Informasi Artikel

Dirilis

07 Juli 2026

Penulis Artikel

Arief Akbar


Tag

Saat usaha mulai berkembang, tantangan yang dihadapi biasanya ikut berubah. Jika pada tahap awal fokus utama adalah bagaimana produk bisa terjual, maka di fase berikutnya perhatian mulai bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: bagaimana memastikan setiap penjualan benar-benar menghasilkan keuntungan yang nyata.

Di tengah fase pertumbuhan ini, ada satu perubahan penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku UMKM, yaitu kebijakan pajak marketplace 2026. Meski terlihat sederhana, perubahan ini dapat memberikan dampak langsung terhadap arus kas dan keuntungan usaha sehari-hari.

Mulai pertengahan 2026, marketplace seperti Tokopedia dan Shopee akan melakukan pemotongan pajak sekitar 0,5% dari setiap transaksi yang terjadi. Artinya, tidak seluruh nilai penjualan akan masuk sebagai pendapatan yang diterima penjual. Potongan tersebut dilakukan secara otomatis dan langsung memengaruhi dana yang masuk ke rekening usaha.

Kondisi inilah yang sering membuat sebagian pelaku usaha merasa penjualannya meningkat, tetapi keuntungan yang dirasakan tidak bertambah signifikan. Bukan karena bisnis tidak berkembang, melainkan karena ada komponen biaya yang belum diperhitungkan dan dikelola secara optimal.

Baca Juga: Tips Sukses Jualan di Marketplace

 

Perubahan Cara Mengelola Bisnis UMKM

Kehadiran pajak marketplace menjadi salah satu tanda bahwa cara mengelola bisnis kini perlu lebih matang. Jika sebelumnya banyak pelaku usaha hanya berfokus pada peningkatan volume penjualan, kini pendekatan tersebut tidak lagi cukup.

Saat ini, pemilik usaha perlu memperhatikan margin keuntungan secara lebih detail. Sebab, kesehatan bisnis tidak ditentukan oleh besarnya omzet semata, melainkan oleh jumlah keuntungan yang benar-benar tersisa setelah seluruh biaya dikurangi.

Sebagai contoh, seorang pelaku usaha fashion online berhasil meningkatkan penjualan dari Rp30 juta menjadi Rp50 juta per bulan. Secara angka, pencapaian ini terlihat sangat positif. Namun setelah dilakukan evaluasi, keuntungan yang diperoleh ternyata tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

Penyebabnya cukup sederhana. Potongan pajak belum diperhitungkan sejak awal, program promo diberikan terlalu sering, dan biaya operasional juga mengalami kenaikan. Setelah melakukan penyesuaian harga serta menerapkan strategi promo yang lebih selektif, kondisi keuangan usaha akhirnya menjadi lebih stabil.

Dari kasus tersebut terlihat bahwa menjaga kesehatan bisnis bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga tentang bagaimana mengelola keuangan secara lebih cermat.

Baca Juga: Tips Meningkatkan Omzet Usaha di Marketplace

 

5 Langkah Menghadapi Pajak Marketplace 2026

Agar perubahan ini tidak mengurangi keuntungan usaha Anda, berikut lima langkah praktis yang dapat mulai diterapkan sejak sekarang.

 

1. Hitung Harga Jual Secara Lebih Lengkap

Banyak pelaku usaha menentukan harga jual hanya berdasarkan modal dan margin keuntungan yang diinginkan. Mulai sekarang, tambahkan juga komponen pajak dan biaya lain yang mungkin muncul.

Saat menetapkan harga, pastikan Anda menghitung apakah produk tersebut masih memberikan keuntungan yang sehat setelah dikurangi berbagai potongan, termasuk pajak marketplace. Penyesuaian kecil sejak awal dapat membantu menghindari berkurangnya keuntungan tanpa disadari.

 

2. Fokus pada Margin, Bukan Hanya Penjualan

Produk yang paling laris belum tentu menjadi produk yang paling menguntungkan. Karena itu, penting untuk mengevaluasi kembali setiap produk yang dijual.

Identifikasi produk mana yang memberikan margin keuntungan tinggi dan mana yang hanya menghasilkan keuntungan tipis. Dengan informasi tersebut, Anda dapat menyusun strategi yang lebih efektif, seperti meningkatkan promosi pada produk yang lebih menguntungkan atau mengevaluasi produk dengan margin rendah.

Pendekatan ini membantu memastikan bahwa setiap transaksi benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan bisnis.

 

3. Biasakan Melakukan Pencatatan Keuangan

Pencatatan keuangan tidak harus rumit. Anda bisa memulainya dari langkah sederhana, seperti mencatat total penjualan harian, biaya operasional, dan keuntungan yang diperoleh.

Yang terpenting adalah konsistensi. Dengan data yang tercatat secara rutin, Anda tidak perlu lagi menebak kondisi usaha. Semua keputusan dapat dibuat berdasarkan angka yang jelas dan terukur.

Selain membantu memantau kesehatan bisnis, pencatatan keuangan juga memudahkan Anda dalam mengambil keputusan saat menghadapi perubahan pasar.

 

4. Gunakan Promo Secara Lebih Strategis

Promo memang menjadi salah satu cara efektif untuk menarik pembeli di marketplace. Namun jika dilakukan tanpa perhitungan yang matang, promo justru dapat mengurangi keuntungan, terutama ketika harus dikombinasikan dengan potongan pajak dan biaya lainnya.

Karena itu, gunakan promo secara lebih terarah. Misalnya, hanya untuk produk tertentu, pada periode tertentu, atau untuk tujuan yang jelas seperti menghabiskan stok lama.

Dengan strategi yang tepat, promo tetap dapat meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan kesehatan keuangan usaha.

 

5. Kelola Usaha sebagai Sebuah Sistem

Ketika bisnis mulai berkembang, usaha tidak lagi sekadar aktivitas jual beli. Ada proses operasional yang perlu dipantau, data yang perlu dianalisis, serta keputusan yang harus direncanakan dengan baik.

Mulailah melihat usaha secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi penjualan. Semakin Anda memahami hubungan antara penjualan, biaya, keuntungan, dan arus kas, semakin mudah pula mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya.

 

Pajak Marketplace Bukan Hambatan, tetapi Peluang untuk Bertumbuh

Ke depan, perubahan seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi. Sistem bisnis akan semakin terintegrasi, pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan, dan regulasi akan semakin terstruktur.

Artinya, pelaku usaha yang mampu beradaptasi sejak dini akan memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan mereka yang masih mengandalkan cara lama tanpa melakukan penyesuaian.

Pada akhirnya, kehadiran pajak marketplace 2026 bukanlah hambatan bagi UMKM. Sebaliknya, perubahan ini menjadi sinyal bahwa dunia usaha bergerak menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Dengan memahami perubahan sejak awal, Anda memiliki kesempatan untuk menata keuangan bisnis dengan lebih rapi, menjaga margin keuntungan tetap sehat, serta mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data.

Setiap penyesuaian yang dilakukan hari ini, sekecil apa pun, akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha di masa depan. Karena itu, alih-alih melihatnya sebagai beban, jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk naik level dan membangun bisnis yang lebih kuat, stabil, serta siap berkembang dalam jangka panjang.

Jika saat ini Anda merasa perlu memahami kondisi keuangan usaha secara lebih mendalam atau masih bingung menentukan langkah yang tepat, tidak perlu mencari jawabannya sendirian. Silakan gunakan fitur Tanya Ahli di Daya.id untuk berdiskusi langsung dengan pendamping UMKM profesional.

Bersama daya.id, Anda bisa mendapatkan arahan yang lebih spesifik sesuai kondisi usaha Anda. Karena setiap bisnis memiliki tantangan yang berbeda, dan sering kali solusi terbaik lahir dari diskusi yang tepat dengan pihak yang memahami kebutuhan usaha Anda.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

4.0
2026 Ingin Ekspansi Usaha? Cek Dulu Arus Kas Usaha Anda!
Keuangan

2026 Ingin Ekspansi Usaha? Cek Dulu Arus Kas Usaha Anda!

08 Januari 2026

5.0
Coretax, Pengertian dan Manfaat untuk Keuangan Bisnis
Keuangan

Coretax, Pengertian dan Manfaat untuk Keuangan Bisnis

14 November 2025

5.0
Cara Mengatur Laba Agar Bisa Diputar Untuk Modal
Keuangan

Cara Mengatur Laba Agar Bisa Diputar Untuk Modal

06 November 2025

5.0
Petty Cash untuk UMKM: Pengertian dan Cara Pengelolaan Efektif
Keuangan

Petty Cash untuk UMKM: Pengertian dan Cara Pengelolaan Efektif

06 November 2025

Berikan Pendapat Anda

5 dari 100 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS