Informasi Artikel

Dirilis

17 Juli 2026

Penulis Artikel

Ari Handojo


Tag

Pergeseran tarif global yang terjadi saat ini mendorong pergeseran rantai pasokan. Akibatnya, banyak perusahaan mulai mencari sumber pasokan baru yang lebih kompetitif dan bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran yang lebih besar dalam rantai pasokan global.

Bagi pembeli, kualitas produk dan kejelasan asal barang menjadi pertimbangan yang penting. Karena itu, pembeli cenderung mencari pemasok yang dapat diandalkan dan mampu memenuhi permintaan dengan cepat. Kondisi ini menjadi peluang bagi produsen Indonesia untuk menjadi pemasok alternatif di pasar global. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, Anda perlu memenuhi aturan asal barang (Rules of Origin/ROO), menjaga kualitas produk, dan memastikan pengiriman dilakukan tepat waktu.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga menyoroti berbagai ketidakpastian yang dapat menjadi hambatan dalam pertumbuhan perdagangan global. Namun, negara yang mampu bergerak cepat dan beradaptasi memiliki peluang untuk mengisi kekosongan pasokan yang muncul di pasar internasional.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan di Karawang yang memproduksi bagian logam presisi kini menargetkan pasar Amerika Serikat dengan memanfaatkan perubahan tarif terhadap produk asal China. Perusahaan tersebut menganalisis kode HS produk dan mencari sumber bahan baku dari kawasan ASEAN melalui berbagai pemasok. Setelah itu, mereka menyusun rantai pasokan bahan baku sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dituju. Hasilnya, perusahaan berhasil memperoleh kontrak pasokan selama 12 bulan dengan waktu pengiriman 30–35 hari dan tingkat cacat produk di bawah 2 persen. Berkat kinerja yang baik, pelanggan kemudian memperpanjang kontrak tersebut untuk tahun berikutnya.

Baca juga: Peluang Ekspor Indonesia 2026: Tantangan Global, Kesempatan Baru bagi UKM

 

Strategi Menjadi Pemasok Alternatif Pasar Global


 

1.    Pahami Kode HS dan Rules of Origin (ROO)

Identifikasi kode HS produk yang Anda ekspor, pelajari aturan asal barang atau ROO dalam perjanjian perdagangan yang relevan, seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Selain itu, pahami dokumen yang diperlukan, seperti Certificate of Origin (CO), invoice, packing list, dan bill of lading. Langkah ini bisa membantu produk Anda memperoleh fasilitas tarif yang lebih menguntungkan. Misalnya, Anda bisa menghemat biaya ekspor jika produk memenuhi syarat untuk mendapatkan tarif khusus dari perjanjian perdagangan.

 

2.    Manfaatkan Fasilitas KITE atau Kawasan Berikat

Jika usaha Anda menggunakan bahan baku impor untuk menghasilkan produk ekspor, pertimbangkan untuk memanfaatkan fasilitas KITE atau kawasan berikat. Fasilitas ini memungkinkan penangguhan bea masuk sehingga arus kas usaha dapat lebih terjaga. Misalnya, Anda dapat menunda pembayaran bea masuk untuk bahan baku impor yang digunakan dalam produk ekspor.

 

3.    Bangun Kualitas dan Kepatuhan Sejak Awal

Pastikan kualitas produk terjaga melalui pengendalian proses produksi, pemantauan kualitas, dan sistem penelusuran produk yang baik. Sertifikasi seperti ISO 9001, ISO 14001, atau ISO 45001 juga dapat meningkatkan kepercayaan calon pembeli dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

 

4.    Tawarkan Keunggulan Kompetitif

Selain harga yang kompetitif, Anda dapat menarik perhatian pembeli dengan keunggulan usaha Anda seperti, waktu produksi yang lebih cepat, jumlah minimum pemesanan (MOQ) yang terjangkau, serta kemampuan menyesuaikan desain atau spesifikasi produk sesuai kebutuhan pelanggan.

 

5.    Bangun Kemitraan Logistik Pasar Global

Pilih mitra logistik atau freight forwarder yang memiliki kapasitas dan jaringan yang kuat. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko keterlambatan pengiriman dan memiliki alternatif jalur distribusi saat terjadi kendala pada moda transportasi tertentu.

 

6.    Susun Harga yang Transparan

Buat perhitungan harga yang jelas dengan mempertimbangkan volume pesanan, biaya logistik, serta perubahan harga bahan baku. Transparansi harga dapat membantu membangun kepercayaan dan memudahkan negosiasi dengan calon pembeli.

Baca juga: Strategi Menghadapi Gempuran Tarif Impor Amerika, Adaptasi Ekonomi Indonesia

Pergeseran tarif global membuka peluang baru bagi produsen Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasokan dunia. Dengan memahami aturan asal barang (ROO), memanfaatkan fasilitas bea cukai, serta menjaga kualitas produk dan ketepatan waktu pengiriman, usaha Anda dapat menjadi pemasok yang lebih kompetitif di pasar internasional. Tidak hanya sebagai pemasok alternatif, tetapi juga sebagai mitra bisnis yang dipercaya oleh pelanggan di pasar global. Dengan persiapan yang tepat, perubahan tarif global tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang bagi usaha Anda untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

Ingin mengetahui strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha dan menembus pasar global? Konsultasikan langsung kebutuhan bisnis Anda dengan business coach melalui fitur Tanya Ahli di Daya.id. Daftarkan diri Anda sekarang dan dapatkan akses ke berbagai artikel, pelatihan, serta solusi bisnis yang bisa membantu usaha Anda tumbuh dengan lebih optimal. 

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

Kumpulan informasi dan tips dari Daya terkait dengan topik yang sama

Premium sparkles
5.0
Platform IoT untuk UMKM: Tips Hemat & Praktis untuk Anda
Artikel Ahli
Operasional

Platform IoT untuk UMKM: Tips Hemat & Praktis untuk Anda

07 Mei 2026

5.0
Tips Bikin SOP Sederhana untuk UMKM
Operasional

Tips Bikin SOP Sederhana untuk UMKM

06 Januari 2026

5.0
Model Bisnis untuk Fondasi Kesuksesan Berwirausaha
Artikel Ahli
Operasional

Model Bisnis untuk Fondasi Kesuksesan Berwirausaha

09 November 2025

5.0
LinkedIn: Manfaatkan Jaringan Profesional Untuk Bisnis Anda
Artikel Ahli
Operasional

LinkedIn: Manfaatkan Jaringan Profesional Untuk Bisnis Anda

04 November 2025

Berikan Pendapat Anda