Informasi Artikel

Penulis Artikel

Peni Hidayah

Memulai sebuah usaha adalah langkah besar yang penuh keberanian. Namun, setelah produk diluncurkan dan pelanggan mulai berdatangan, muncul tantangan baru yang sering kali dianggap membosankan namun sangat penting dilakukan yaitu laporan keuangan. Banyak pengusaha pemula gagal bukan karena produknya tidak laku, melainkan karena mereka tidak tahu ke mana perginya uang hasil penjualan mereka. 

Membuat pembukuan penjualan harian adalah fondasi utama dalam mengelola bisnis. Tanpa catatan yang jelas, Anda tidak akan tahu apakah usaha Anda benar-benar untung atau justru sedang "bocor". Bagi Anda yang baru memulai usaha, berikut adalah panduan lengkap cara mencatat penjualan harian dengan format sederhana yang mudah dipraktikkan.

 

Mengapa Pembukuan Penjualan Begitu Penting?


Sebelum masuk ke teknis, Anda perlu memahami mengapa aktivitas ini tidak boleh dilewatkan:

  1. Memantau Arus Kas (Cash Flow): Anda bisa melihat secara real-time berapa uang tunai yang masuk setiap harinya.
  2. Evaluasi Produk: Anda akan tahu produk mana yang paling laku (best seller) dan mana yang kurang diminati.
  3. Mencegah Kebocoran: Meminimalisir risiko kehilangan uang atau barang yang tidak terdata.
  4. Dasar Pengambilan Keputusan: Ingin menambah stok atau membuka cabang? Data penjualan harian adalah jawabannya.


 

Langkah-Langkah Membuat Laporan Penjualan Harian secara Manual

Bagi yang ingin memulai menjalankan pencatatan penjualan, Anda tidak perlu langsung menggunakan perangkat lunak akuntansi yang rumit dan mahal. Anda bisa memulainya dengan buku kas fisik atau tabel sederhana seperti di Google Sheets atau Microsoft Excel. Berikut adalah struktur pencatatan yang disarankan:

 

1.    Siapkan Tabel dengan Kolom Utama

Buatlah kolom-kolom berikut dalam catatan harian Anda:

  • Tanggal & Waktu: Untuk melacak kapan transaksi terjadi.
  • Nama Produk/Jasa: Deskripsi singkat apa yang terjual.
  • Jumlah (Quantity): Berapa banyak unit yang dibeli.
  • Harga Satuan: Harga per unit produk.
  • Total Penjualan: (Jumlah x Harga Satuan).
  • Metode Pembayaran: Tunai, transfer bank, atau dompet digital (QRIS). Ini penting untuk rekonsiliasi uang di tangan.
  • Catatan/Keterangan: Informasi tambahan seperti nama pelanggan atau diskon yang diberikan.

Jika digambarkan seperti kolom berikut ini:

 

2.    Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Bisnis


Ini adalah kesalahan nomor satu pengusaha pemula. Selalu gunakan dompet atau rekening yang berbeda untuk hasil penjualan. Saat mencatat, pastikan angka yang tertulis di buku sesuai dengan uang fisik yang ada di laci atau saldo di rekening bisnis Anda.

Baca Juga: Tips Pengelolaan Keuangan Melalui Pemisahan Keuangan Usaha dan Pribadi

 

3.    Rekapitulasi di Akhir Hari

Setiap toko tutup atau sebelum Anda beristirahat, lakukan "Closing". Jumlahkan semua total penjualan dan bandingkan dengan sisa stok barang (jika menjual produk fisik). Jika Anda menggunakan sistem manual, pastikan semua nota atau struk telah dimasukkan ke dalam buku besar harian.

 

Memanfaatkan Teknologi untuk Efisiensi

Jika mencatat manual terasa melelahkan atau repot, Anda bisa manfaatkan aplikasi Point of Sales (POS) gratis yang banyak tersedia di Play Store atau App Store. Aplikasi seperti Moka POS, Majoo, atau BukuKas dapat membantu mengotomatiskan pencatatan. Anda hanya perlu memasukkan data saat transaksi terjadi, dan sistem akan membuatkan laporan harian secara otomatis.

 

Tips Agar “Selalu Ingat untuk Mencatat”

Disiplin adalah kunci utama. Berikut tips agar Anda konsisten dalam mencatat keuangan penjualan:

  1. Catat Seketika: Jangan menunda mencatat hingga akhir hari. Catatlah segera setelah transaksi selesai agar detailnya tidak terlupa.
  2. Sediakan Buku di Dekat Kasir: Pastikan alat tulis dan buku catatan selalu dalam jangkauan mata.
  3. Gunakan Template: Jika menggunakan Excel, buatlah template yang tinggal diisi agar Anda tidak perlu membuat tabel dari awal setiap harinya.

Mencatat penjualan harian adalah langkah awal untuk bertransformasi dari sekadar "berdagang" menjadi "berbisnis". Dengan catatan yang rapi, Anda tidak lagi menebak-nebak keuntungan, melainkan menghitungnya dengan data pasti. Ketelitian di tingkat harian akan memberikan ketenangan pikiran di tingkat bulanan dan tahunan.

Ingatlah bahwa bisnis yang besar selalu dimulai dari pengelolaan hal-hal kecil yang disiplin. Jangan menunggu bisnis Anda menjadi raksasa baru mulai merapikan administrasi. Justru administrasi yang rapi itulah yang akan membantu bisnis Anda tumbuh menjadi besar.

Segera lakukan sejak dini dengan menyiapkan satu buku khusus atau satu folder digital untuk mencatat setiap transaksi Anda. Terapkan langkah-langkah di atas pada usaha Anda agar dapat melihat bagaimana data tersebut akan memberikan perspektif baru bagi masa depan usaha Anda. Selamat mencatat dan semoga sukses dengan usaha Anda!

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang mengelola keuangan usaha, Anda bisa konsultasi secara gratis dengan memanfaatkan fitur Tanya Ahli. Yuk, segera daftarkan diri Anda untuk mendapatkan manfaat lebih dari website Daya.id!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

5.0
Memulai Usaha

Buku Kas Harian Usaha, Panduan Penting untuk Mengetahui Kesehatan Usaha

12 Januari 2025

4.8
Memulai Usaha

5 Alasan Bisnis Tidak Memiliki Profit

14 November 2018

5.0
Memulai Usaha

Mudah Menentukan Harga Jual dengan 2 Pendekatan Ini

10 Oktober 2017

5.0
Memulai Usaha

Cara Bijak Menghabiskan Uang THR Anda

11 Juni 2018

Berikan Pendapat Anda

5 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS