Olah Buah Dapat Omset Berlimpah

Dirilis

12 Pebruari 2018

Penulis

Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Karmini

Jenis Usaha

Produksi Aneka Keripik Buah

Keripik nan renyah biasanya terbuat dari kentang atau singkong. Tapi bagaimana dengan keripik buah? Rasa penasaran itu yang mengantar Karmini menjadi pengusaha olahan buah yang sukses.

Kisah Karmini berawal dari kemudahan ia mendapatkan buah di daerahnya, di Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Bosan mengonsumsi buah segar dengan cara biasa, Karmini mencoba mengolah buah menjadi keripik. Waktu itu dia mengolah pisang dan sukun. Dan tak disangka, percobaan itu berhasil. Ia dan keluarga suka dengan cita rasa unik dan kerenyahan keripik  buah olahannya.

Alat Seadanya
Nah, tahun 2010, Karmini memberanikan diri memasarkan keripik buah olahannya dengan nama Keripik Ferikar. Selain memang untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga, ia juga ingin agar para petani buah di daerahnya bisa memasarkan hasil panen di tempat mereka sendiri. Apalagi, di sana belum ada yang memiliki usaha serupa, sehingga ia sangat yakin keripik buahnya akan diminati banyak orang.

Dengan modal awal hanya Rp200 ribu, Karmini membeli bahan baku dan peralatan seadanya. Banyak pelanggan yang awalnya penasaran jadi ketagihan dengan rasanya yang unik. Waktu itu omzet yang bisa dicapai sebesar Rp3-4,5 juta per bulan. Merasa hasil yang didapat belum sesuai harapan, Karmini memutuskan mengambil pinjaman modal usaha dari bank. Modal itu ia gunakan untuk membeli peralatan produksi yang lebih modern.

Sesuaikan Musim
Dalam menjalankan usahanya, kendala musim adalah hal utama yang harus dihadapi, karena beberapa jenis buah memang ketersediaannya bergantung musim. Karmini menyiasatinya dengan memproduksi keripik sesuai musimnya. Kecuali untuk buah-buahan yang memang bisa dipanen sepanjang tahun.

Karmini beberapa kali mengikuti pelatihan usaha, dan dari pelatihan tersebut ia mendapat ide untuk menciptakan rasa keripik buah yang lebih bervariasi. Selain itu, Karmini menjadi lebih bersemangat melakukan promosi melalui media sosial ataupun ikut serta pada acara pameran lokal, agar produknya lebih banyak dikenal. Tak heran saat ini Keripik Ferikar sangat dikenal di Toli-Toli, bahkan di wilayah Sulawesi Tengah. Dibantu oleh 20 orang karyawan, omzet yang dicapainya kini meningkat menjadi Rp200-300 juta per bulan.

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS