Dirilis

22 Agustus 2023

Penulis

Khalid Hafizh Sulaiman

Barbie, ikon boneka pirang yang telah merajai panggung dunia mainan dan mengukir namanya sebagai salah satu merek paling ikonik di Amerika. Saat ini, boneka Barbie telah menginjak 64 tahun sejak pertama kali memulai debutnya pada 9 Maret 1959 di Pameran  Mainan Internasional di New York. Barbie telah mencatatkan prestasi gemilangnya dengan pendapatan penjualan global mencapai US$1.5 miliar pada tahun 2022. Tak hanya itu, nilai merek Barbie sendiri sudah mencapai US$590 juta. Di balik keberhasilannya yang luar biasa, Mattel juga pernah mengalami penolakan dari industri mainan yang enggan merangkulnya. Namun Mattel tetap gigih mempromosikan Barbie sehingga Ia dapat memikat hati berbagai generasi sampai saat ini dan menjadi sumber perbincangan menarik bagi sosiolog, psikolog, dan para pengamat budaya.

Barbie tak hanya dikenal sebagai inspirasi bagi para gadis muda, tetapi juga menjadi simbol standar kecantikan wanita yang kerap dikritik tak realistis. Berjalan lebih dari lima puluh tahun, boneka ini terus mempertahankan dominasinya di pasaran dan tetap menjadi salah satu mainan paling laris. Dengan upaya promosi yang penuh perhitungan, Barbie telah mampu menciptakan tempat istimewa di hati para penggemar dari segala usia, walaupun Barbie dirancang khusus untuk anak-anak mulai usia 3 tahun ke atas.

Melalui artikel ini, kita akan membongkar rahasia dibalik kesuksesan Barbie yang mendunia dengan mengupas strategi bisnis yang digunakan oleh Mattel untuk menjadikan Barbie bukan sekedar produk, tetapi sebuah ikon ikonik yang tak tergoyahkan. 

 

Strategi Bisnis Boneka Barbie

Pendekatan yang diambil oleh Mattel terhadap Barbie begitu beragam, dengan pengenalan sejumlah karakter untuk menjadi teman dalam dunia imaginernya. Hubungan Barbie dengan keluarga dan sahabatnya tergambar dalam karakter-karakter seperti Ken (1961), adik perempuannya Skipper (1964), Midge (1963), dan Christie (1968), karakter kulit hitam pertama dalam dunia Barbie. Kehadiran karakter-karakter dengan latar belakang dan kepribadian yang khas untuk menciptakan brand story telah membantu menjaga keabadian merek Barbie. 

Mattel berhasil memperpanjang umur merek Barbie dengan membawanya ke ranah produk-produk lain selain boneka, seperti pakaian, aksesori, kosmetik, dan hiburan seperti musik, film, dan permainan. Baru-baru ini, film live-action pertama Barbie dengan anggaran besar telah tayang di bioskop pada Juli 2023 dengan sutradara Greta Gerwig. Dengan rating PG-13, film ini menarik berbagai penonton dari berbagai usia dan telah berhasil meraih pendapatan sebesar Rp2,3 triliun. Strategi ini berhasil mencetak rekor box office serta menarik konsumen yang mempunyai kenangan manis terhadap produk ikonik Barbie.

Barbie juga mengimplementasikan strategi kolaborasi dengan berbagai merek terkenal sebagai bagian dari upaya mereka untuk memberikan pengalaman yang beragam dan menarik bagi para penggemarnya. Kolaborasi ini memadukan citra ikonik Barbie dengan elemen unik dari merek lain yang populer di kalangan konsumen. Misalnya, kerja sama Barbie dengan Cold Stone Creamery, brand es krim terkenal, dengan merilis koleksi es krim yang terinspirasi oleh karakter Barbie. Hal ni memberikan pengalaman manis bagi para pecinta Barbie yang juga gemar es krim.

Taglineif you love and hate Barbie, this movie is for you” juga merupakan langkah strategis untuk memperluas cakupan audiens, baik itu penggemar setia Barbie maupun orang yang merasa skeptis dan kurang tertarik pada karakter Barbie. Walaupun penggunaan kata "benci" dalam strategi pemasaran memiliki risiko, Barbie menyadari bahwa hal ini mampu menarik perhatian dan membangkitkan rasa ingin tahu penonton. Kata tersebut memicu emosi dan reaksi, mendorong orang untuk lebih mendalami isi film. Dengan strategi ini, Barbie berhasil menciptakan sensasi dan antusiasme mengelilingi film terbaru mereka, sambil membuka dialog dengan penonton dari berbagai latar belakang dan pandangan.

Mattel mengambil keuntungan dari sentuhan nostalgia, yaitu dengan menarik perhatian baik dari orang dewasa maupun anak perempuan muda. Hal ini telah mengokohkan kepercayaan terhadap merek dan merangsang peningkatan penjualan. Sentuhan nostalgia juga memiliki pengaruh positif terhadap preferensi konsumen. Selain itu, Mattel berhasil merilis beberapa koleksi desainer dan edisi terbatas dari boneka Barbie yang hanya tersedia di toko-toko khusus. Koleksi-koleksi eksklusif ini secara khusus ditargetkan bagi para penggemar dewasa karena memiliki harga sedikit lebih tinggi dari boneka Barbie biasa. Mattel berhasil mengambil langkah maju dalam memperkuat citra Barbie, mencapai segmen pasar baru, serta meningkatkan angka penjualan. Namun, kesuksesan ini bukan tanpa risiko, khususnya ketika merek Barbie diperluas ke ranah yang lebih luas dari sekadar boneka.

Berkat strategi yang sudah disebutkan di atas, Barbie telah mendapatkan banyak keuntungan. Barbie berhasil memperluas jangkauan audiensnya, meningkatkan relevansi dan citra merek, serta menciptakan hubungan emosional yang lebih dalam dengan penggemarnya. Strategi inovatif ini tidak hanya meningkatkan penjualan dan menghadirkan nilai tambah bagi konsumen melalui produk-produk khusus, tetapi juga menggali potensi kreatif Barbie melalui eksplorasi berbagai industri. Dengan merancang tagline berani, Barbie juga berhasil menciptakan buzz yang meningkatkan popularitas film terbaru dan membuka dialog dengan beragam latar belakang dan pandangan, membantu merek ini terus berinovasi, relevan, dan menarik di tengah perubahan era.

Apabila Anda masih memiliki pertanyaan, Anda dapat mengakses fitur Tanya Ahli dan dapat berdiskusi lebih lanjut dengan para ahli. Anda juga dapat mengunjungi Daya.id untuk mengetahui tips dan peluang usaha lainnya. Jangan lupa segera daftarkan diri Anda untuk bisa mendapatkan manfaat menarik lainnya!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

3 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Bariansyah Dwiputra Wn

14 September 2023

Mantap

Balas

. 0

Junaedi

13 September 2023

Mantap

Balas

. 0

Bariansyah Dwiputra Wn

13 September 2023

Mantap

Balas

. 0

Junaedi

11 September 2023

?

Balas

. 0

Devi Susanti

06 September 2023

Mantap

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS