atau dibatasi sebagian atau seluruhnya. Ketika jantung tidak mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, jantung tidak dapat memompa dengan baik. Semakin lama tidak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang cukup, semakin besar kerusakan pada otot jantung. Kondisi inilah yang akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Baca Juga: 30 Menit untuk Jantung Sehat

 

Penyakit Jantung di Usia Muda

Saat ini peningkatan serangan jantung pada usia di bawah 40 tahun, termasuk mereka yang termasuk orang muda dewasa yang berusia 20-an dan 30-an. Dilansir dari cminj.com, terjadi peningkatan angka serangan jantung sebanyak 2% setiap tahun pada kelompok usia muda di antara tahun 2000 sampai 2016. Pasien yang mengalami serangan jantung pada usia 20-an ataupun 30-an memiliki risiko yang sama dengan pasien yang lebih tua. 

Mengapa hal ini dapat terjadi? Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya serangan jantung di usia muda, mulai dari faktor risiko keturunan ataupun gaya hidup. Meningkatnya stres, terutama selama masa pandemi, juga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di usia muda.

 

-    Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab penyakit kardiovaskular. Tekanan darah tinggi menyebabkan otot jantung menebal, merusak pembuluh darah dan juga meningkatkan risiko serangan jantung.

 

-    Kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi akan dapat menyebabkan penumpukan plak lemak sehingga membuat pembuluh darah yang membawa darah ke jantung (aterosklerosis) menyempit. Kondisi inilah yang menyebabkan penyakit jantung.

 

-    Merokok dan konsumsi produk tembakau

Nikotin (zat aktif dalam rokok) akan menyebabkan penyempitan pada pembulih darah dan memberikan tambahan beban pada jantung. Merokok merupakan fakror risiko terbesar serangan jantung pada orang muda. Merokok satu bungkus per hari memiliki risiko terkena serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan bukan perokok.

 

-    Kegemukan dan obesitas

Seseorang dengan kelebihan berat badan membutuhkan lebih banyak darah untuk memasok oksigen dalam tubuh sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan serangan jantung. Selain itu, seseorang dengan kelebihan berat badan dan obesitas sering memiliki kondisi kesehatan laimn yang mengurangi kesehatan jantung mereka seperti diabetes dan kolesterol tinggi.

 

Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda

Gejala penyakit jantung setiap orang berbeda-beda, bahkan kadang Anda tidak menyadarinya lho. Berikut adalah beberapa gejalanya.

 

-    Merasa mudah lemas

Merasa lemas setelah melakukan aktivitas, terutama setelah seharian melakukan aktivitas fisik berat adalah kondisi wajar. Akan tetapi, jika Anda lebih gampang lemas atau napas terengah-engah setelah melakukan aktivitas ringan padahal sebelumnya tidak pernah, maka bisa saja Anda mengalami gangguan pada jantung. Jika sudah demikian, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter ya.

 

-    Merasakan nyeri di dada yang menjalar ke bagian leher atau lengan

Gejala ini juga merupakan ciri khas penyakit jantung, tidak hanya pada usia muda namun juga usia tua. Apakah Anda pernah merasakan nyeri dada berat mendadak yang kemudian menjalar ke bagian lengan, leher, bahu atau bahkan rahang? Segera konsultasikan ke dokter ya untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

 

-    Pusing

Kekurangan nutrisi dari makanan, dehidrasi, stres, ataupun kelelahan merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala. Namun, jika Anda mengalami pusing secara tiba-tiba dengan rasa tidak nyaman, nyeri ataupun sesak dada, mungkin Anda segera menghubungi dokter. Gejala pusing seperti yang disebutkan bisa saja merupakan gejala penyakit jantung.

 

-    Nyeri di ulu hati

Nyeri di ulu hati juga merupakan salah satu gejala penyakit jantung. Nyeri ulu hati biasanya disertai mual akibat gangguan pada lambung atau pencernaan. Jika Anda memiliki faktor risiko penyebab penyakit jantun, jangan mengabaikan rasa nyeri ulu hati yang muncul dengan mendadak ya, karena bisa jadi itu merupakan gejala penyakit jantung 

 

-    Sakit pada rahang atau tenggorokan

Sebelumnya disebutkan bahwa nyeri dada dapat menjalar ke bagian leher, rahang ataupun bagian tenggorokan. Nah, jika Anda merasakan gejala yang demikian, segera ke dokter ya untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

 

-    Keringat dingin

Pernahkah Anda mengalami keringat dingin atau berkeringat secara tiba-tiba saat tidak melakukan kegiatan ataupun pada saat berada pada tempat yang sejuk? Bisa saja Anda mengalami gejala penyakit jantung, jika demikian segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Selain gejala yang disebutkan di atas, ada beberapa gejala penyakit jantung lainnya yang dapat di alami oleh usia muda seperti munculnya rasa cemas, detak jantung menjadi cepat atau lambat, mata yang berkunang-kunang, pucat atau pun pingsan.

 

Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Risiko Terkena Serangan Jantung?

Setelah mengetahui beragam gejala di atas, tentunya penting untuk Anda, apalagi yang masih berusia muda untuk melakukan beragam aktivitas untuk mengurangi atau mencegah risiko terkena serangan jantung. Pola hidup sehat adalah cara paling efektif untuk mengurangi dan mencegah risiko penyakit jantung. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain.
 

  1. Berhenti merokok. Berhenti merokok dapat meningkatkan kesehatan jantung, pembuluh darah, paru-paru, dan semua organ lainnya juga.
  2. Pertahankan berat badan yang moderat. Kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda dapat melakukan diet ramah jantung dan mengurangi asupan makanan olahan.
  3. Kelola stres. Stres yang berlebihan dan terus menerus dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Jika Anda sering merasa stres, cobalah mencari teknik manajemen stres untuk membantu Anda mengelola stres dan menjadi lebih rileks. Anda dapat mencoba olahraga yoga juga lho untuk mengurangi stres Anda.
  4. Rutin berolahraga. Lakukanlah latihan harian dan aktivitgas fisik secara optimal. Rutinlah berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit per hari atau 150 menit per minggu untuk kesehatan yang optimal.
  5. Kurangi konsumsi alkohol. Terlalu banyak minum alkohol menyebabkan tingginya tekanan darah dan trigliserida dan dapat menyebabkan detak jantung yang tidak teratur. Jika Anda ingin minum alkohol, batasi konsumsinya dalam jumlah sedang.
  6. Lakukan pemeriksaan rutin. Lakukanlah medical check-up atau pemeriksaan kesehatan secara rutin agar Anda mengetahui apa saja yang terjadi pada tubuh Anda, termasuk di dalamnya gula darah, tekanan darah, bahkan kolesterol.
  7. Kelola diabetes. Bagi Anda penderita diabetes penting untuk Anda melakukan manajemen diabetes yang tepat untuk membantu meminimalisir risiko serangan jantung.

Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung pun akan meningkatkan risiko Anda. meskipun faktor risiko tidak dapat di ubah, namun banyak faktor lain yang dapat Anda kendalikan seperti mengonsumsi makanan sehat dan rutin olahraga. Bicarakan juga dengan dokter Anda tentang pengobatan yang tepat untuk membantu Anda meminimalisir risiko serangan jantung. 

Anda punya pertanyaan lain atau ingin lebih banyak mengetahui informasi lain seputar hidup sehat atau pertanyaan seputar penyakit lainnya, segera login ke daya.id dan dapatkan langsung informasinya. Anda juga dapat menggunakan fitur Tanya Ahli untuk berkonsultasi dengan ahli kami dan mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda mendaftar daya.id dan dapatkan informasi bermanfaat lainnya mengenai kesehatan secara gratis!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Sanny Yanisyah Cutfriana

Dokter Umum

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS