Karier Sebagai Karyawan Susah Maju, Pria Ini Malah Sukses Berwirausaha

Dirilis

04 Pebruari 2019

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Fery Pratama

Jenis Usaha

Jasa Interior “Ryatama Interior”

Ungkapan, “Jika Anda tidak suka di tempat Anda sekarang, bergeraklah. Anda bukan pohon” cocok menggambarkan pilihan hidup dan karier sang arsitektur ini. 

Dorongan kuat untuk hidup lebih baik secara menyeluruh menjadi penggerak Fery Pratama yang memilih menantang hidup untuk membangun perusahaan sendiri alias berwirausaha. Keputusan ini dibuat setelah ia merasa di titik tidak ada kejelasan karier masa depan dari profesi arsitek di perusahaan orang lain. Tentu saja, pilihan pria yang berwirausaha di Bandung ini dengan rencana matang. 

“Sebelumnya, saya mencari data, melakukan analisa, dan mempelajari market di Bandung. Akhirnya, saya memilih menjalankan usaha turunan dari desain arsitektur yaitu bidang interior,” tutur pria lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung. 

Perusahaan jasa desain interior bernama Ryatama Interior ini didirikan Fery sejak 2010 silam. Perusahaan yang ia dirikan bersama rekan-rekan seprofesinya ini dimulai dengan modal awal sebesar Rp50 juta untuk urusan operasional dan marketing. 

Ryatama Interior juga memanfaatkan tenaga mahasiswa magang pada awal masa operasionalnya. Strategi marketing “word of mouth” alias dari mulut ke mulut juga menjadi pilihan Ryatama Interior di masa awal. Fery memperkenalkan dan mempromosikan jasa Ryatama Interior mulai dari keluarga dan teman terdekat terlebih dahulu. Setelah cukup matang, baru mempergunakan berbagai fasilitas digital. 

Ujian Konsistensi dalam Wirausaha
Saat pertama kali mendirikan perusahaan ini, pergolakan batin menjadi salah satu tantangan terberat Fery. Ujian konsistensi dalam wirausaha dan jenis usaha yang ia pilih menjadi pergolakan yang harus ia lawan setiap harinya. 

Namun, seiring berjalannya usaha Ryatama Interior selama 8 tahun ini, ternyata faktor internal bukan satu satunya masalah, faktor eksternal juga terasa sama berat. “Apabila salah satu bermasalah pasti akan berdampak ke hal lain. Misalnya, saat order sedang banyak tetapi tidak seimbang dengan jumlah SDM bagian produksi dan modal kerja. Hal ini harus cepat dicari solusinya,” jelas Fery secara gamblang. 

Untuk menyiasati tantangan internal dan eksternal selama delapan tahun ini, Ferry mengedapankan rasa saling percaya dan berani memberikan saran dan kritik di antara tim dalam menjalankan usahanya. 

Fery juga tak cepat berpuas diri dengan strateginya tersebut, ia dan timnya juga adapatif dengan perkembangan, yaitu, mengikuti tren desain interior, mengikuti tren pemasaran usaha, dan mempelajari waktu yang tepat dalam memberikan diskon, serta selalu memastikan produksi furnitur dan baran interior berjalan sesuai rencana. 

Saat ini, Ryatama Interior telah memiliki 5 pegawai profesional di kantor dan 10 pegawai berpengalaman di workshop. Ferry menuturkan, proyek desain Ryatama Interior memang lebih banyak didominasi dengan desain hunian. Sebab menurut Ferry, pasar di Bandung yang membutuhkan jasa desainer interior adalah para pemilik hunian dibandingkan fungsi lainya. 

Memberi Ciri Khas dalam Desain
Untuk “meninggalkan jejak” karya Ryatama Interior, maka para desainer Ryatama Interior selalu memberikan ciri khas rasa dalam setiap desain ruangan. “Saya dan rekan-rekannya memiliki kepercayaan bahwa sebuah desain hunian atau fungsi lainnya harus memenuhi empat unsur kehidupan, yaitu penglihatan, penciuman, pendengar, dan peraba, yang akan menciptakan interior semakin kaya dengan pengalaman ruang yang akan sulit dilupakan,” tutur ayah satu orang anak ini. 

Konsumen jasa interior yang berada di Jalan Raya Subang Raya No. 41 A, Bandung ini pun telah merambah dari kerabat dekat pada awalnya hingga meluas ke berbagai kalangan, mulai pemilik unit apartemen hingga korporasi. Tarif jasa desainnya kini terbilang cukup kompetitif. Sebagai contoh, untuk pekerjaan jasa interior apartemen studio dipatok mulai dari tarif dua puluh juta rupiah dengan cakupan desain dan implementasinya.   

Miliki Target Proyek Setiap Bulan
Untuk memaksimalkan keuntungan dan modal operasional usahanya, Fery menargetkan harus ada minimal empat proyek desain yang dikerjakan Ryatama setiap bulannya. 

Fery juga memiliki misi untuk terus membesarkan Ryatama, yaitu terus merambah ke kota lain. Saat ini, Ryatama telah memiliki cabang di Jakarta dan tidak memungkinkan ada di kota lainnya juga. 

Ryatama Interior bisa berada di titik seperti sekarang ini, bagi Fery pengalaman terbaik yang ia dapatkan selama berwirusaha hampir sembilan tahun ini bukanlah semata tentang hasil interior atau sekadar keuntungan yang menanjak. Tetapi, pengalaman terbaik menjadi wirausaha adalah mendapat pengalaman mengenal diri sendiri lebih dalam, serta belajar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. 
 

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS