Dalam dunia pemasaran digital, mengukur efektivitas iklan menjadi tantangan tersendiri. Tidak seperti model pemasaran tradisional yang hanya mengandalkan satu titik kontak, perjalanan konsumen saat ini sering melibatkan banyak interaksi dengan berbagai saluran dan media.
Oleh karena itu, metode evaluasi performa iklan juga harus berkembang, dan salah satu pendekatan yang semakin populer adalah multi-touch attribution.
Apa Itu Multi-Touch Attribution?
Secara sederhana, multi-touch attribution merupakan metode pengukuran yang memberikan kredit terhadap berbagai titik kontak (touchpoints) yang dilalui konsumen sebelum melakukan aksi yang diinginkan, seperti pembelian produk, registrasi, atau unduhan aplikasi. Berbeda dengan model atribusi satu sentuhan (single-touch attribution) yang hanya memberikan kredit pada satu interaksi terakhir atau pertama, multi-touch attribution mencoba memberikan porsi nilai kepada setiap langkah yang berkontribusi dalam perjalanan konsumen.
Sebagai contoh, seorang calon pelanggan melihat iklan di media sosial dan membaca review produk di blog, kemudian menerima email promo, yang akhirnya melakukan pembelian lewat iklan Google Ads. Dalam multi-touch attribution, semua interaksi tersebut dinilai sebagai kontributor, tidak hanya yang terakhir atau yang pertama.
Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Funnel Marketing Untuk Konversi Maksimal
Mengapa Multi-Touch Attribution Penting?
Di era digital yang kompleks, perjalanan pelanggan bukanlah proses linier. Pelanggan dapat berinteraksi dengan merek melalui berbagai channel dan perangkat dalam berbagai waktu. Jika bisnis hanya mengandalkan data dari satu titik kontak, akan berisiko kehilangan gambaran penuh tentang bagaimana iklan bekerja secara efektif.
Berikut Adalah beberapa alasan multi-touch attribution menjadi penting:
- Memahami peran setiap channel: Dengan multi touch attribution, bisnis dapat mengetahui kontribusi masing-masing channel pemasaran, baik itu media sosial, email, search engine, maupun iklan display.
- Optimalisasi anggaran iklan: Dengan data yang lebih akurat tentang performa tiap touchpoint, budget iklan dapat dialokasikan dengan lebih efektiff ke channel yang lebih memberikan dampak positif.
- Meningkatkan pengalaman pelanggan: Mengetahui perjalanan pelanggan secara lengkap membantu bisnis merancang strategi komunikasi yang lebih personal dan relevan.

Berbagai Model Multi-Touch Attribution
Ada beberapa model multi-touch attribution yang sering digunakan, dan setiap model memiliki cara berbeda dalam memberikan nilai pada touchpoints:
- Linear attribution: memberikan porsi nilai yang sama pada setiap titik kontak. Misalnya, jika ada lima interaksi sebelum konversi, masing-masing mendapat 20% dari nilai konversi.
- Time decay attribution: memberikan nilai lebih besar pada interaksi yang lebih dekat dengan waktu konversi. Ini didasarkan asumsi bahwa touchpoint terakhir lebih berpengaruh.
- U-Shaped (Position-Based) attribution: memberikan nilai lebih besar pada interaksi pertama dan terakhir, sementara touchpoint di tengah diberi nilai lebih kecil.
- W-Shaped Attribution: mirip dengan U-Shaped, tapi juga memberikan bobot penting pada interaksi yang terjadi di tengah, seperti lead creation atau engagement.
- Data driven attribution: menggunakan machine learning untuk menganalisis data historis dan menentukan bobot nilai setiap touchpoint secara dinamis berdasarkan pengaruhnya terhadap konversi.
Tantangan dalam Implementasi Multi-Touch Attribution
Meskipun menawarkan banyak keuntungan, multi-touch attribution juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dipahami:
- Pengumpulan data yang kompleks: agar model multi-touch attribution efektif, bisnis harus mengumpulkan data dari berbagai channel dan menyatukannya secara konsisten, baik secara teknis maupun dalam hal format data.
- Privasi dan regulasi: kebijakan privasi seperti GDPR atau aturan serupa membatasi bagaimana data pelanggan dapat dikumpulkan dan digunakan, yang berdampak pada kelengkapan data atribut.
- Keterbatasan teknologi dan integrasi: tidak semua platform iklan atau analitik menyediakan dukungan optimal untuk multi-touch attribution, sehingga diperlukan sistem integrasi yang mumpuni.
- Interpretasi data yang rumit: model atribusi yang kompleks memerlukan keahlian dalam analisis data agar hasilnya dapat dipahami dan diterjemahkan menjadi stratgi pemasaran yang efektif.
Baca Juga: Cara Membuat dan Menganalisis UTM untuk Kampanya Multi-Kanal
Praktik Terbaik Memanfaatkan Multi-Touch Attribution
Untuk memaksimalkan manfaat dari multi-touch attribution, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Konsolidasi data secara terpusat: Gunakan platform data managemeng atau Customer Data Platform (CDP) yang mampu menggabungkan data dari berbagai sumber secara real-time.
- Uji coba berbagai model: karena tidak ada satu model yang cocok untuk semua bisnis, coba gunakan beberapa model atribusi dan analisis perbedaannya.
- Kolaborasi antara tim pemasaran dan data: pastikan tim pemasaran dan data bekerja sama untuk menafsirkan hasil atribusi agar keputusan yang diambil tepat sasaran.
- Tetap perhatikan privasi: pastikan semua pengumpulan dan pemrosesan data mematuhi regulasi dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Multi-touch attribution menjadi alat yang sangat penting dalam strategi pemasaran digital masa kini. Dengan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusi berbagai touchpoint dalam perjalanan konsumen, metode ini membantu bisnis mengoptimalkan pengeluaran iklan, memahami perilaku pelanggan lebih dalam, dan meningkatkan efektivita kampanye.
Namun, multi-touch attribution bukanlah solusi instan yang mudah dijalankan. Diperlukan kesiapan teknologi, data dan sumber daya manusia yang memadai untuk dapat mengelola dan memanfaatkan data atribusi dengan tepat. Dengan pendekatan yang matang, multi-touch attribution dapat menjadi kunci sukses untuk menghadapi tantangan pemasaran digital yang semakin kompleks.
Memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait multi touch attribution untuk bisnis Anda? Dapatkan konsultasi gratis kepada ahli bisnis melalui fitur Tanya Ahli. Segera Daftar akun di Daya.id dan akses informasi selengkapnya secara gratis!.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda