Informasi Artikel

Dirilis

29 Juni 2026

Penulis Artikel

Wisnu Dewobroto


Tag

Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu masalah utama bagi UMKM. Banyak usaha mikro memiliki produk berkualitas, tetapi masih kesulitan mengembangkan bisnis karena keterbatasan modal. Namun, saat ini pelaku UMKM sudah memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan sumber pembiayaan, baik melalui perbankan maupun fintech.

Pemerintah juga telah menghadirkan program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro untuk mendukung perkembangan UMKM. Selain itu, hadirnya teknologi finansial atau fintech turut memperluas akses pembiayaan melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai platform digital. Hal ini tentu menjadi peluang positif bagi perkembangan UMKM di Indonesia.

Baca Juga: Modal Usaha, Jenisnya dan Cara Mendapatkannya

 

Jenis-Jenis Pinjaman Modal Usaha Dari Bank

Lembaga perbankan menyediakan berbagai jenis pinjaman untuk modal usaha bisnis dengan skema dan syarat yang berbeda. Sebagai perbandingan, berikut jenis-jenis akses pinjaman modal usaha dari Bank:

 

1.    Kredit Usaha Rakyat atau KUR

KUR berasal dari pemerintah yang diperuntukkan untuk bisnis skala kecil dan menengah. Akses pembiayaan usaha ini diterbitkan oleh bank milik negara atau Himbara dengan syarat tertentu. Karena diperuntukkan untuk bisnis yang masih merintis, suku bunga yang ditetapkan relatif rendah agar pelaku usaha bisa mengembalikan pinjaman dengan mudah.

 

2.    Kredit Tanpa Agunan

Kredit tanpa agunan atau KTA tidak memerlukan jaminan aset sebagai syarat. Untuk mengajukan KTA, Anda hanya perlu memiliki riwayat pinjaman atau riwayat kredit debitur yang baik. Karena tidak mensyaratkan jaminan, tentu suku bunga relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan KUR.

 

3.    Kredit Modal Kerja

Pinjaman ini merupakan jenis kredit jangka pendek yang diperuntukkan untuk operasional bisnis harian atau membayar utang bisnis. Tenor yang diterapkan lebih pendek dengan jumlah pinjaman yang menyesuaikan.

 

Jenis Akses Modal Usaha dari Fintech

Fintech memberikan akses pinjaman modal usaha dengan jenis berikut:

 

1.    Peer to peer lending

Peer to peer lending (P2P Lending) adalah produk dari fintech dimana pelaku usaha bisa bertemu investor melalui satu platform. Tidak ada bank sebagai pihak ketiga dalam skema kredit ini, tetapi Anda perlu mengunggah semua dokumen yang disyaratkan oleh pihak fintech ke platform yang disediakan. Dokumen bisa berupa laporan keuangan dalam periode tertentu dan proposal yang menunjukkan tujuan mengajukan pinjaman. Jika pengajuan diterima, maka pengajuan pinjaman akan masuk ke aplikasi dan mencairkan dana. 

 

2.    Micro financing

Jenis pembiayaan ini dikhususkan untuk bisnis yang berpenghasilan maksimal Rp 100 juta per tahun. Pembiayaan yang diberikan bisa berupa kredit, deposit, atau transfer uang. Nominal pinjaman yang diberikan berkisar Rp 50 hingga Rp 500 juta. Teknis pengajuan pembiayaan ini juga sama dengan P2P Lending, Anda perlu mengunggah dokumen yang menjadi syarat di platform yang disediakan.

 

3.    Invoice Financing

Pembiayaan ini diberikan khusus untuk UMKM yang memiliki afiliasi dengan perusahaan besar, baik BUMN, perusahaan multinasional, atau lembaga pemerintahan. Skema pinjaman modal ini mengharuskan Anda untuk memberikan invoice atau tagihan yang sedang berjalan agar bisa mendapatkan dana dari investor. Invoice tersebut yang akan menjadi dasar jumlah pinjaman modal usaha yang akan diberikan.

 

Cara Mendapatkan Akses Modal Usaha untuk UMKM

Meski akses pembiayaan UMKM dari bank dan fintech semakin terbuka, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami prosesnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya informasi, pemahaman prosedur, dan kesiapan administrasi. Agar Anda lebih mudah mendapatkan pembiayaan, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:

 

1.    Susun rencana bisnis secara komprehensif

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan pembiayaan adalah memiliki rencana bisnis yang terstruktur. Rencana ini membantu meyakinkan pemberi modal usaha bahwa bisnis Anda memiliki target pasar, proyeksi keuangan, analisis risiko, serta strategi operasional yang jelas. Semakin realistis dan terarah rencana bisnis Anda, semakin besar peluang mendapatkan akses modal usaha.

 

2.    Pastikan skor kredit baik

Riwayat kredit menjadi salah satu pertimbangan utama bank dan fintech dalam menilai kelayakan pinjaman. Skor kredit yang baik menunjukkan bahwa Anda mampu mengelola kewajiban keuangan dengan disiplin. Karena itu, hindari tunggakan dan bayarlah cicilan tepat waktu, serta jangan terlalu sering mengajukan pinjaman dalam waktu berdekatan.

 

3.    Pilih jenis pinjaman yang tepat

Pilih pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bisnis Anda. Pinjaman dengan proses lebih rumit biasanya menawarkan bunga lebih rendah, sedangkan pinjaman dengan proses pencairan lebih cepat sering memiliki bunga lebih tinggi. Karena itu, pertimbangkan kemampuan pembayaran dan risiko sebelum mengajukan pinjaman.

 

4.    Pastikan kelengkapan administratif

Saat mengajukan pinjaman usaha, kelengkapan dokumen jadi hal yang penting. Pastikan bisnis Anda sudah memiliki legalitas seperti NIB atau SIUP, laporan keuangan, serta dokumen pendukung lainnya. Siapkan juga data diri seperti KTP dan NPWP. Jika ada data atau dokumen yang tidak sesuai, pengajuan pinjaman bisa ditolak.

 

5.    Pelajari isi surat perjanjian

Jangan terburu-buru menandatangani perjanjian pinjaman. Bacalah setiap poin dengan teliti dan tanyakan kepada petugas jika ada hal yang kurang dipahami. Hal Ini penting untuk menghindari kesalahpahaman atau ketentuan yang bisa memberatkan. Setelah pinjaman disetujui, pastikan Anda membayar kewajiban tepat waktu agar riwayat kredit tetap baik.

 

6.    Gunakan dana pinjaman dengan bijak

Gunakan dana pinjaman sesuai kebutuhan bisnis dan hindari memakainya untuk keperluan pribadi. Penggunaan dana yang tidak tepat bisa membuat kondisi keuangan bisnis menjadi lebih berat. Karena itu, pisahkan rekening bisnis dan rekening pribadi agar pengelolaan dana lebih bijak dan teratur.

Baca juga: Cara Mendapatkan Pinjaman Modal Usaha yang Mudah dan Cepat

Kini, Anda tidak perlu lagi kebingungan untuk mendapatkan akses pembiayaan. Saat ini, sudah banyak program dari pemerintah maupun nonpemerintah yang ditujukan untuk membantu bisnis kecil hingga menengah. Namun, jika Anda mengajukan pinjaman melalui fintech, pastikan lembaga tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari risiko penipuan. Fintech ilegal sering kali menerapkan suku bunga tinggi di luar ketentuan yang disepakati. Karena itu, jangan mudah tergiur dengan tawaran proses pencairan dana yang cepat dan syarat yang terlalu mudah. Lakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan platform pinjaman yang dipilih aman dan terpercaya. 

Punya pertanyaan lain seputar modal usaha? Konsultasikan langsung melalui fitur Tanya Ahli di Daya.id dan daftarkan diri Anda untuk mendapatkan berbagai tips usaha lainnya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

5.0
Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula
Keuangan

Cara Cepat Balik Modal Usaha: Strategi Efektif untuk Pemula

24 April 2026

5.0
7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha
Keuangan

7 Tips Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Usaha

23 April 2026

5.0
Jangan Sampai Jual Rugi! Panduan Praktis Menghitung Harga Pokok Penjualan untuk Ekspansi Bisnis
Keuangan

Jangan Sampai Jual Rugi! Panduan Praktis Menghitung Harga Pokok Penjualan untuk Ekspansi Bisnis

18 April 2026

5.0
4 Kesalahan dalam Mengatur Cash Flow Usaha Menjelang Lebaran
Keuangan

4 Kesalahan dalam Mengatur Cash Flow Usaha Menjelang Lebaran

12 Maret 2026

Berikan Pendapat Anda

5 dari 100 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS