Tak Menyerah dengan Nasib

Dirilis

26 Maret 2018

Penulis

Daya Tumbuh Usaha

Pengusaha

Luh Darmini

Jenis Usaha

Produksi Ikan Pindang

Terlahir di tengah keluarga yang kurang mampu, Luh Darmini terpaksa putus sekolah saat masih di sekolah dasar. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk meraih sukses. Dengan berjualan ikan pindang, ia bisa mencukupi kebutuhan hidup bahkan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Luh Darmini mulai menjual ikan pindang di Pasar Banjar, Bali, tahun 1990, dengan modal Rp50 ribu. Ikan tersebut dibelinya dari salah satu pengepul di Kecamatan Banjar. Sambil berjualan, ia juga belajar cara membuat ikan pindang sendiri. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh akan lebih besar bila bisa memproduksi sendiri. Tapi baru tahun 2008 Luh Darmini mulai memberanikan diri melakukannya. Bermodal Rp500 ribu, ia bisa menghasilkan 25 keranjang, lalu dia jual Rp30 ribu per keranjang.

Seiring waktu, ikan pindang buatan Luh Darmini makin digemari banyak orang. Jumlah permintaan pun terus meningkat hingga ia memiliki banyak pelanggan tetap. Tak disangka, omzet yang didapatnya rata-rata mencapai Rp11 juta per bulan. Ia pun bersemangat untuk memproduksi ikan pindang lebih banyak lagi.

Untuk mengembangkan usaha, tahun 2012 Luh Darmini mengajukan pinjaman modal usaha ke bank. Dari tambahan modal tersebut ia dapat memproduksi 50 keranjang ikan pindang per hari, dengan harga jual Rp40 ribu per keranjang. Tak heran omzetnya ikut meningkat menjadi Rp30 juta per bulan. Dari hasil ini Luh Darmini bisa membeli 1 unit mobil untuk menunjang pengiriman pesanan ke pelanggan dan pasar-pasar di sekitar Kabupaten Buleleng.

Di usianya yang sudah separuh baya, Luh Darmini tetap semangat untuk mengembangkan usaha dibantu oleh suami dan 4 orang anaknya. Selain memproduksi dan menjual ikan pindang, warga Desa Temukus ini juga menjadi pemasok ikan laut segar yang kemudian didistribusikan ke beberapa rumah makan. Total rata-rata omzet yang diraih mencapai Rp15 juta per hari bahkan Rp225 juta per bulan.

Dengan kesuksesan yang berhasil diraih, Luh Darmini sudah memiliki 2 unit mobil dan membuatkan rumah untuk semua anaknya. Ia sadar bagaimana keterbatasan ekonomi dan pendidikan sangat mempengaruhi hidupnya di masa lalu. Karena itu, ia ingin semua keturunannya kelak bisa menimba ilmu hingga ke perguruan tinggi.

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS