Tak Gentar Hadapi Minimarket

Dirilis

03 Desember 2018

Penulis

Tim Penulis Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Nur Hasan

Jenis Usaha

Toko Kelontong

Toko kelontong tradisional tengah menghadapi persaingan, terutama dengan minimarket. Bahkan tidak sedikit toko yang akhirnya gulung tikar. Namun Nur Hasan menolak kalah. Bersaing bukan berarti menyerah. Ia justru belajar dari minimarket untuk meningkatkan usahanya

Pergi berlayar tidak selamanya akan lupa daratan. Hal itulah yang dialami oleh Nur Hasan Ramlah, yang akrab dipanggil Hasan. Kurang lebih 10 tahun bekerja di pelayaran, akhirnya Hasan memilih berhenti dari pelayaran dan membuka usaha sendiri dengan membuka toko kelontong. Rencana memiliki usaha sendiri memang sudah direncanakan sejak awal, walau jenis usaha apa yang akan digeluti belum terpikirkan sebelumnya. Baginya bekerja di pelayaran adalah sarana mencari modal dan pengalaman dahulu sebelum memiliki berwirausaha.Sebelum sepenuhnya terjun di usaha kelontong, awalnya yaitu pada tahun 2008 Hasan terlebih dahulu hanya memberikan modal kepada ibunya untuk membuka toko kelontong kecil-kecilan. Toko itu hanya  berukuran kurang lebih 3x3 meter persegi dengan satu meja etalase. Setahun berjalan, ketika menanyakan ke ibunya bagaimana perkembangan toko, secara tidak terduga ibunya mengatakan bahwa omset per harinya sudah sekitar 500 ribu rupiah. Hal ini membuat dia berpikir bahwa ternyata usaha toko kelontong memiliki prospek yang cerah. Namun, Hasan belum memutuskan untuk berhenti bekerja di pelayaran, dia merasa modalnya belum cukup sehingga dia hanya menambahkan modal untuk pembuatan dua etalse di toko. 

Selalu Berusaha Memenuhi Kebutuhan Pembeli
Toko kelontong Hasan buka setiap hari, mulai pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam. Letak toko yang berada persis di depan komplek perumahan penduduk menjadikan toko kelontong Hasan sangat strategis dalam menjaring calon pembeli. 

Selain lokasi toko yang sangat strategis, faktor lain yang menjadikan tokonya selalu ramai pembeli adalah karena kelengkapan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang disediakan. Dia memahami, bahwa untuk memperbesar dan mengembangkan tokonya maka dia sebisa mungkin memenuhi semua kebutuhan yang pembeli cari. Terlepas di tokonya belum ada, maka dia akan mengatakan ke pembelinya bahwa barang yang dicarinya habis, dan segera akan ada dalam beberapa waktu lagi, sehingga jika calon pembeli tidak mendesak kebutuhan akan barang tersebut, maka Hasan akan segera ke grosir untuk mendapatkan barang yang dicari calon pembelinya. Dari upaya tersebut akan terkesan bahwa toko kelontongnya lengkap menyediakan apa yang dicari calon pembeli.
Melayani Lebih Baik dari Minimarket.

Saat ini Hasan dibantu oleh istri dan dua karyawannya dalam menjalankan toko kelontong tersebut. Namun, ada beberapa waktu hanya dia dan istrinya yang mengurus toko karena karyawannya berhenti. Hal itulah yang menjadi kendala selama ini, selain susahnya mencari karyawan untuk mau bekerja, juga karyawan yang bekerja padanya tidak ada yang bertahan lama. Selama ini karyawan toko kelontong Hasan adalah lulusan baru SMP atau SMA. Ia menduga tidak betahnya para karyawan karena merasa gengsi hanya bekerja di toko kelontong sederhana. Mantan karyawannya lebih memilih bekerja di mall atau tempat perbelanjaan yang modern. Sehingga dia berkesimpulan untuk mengembangkan lagi toko kelontongnya lebih modern, seperti minimarket.

Pengembangan toko kelontongnya juga sebagai antisipasi dari makin banyaknya minimarket modern. Hasan mengaku sudah mulai menabung dengan niat untuk penambahan modal pengembangan tokonya, tetapi sebagian besar uang hasil dari kelontongnya masih diputarkan lagi untuk memperbanyak barang dagangan. Namun demikian, Hasan sangat optimis bisa membuka tokonya lebih besar dan lebih modern. Toko kelontong Hasan juga sudah dilengkapi mesin kasir dan software program pendukungnya, walaupun mesin tersebut saat ini belum dimanfaatkan seratus persen. 

Kurang lebih 10 tahun Hasan terjun langsung ke toko kelontongnya, sekarang omzetnya sudah mencapai 2,5 – 3 juta rupiah per hari. Tidak hanya menjual sembako dan barang-barang kebutuhan sehari-hari, toko kelontong Hasan juga menyediakan depot air minum isi ulang, pulsa handphone, dan juga melayani pembayaran listrik dan air. Hasan berprinsip sebisa mungkin menjual atau melayani lebih dari apa yang tersedia di retail-retail modern.

Kerja Keras dan Selalu Berpikiran Positif
Hasan yang lahir pada tahun 1974 ini, sudah dikaruniai tiga orang anak, yang pertama seorang putri yang sudah duduk di bangku SMP kelas 8, yang kedua putra duduk di SD kelas 3, dan yang bungsu putra masih kelas 1 SD. Dengan telah memiliki keluarga yang lengkap serta mempunyai usaha sendiri, Hasan merasa hidupnya sudah sukses. Namun demikian, dia juga berpendapat sukses itu relatif, setiap orang akan mendefinisikan sukses menurut dirinya sendiri. Hanya saja walaupun sudah merasa sukses, tetapi Hasan memiliki prinsip selama kita masih hidup dan sehat, maka teruslah bekerja keras karena hidup sebaiknya layaknya air yang terus mengalir. Selain bekerja keras, salah satu kunci penting untuk meraih sukses tersebut menurutnya adalah selalu berpikiran positif.
 

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS