Awalnya Tak Punya Konsep, Kini Bisa Beli Mobil Rp400-500 Jutaan

Dirilis

21 Mei 2018

Penulis

Tim Penulis Majalah Franchise Indonesia, Mitra Strategis Program Daya Sejak 2014

Pengusaha

Vindya Emilyn

Jenis Usaha

Franchisee Mrs. Waffle

Vindya Emilyn memang sudah tertarik pada dunia usaha sejak lama, namun ia tidak memiliki konsep dan produk yang akan dijual. Ia pun melirik peluang waralaba sebagai langkah awal memulai usaha. “Karena sebagai pemula saya tidak perlu pusing dengan konsep seperti apa yang akan saya jalankan dan kembangkan. Semua sudah disiapkan oleh pihak franchisor,” katanya.

Empat tahun lalu, Vindya ditunjuk oleh perusahaan tempatnya bekerja untuk mengurus bazar di Eat Republic. Kebetulan salah satu penyewa kios pada bazar tersebut adalah pemilik waralaba produk kue wafel, di sinilah awal perkenalan Vindya dengan franchisornya. Namun ia baru benar-benar tertarik memulai usaha waralabanya pada tahun 2017.

 

Rutin Ikut Bazar untuk Perkenalkan Produk ke Masyarakat

Wafel merupakan kue yang unik, karena memiliki motif dan bentuk yang khas, dan biasanya diberi variasi topping yang membuat rasanya semakin lezat. Kue jenis ini awalnya populer di Belgia dan Amerika Serikat. Karena itu, ketika memulai usaha, langkah pertama yang Vindya lakukan adalah rutin mengikuti bazar untuk memperkenalkan merek wafelnya kepada masyarakat Medan.

Menurut Vindya, tantangan usahanya adalah pesaing menjual produk dengan harga yang lebih murah. Hal ini tidak membuatnya gentar, ia justru semakin gencar melakukan promosi, selain tetap rajin mengikuti bazar dan acara-acara kuliner yang diadakan di daerahnya. Pihak franchisor juga sangat membantu dalam memikirkan strategi yang harus dilakukan, promo apa yang harus ditawarkan untuk bulan-bulan berikutnya. “Kita hanya perlu banyak konsultasi dengan pihak franchisor, itulah gunanya usaha waralaba ini,” ungkapnya. 

Tak dipungkiri Vindya, suka duka dalam menjalani sebuah usaha pasti ada. Namun semua itu ia nikmati saja. “Namanya baru merintis pasti ada suka dukanya. Tapi ya dijalanin saja dengan bersyukur,” terangnya. Namun Vindya mengaku merasa puas dengan usaha waralaba yang ia jalankan, karena franchisor tidak lepas tangan ketika sudah menjadi mitra, bahkan selalu mendukung dalam menghadapi masalah, termasuk membantu promosi lokasi gerainya di media sosial mereka. “Apalagi sebelum memulai usaha ini saya sudah mengenal franchisornya terlebih dahulu,” tambahnya.  

Jumlah Pelanggan Mencapai Ratusan Setiap Akhir Pekan

Kini, jerih payah Vindya sudah membuahkan hasil. Wanita yang hobi travelling ini sukses mengembangkan 2 gerai waralaba Mrs. Waffles, dengan jumlah pelanggan bahkan mencapai ratusan saat akhir pekan. “Untuk omzet yah lumayan buat beli mobil seperti franchisor saya,” bebernya sambil menyebut merek mobil dengan kisaran harga Rp400-500 jutaan. Kedepannya, Vindya masih ingin menambah gerai dan membuka Mrs. Waffles Cafe agar pelanggannya bisa makan di tempat.

Vindya sudah membuktikan bisa sukses dengan usaha waralaba. Jika Anda juga ingin seperti Vindya, silakan kunjungi halaman Peluang Usaha di Daya.id dan manfaatkan kemudahan pengajuan minat membeli usaha waralaba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS