Dirilis

02 Oktober 2019

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Bagi Anda yang baru saja membangun website, istilah backlink mungkin masih kurang familiar. Sebenarnya apa itu backlink dan mengapa istilah backlink kerap kali muncul di pembahasan Search Engine Optimization (SEO)? Kenapa Anda selaku pemilik website sebaiknya memahami dan menerapkan konsep backlink dalam website Anda?

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang backlink. Yuk, disimak bacaan artikel tentang backlink di bawah ini.

Backlink menjadi salah satu unsur penting dalam aktivitas Search Engine Optimization (SEO). Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan rangking website Anda di search engine. Peningkatan rangking website ini bertujuan agar mendapatkan calon customer, leads, atau click yang lebih banyak, sehingga mereka dapat mengunjungi alamat website dan Anda mendapatkan profit.

Masih belum terbayang dengan bentuk backlink? Berikut di bawah ini merupakan contoh dari backlink:




Pada gambar di atas, dapat dijelaskan, apabila Anda membaca artikel tersebut, lalu Anda meng-klik “Baca juga: Agar Jadi Penerima Waralaba yang Hebat”, maka Anda akan dihubungkan langsung dengan sebuah halaman website baru.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang backlink beserta beberapa kriteria backlink yang baik.

1. Memperbanyak Konten di Website
Ketika ingin membuat backlink untuk website Anda, alangkah baiknya Anda memiliki minimal 100 konten dulu dengan usia website kurang lebih 6 bulan. Kenapa harus seperti itu? Hal tersebut dikarenakan, jika Anda membuat backlink, jumlah backlink harus mengikuti bahkan tidak boleh melebihi jumlah pertumbuhan konten di website. Jika melebihi akan menjadi permasalahan dan di pertanyakan oleh pihak search engine.

Selain itu, konten juga harus berkualitas sehingga mendorong pengunjung website berdiam lama di laman web, dan mendorong mereka untuk balik lagi ke laman website Anda (repeat visit).

2. Backlink yang Tidak Natural Dilarang oleh Google
Sebenarnya pihak Google melarang Anda membangun backlink sendiri, terutama jika ingin memanipulasi backlink secara massif. Misal, Anda mendapatkan 10.000 backlink dengan membeli jasa di situs Fiverr seharga $5, akan tetapi, semua backlink itu dibuat oleh aplikasi otomatis. Hasilnya mungkin manis, tetapi hanya untuk sementara. Cara ini tidak tepat untuk situs yang ingin Anda kelola selamanya. Peraturan tersebut dapat Anda lihat di link scheme Google.

3. Berasal dari Website yang Memiliki Otoritas Tinggi
Jika Anda ingin membuat backlink dan bekerjasama dengan website lain, alangkah baiknya bekerjasama dengan media yang sudah ternama,  karena media ternama pasti memiliki kekuatan yang lebih tinggi untuk meng-influence pengguna internet. Selain itu, lebih menguntukan untuk Anda, dibandingkan bekerjasama dengan blog yang baru dibuat kemarin, atau menyisipkan backlink dalam konten website Anda sendiri.

4. Berasal dari Platform yang Bervariasi
Backlink yang baik adalah yang berasal dari beragam platform . Membangun backlink dari satu atau dua jenis platform saja secara intens dan terus menerus dapat menempatkan situs dalam bahaya. Sebab Google akan membaca pola aktivitas penanaman backlink yang tidak wajar. Jadi, upayakan backlink berasal dari platform yang berbeda misalnya, Facebook, Twitter, forum, kontekstual (advertorial), socialbookmark, web 2.0, blogcomment, dan lain-lain.

Misal, 200 backlink hanya dari 1 sumber media besar dibandingkan 200 backlink dari 200 sumber yang bervariasi, yang mana yang lebih baik? Jawabannya adalah 200 sumber bervariasi, karena search engine akan melihat diversifikasi IP address sumber backlink. Diversifikasi IP address merupakan faktor yang penting dalam Search Engine Optimization (SEO).

5. Membuat Anchor Text yang Bervariasi
Anda pasti sering melihat link ke website lain dengan tulisan “klik di sini” atau “baca juga” seperti contoh gambar di bawah ini:




Nah, gambar di atas yang di garis merah merupakan salah satu bentuk dari anchor text. Anchor text merupakan potongan teks berisi tautan yang dapat diklik. Bentuknya cukup berbeda dari teks biasa.

Di mesin pencarian umumnya, anchor text berwarna biru atau berupa teks yang digarisbawahi. Teks ini berguna sebagai informasi bagi pengguna dan search engine mengenai tautan website yang dilampirkan.

Misal, ingin memperkuat website dengan keyword “jual jilbab”, maka yang Anda perlu lakukan adalah membuat banyak backlink dengan anchor text “jual jilbab”. Berikut dibawah ini contoh membuat anchor text.

 
Naked anchor text : https://butikhijab.com
Brand anchor text : butikhijab
Money anchor text : jual jilbab (keyword utama yang Anda target)
Long tail dari money anchor text : jual jilbab murah, beli Jilbab Jakarta, Jilbab murah terbaru
Non descriptive anchor text : klik di sini, sini, klik ini untuk info lebih lanjut

Naked anchor text merupakan ID website Anda, brand anchor text merupakan branding dari usaha Anda, money anchor text merupakan keyword utama yang Anda targetkan jika user ingin mengunjungi laman website Anda, long tail berasal dari money anchor text yang akan memberikan spesifikasi dari produk yang Anda jual, dan non descriptive anchor merupakan teks yang mampu mengajak user untuk meng-klik backlink yang Anda buat.

6. Posisi Meletakkan Backlink
Untuk kebanyakan kasus, backlink yang bagus disarankan ada di dalam artikel  atau berada di jeda antar paragraf kalimat, jangan meletakkan backlink di bagian footer atau bagian bawah dari suatu website.

Backlink yang ada di dalam artikel biasanya memiliki keyword yang terkait di sekitarnya sehingga menambah relevansi keyword di mata Google.

Itulah hal-hal penting dalam membangun backlink. Semoga dengan membaca artikel ini Anda lebih memahami teknis mengoptimasi mesin pencari.

Yuk, kita bangun backlink secara benar!

Sumber:

Rhein Mahatma

Penilaian :

4.8

6 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Rhein Mahatma

Digital Marketing Expert

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS