Dirilis

10 Juli 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Meskipun bukan pegawai tetap, para pekerja lepas atau freelancer juga memiliki peran penting dalam menyukseskan sebuah proyek. Termasuk jika proyek penyelenggaraan event. Tetapi sebaiknya Anda mengupah mereka dengan nilai yang sesuai. Berapa ya kira-kira?

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menentukan gaji freelancer.

1. Berikan Gaji Secara Rasional karena Pahami Freelancer Juga Pekerja Profesional
Freelancer juga profesional. Mereka adalah orang-orang yang siap bekerja dan membuat acara Anda menjadi lebih baik, bahkan sukses. Pola pikirnya ialah Anda merekrut Freelancer karena membutuhkan bantuan mereka, bukan hanya karena bisa membayar gaji lebih murah. Dengan demikian, Anda kemungkinan bisa memberi gaji freelancer secara rasional dan manusiawi.

2. Gaji Freelancer Lebih Murah dari Pegawai Tetap Karena Jam Kerja yang Berbeda
Para pegawai tetap harus mendapat gaji yang lebih tinggi dibanding para freelancer. Kenapa? Karena mereka memiliki perbedaan jam kerja dan tanggung jawab terhadap perusahaan. Freelancer umumnya tidak datang tiap hari, bahkan bisa hanya berkomunikasi lewat gawai. Berbeda dengan para pegawai tetap yang tiap hari harus mengeluarkan biaya untuk pergi ke kantor dan bekerja dengan Anda. Kecuali memang bila freelancer tersebut memiliki jam kerja yang lebih daripada para pegawai tetap. Namun hal ini sangat jarang terjadi.

Umumnya freelancer digaji 30%-50% lebih murah daripada para pegawai tetap. Namun bila mereka bekerja lebih, Anda bisa menaikkannya jadi 70% dari gaji pegawai tetap. Bila performanya benar-benar luar biasa, misalnya si freelancer bisa memberikan profit dua kali lebih tinggi dari target yang ditentukan, barulah Anda punya alasan untuk memberi mereka gaji yang lebih dari para pegawai tetap.

3. Tingkat Pengalaman Juga Menjadi Titik Utama
Pengalaman menangani acara juga bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan gaji freelancer. Bila mereka tak memiliki pengalaman sama sekali, sebaiknya Anda tak memberikan gaji terlalu tinggi. Sebaliknya, jika mereka memiliki pengalaman yang banyak, apalagi di acara-acara besar, sebaiknya beri gaji mereka lebih tinggi. Tanyakan pula kepada para freelancer tentang gaji yang mereka harapkan. Jangan ragu untuk mengatakan tidak kepada gaji yang Anda anggap terlalu tinggi.

4. Pengalaman Lebih Penting daripada Pendidikan
Berbeda dengan banyak sektor pekerjaan lain, Event Organizer tidak melihat status pendidikan pekerjanya. Bekerja di event adalah sebuah pengalaman bukan soal pendidikan tinggi atau rendah. Kecuali ia memiliki pendidikan di bidang yang sesuai dengan job desc-nya. Seperti desainer yang mengenyam pendidikan tinggi, dan Anda mau mempekerjakannya di bidang desain.

Bila ia lulusan S3 sekalipun kalau tak ada pengalaman sama sekali di bidang event, sebaiknya Anda tidak memberikan harga tinggi kepadanya. Apalagi bila S3 tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan Anda. Oleh karena itu, pekerjakanlah freelancer yang benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang akan Anda berikan.

Menjadi freelancer tidak bisa Anda pandang sebelah mata. Tetap perhatikan upah mereka dan pegawai tetap yang sudah loyal kepada Anda. Oleh sebab itu, pikirkan dengan matang sebelum memutuskan untuk mengambil seorang freelance: apa yang Anda butuhkan dan berapa gaji yang rasional.

Sumber:

diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS