Siapa yang tidak ingin menikmati masa pensiun dengan tenang? Bisa hidup nyaman, menikmati hasil kerja bertahun-tahun, tanpa tekanan pekerjaan harian.
Namun kenyataannya, masa pensiun juga berarti berakhirnya penghasilan rutin. Di fase inilah kesiapan finansial menjadi sangat krusial.
Karena itu, sebelum memasuki masa pensiun, Anda perlu memastikan bahwa sumber penghasilan tetap ada. Salah satu caranya tentu melalui investasi yang tepat.
Tantangan Finansial Menjelang Pensiun
Bagi calon pensiunan, tujuan investasi bukan lagi mengejar pertumbuhan agresif. Fokus utamanya adalah:
- Menjaga nilai modal
- Meminimalkan risiko
- Menghasilkan pendapatan rutin
Berbeda dengan generasi muda yang masih bisa menoleransi fluktuasi besar, calon pensiunan memiliki waktu pemulihan yang terbatas jika terjadi kerugian.
Itulah sebabnya, salah memilih investasi bisa berdampak besar pada kualitas hidup di masa pensiun.
Prinsip Investasi untuk Calon Pensiunan
Sebelum memilih instrumen, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan:
- Risiko relatif rendah
- Arus kas atau pendapatan rutin
- Likuiditas yang cukup
- Perlindungan nilai dari inflasi
Lalu, instrumen apa saja yang bisa dipertimbangkan?
Pilihan Investasi yang Cocok untuk Calon Pensiunan
1. Deposito
Deposito sering menjadi pilihan utama karena sifatnya yang aman. Dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Kelebihan:
- Risiko rendah
- Kepastian imbal hasil
- Relatif mudah dicairkan (dengan periode tertentu)
Kekurangan:
- Imbal hasil cenderung rendah
- Kurang optimal untuk melawan inflasi jangka panjang
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap bisa menjadi alternatif dengan potensi imbal hasil lebih baik dari deposito.
Instrumen ini menempatkan dana pada:
- Obligasi
- Surat utang pemerintah atau korporasi
Risikonya relatif lebih rendah dibandingkan saham, sehingga cocok untuk calon pensiunan dengan profil konservatif–moderat.
3. Surat Berharga Negara (SBN)
SBN seperti ORI dan Sukuk Ritel sangat populer di kalangan calon pensiunan.
Alasannya sederhana:
- Kupon dibayarkan rutin
- Dijamin oleh negara
- Pajak lebih rendah dibanding deposito
Instrumen ini cocok bagi Anda yang membutuhkan pendapatan berkala dengan risiko minimal.
4. Saham Blue Chip
Meski saham memiliki risiko fluktuasi, saham blue chip masih bisa dipertimbangkan dalam porsi terbatas.
Keunggulannya:
- Perusahaan mapan
- Cenderung rutin membagikan dividen
Namun ingat, saham sebaiknya bukan porsi utama portofolio pensiunan.
5. Emas
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Kelebihan:
- Nilai cenderung naik dalam jangka panjang
- Mudah dicairkan
Kekurangan:
- Tidak memberikan pendapatan rutin
- Harga dipengaruhi kondisi pasar global
Karena itu, emas lebih cocok sebagai pelengkap portofolio.
6. Properti
Properti sewa bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang stabil di masa pensiun.
Namun, perlu diperhatikan:
- Biaya perawatan
- Pajak
- Risiko penyewa
- Likuiditas rendah
Instrumen ini cocok jika Anda siap mengelola aset secara aktif.

Strategi Mengelola Investasi Menjelang Pensiun
Selain memilih instrumen, strategi pengelolaan juga tidak kalah penting.
1. Kenali Profil Risiko
Umumnya, calon pensiunan memiliki toleransi risiko yang lebih rendah. Instrumen berisiko tinggi sebaiknya dibatasi.
2. Perhatikan Likuiditas
Pastikan sebagian dana mudah dicairkan untuk kebutuhan mendesak, seperti biaya kesehatan.
3. Lakukan Diversifikasi
Jangan menempatkan seluruh dana pada satu instrumen. Kombinasi beberapa aset membantu mengurangi risiko.
4. Utamakan Pendapatan Rutin
Instrumen dengan kupon atau hasil sewa sangat membantu memenuhi kebutuhan hidup bulanan.
5. Hitung Kebutuhan & Inflasi
Perkirakan biaya hidup, inflasi, dan pengeluaran tak terduga agar target dana pensiun lebih realistis.
6. Evaluasi Secara Berkala
Kondisi ekonomi terus berubah. Evaluasi portofolio secara rutin agar tetap sesuai tujuan.
Tidak ada satu instrumen investasi yang paling sempurna untuk semua orang. Yang terpenting adalah kesesuaian dengan profil risiko, kebutuhan hidup, dan fase kehidupan Anda.
Dengan perencanaan matang dan pemilihan investasi yang tepat, masa pensiun bukan lagi masa penuh kekhawatiran, melainkan waktu untuk menikmati hidup dengan lebih tenang dan bermakna.
Mulailah mempersiapkannya dari sekarang.
Jika Anda butuh saran lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan pribadi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda