Kata radiasi identik dengan sesuatu yang berbahaya: penyakit serius, kanker, atau kecelakaan nuklir. Padahal, tanpa disadari, radiasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Baca Juga: Bahaya Mikroplastik dalam Makanan
Mulai dari sinar matahari, ponsel yang kita gunakan, hingga pemeriksaan medis seperti rontgen—semuanya melibatkan radiasi. Pertanyaannya bukan sekadar “ada atau tidak”, melainkan seberapa besar paparannya dan bagaimana kita menyikapinya.
Baca Juga: Apa itu Jejak Karbon?
Agar tidak salah paham, mari kita pahami dulu apa itu radiasi dan bagaimana pengaruhnya bagi tubuh.
Apa Itu Radiasi?
Secara sederhana, radiasi adalah energi yang bergerak dalam bentuk gelombang atau partikel. Energi ini memiliki spektrum frekuensi yang luas, dari yang sangat rendah hingga sangat tinggi.
Beberapa karakteristik radiasi antara lain:
- Tidak dapat dideteksi oleh panca indera
- Tidak berwarna dan tidak berbau
- Dapat berinteraksi dengan materi, termasuk sel tubuh manusia
- Hanya bisa diukur dengan alat khusus
Berdasarkan energinya, radiasi dibagi menjadi dua kelompok besar: radiasi pengion dan radiasi non-pengion.
Radiasi Pengion: Energi Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Radiasi pengion adalah radiasi dengan energi cukup tinggi untuk melepaskan elektron dari atom, sehingga dapat menyebabkan ionisasi. Proses ini berpotensi merusak sel dan DNA jika paparannya berlebihan.
Beberapa jenis radiasi pengion yang umum dikenal antara lain:
1. Radiasi Alfa
Berupa partikel berat bermuatan positif. Radiasi ini sebenarnya tidak mampu menembus kulit, bahkan selembar kertas sudah cukup untuk menahannya. Namun, jika zat pemancar alfa masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, atau pernapasan, radiasi ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada jaringan internal.
2. Radiasi Beta
Terdiri dari partikel elektron dengan daya tembus lebih besar dibanding alfa. Radiasi beta dapat menembus beberapa sentimeter air dan biasanya dapat dihalangi oleh lapisan aluminium tipis.
3. Sinar Gamma
Merupakan radiasi elektromagnetik berenergi sangat tinggi. Sinar gamma mampu menembus tubuh manusia dan memerlukan pelindung khusus seperti timah atau beton tebal.
4. Radiasi Neutron
Partikel ini tidak bermuatan, tetapi sangat tembus dan berbahaya. Neutron hanya dapat dihentikan oleh bahan tertentu seperti air, parafin, atau beton tebal.
Dari Mana Radiasi Pengion Berasal?
Radiasi pengion berasal dari dua sumber utama:
1. Sumber Alami
Tanpa kita sadari, alam sudah memancarkan radiasi sejak dulu, antara lain dari:
- Sinar kosmik dari luar angkasa
- Unsur radioaktif di kerak bumi (uranium, torium, kalium)
- Udara yang kita hirup (radon)
- Makanan dan minuman tertentu
- Bangunan, lantai, dan dinding rumah
- Bahkan dari tubuh kita sendiri
2. Sumber Buatan
Radiasi pengion buatan manusia antara lain berasal dari:
- Pemeriksaan medis (sinar-X, CT scan)
- Limbah radioaktif
- Kecelakaan nuklir
- Proses industri tertentu
![]()
Radiasi Non-Pengion: Lebih Dekat dengan Aktivitas Harian
Berbeda dengan radiasi pengion, radiasi non-pengion memiliki energi lebih rendah dan tidak menyebabkan ionisasi. Jenis radiasi ini sering disebut sebagai medan elektromagnetik.
Sumber radiasi non-pengion sangat dekat dengan aktivitas kita sehari-hari, seperti:
- Telepon seluler
- Perangkat GPS
- Radio dan televisi
- Peralatan listrik rumah tangga
- Kabel listrik dan jaringan transmisi
- Medan magnet bumi
- Sinar inframerah
- Cahaya matahari yang tampak
- Badai petir
Pada tingkat paparan normal, radiasi non-pengion umumnya tidak berbahaya.
Manfaat Radiasi dalam Berbagai Bidang
Meski sering dikaitkan dengan risiko, radiasi juga memiliki manfaat besar, terutama jika digunakan dengan pengawasan yang tepat.
1. Bidang Medis
- Rontgen dan CT scan untuk mendiagnosis penyakit
- Kedokteran nuklir untuk terapi kanker
- Pemeriksaan organ tubuh dengan radioisotop
2. Bidang Industri
- Pengukur kepadatan dan aliran material
- Detektor asap
- Rambu darurat yang menyala dalam gelap
- Sterilisasi alat medis
- Eksplorasi cadangan minyak dan gas
Dampak Radiasi bagi Tubuh
Dampak radiasi sangat bergantung pada dosis dan durasi paparan:
- Paparan dosis rendah dari alam umumnya tidak berbahaya
- Paparan dosis tinggi dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker
- Paparan sangat tinggi bisa menyebabkan cedera serius atau kematian
Jika seseorang terpapar radiasi tingkat tinggi dalam waktu singkat, dapat terjadi Sindrom Radiasi Akut (ARS), dengan gejala seperti mual, muntah, diare, dan sakit kepala. Selain itu, cedera pada kulit seperti kemerahan, gatal, hingga lepuh juga bisa muncul.
Kelompok yang paling rentan terhadap efek radiasi meliputi:
- Janin dalam kandungan
- Bayi dan anak-anak
- Lansia
- Ibu hamil
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah
Cara Mencegah Paparan Radiasi Berlebihan
Dalam keselamatan radiasi, ada tiga prinsip dasar yang perlu diingat: waktu, jarak, dan perisai.
1. Waktu
Semakin singkat waktu paparan, semakin kecil risikonya. Jika berada di area dengan radiasi tinggi, segera selesaikan aktivitas dan tinggalkan lokasi.
2. Jarak
Semakin jauh jarak dari sumber radiasi, semakin aman. Intensitas radiasi akan berkurang seiring bertambahnya jarak.
3. Perisai
Gunakan penghalang yang sesuai dengan jenis radiasi, mulai dari kertas hingga timbal atau beton tebal.
Prinsip ini bisa kita lihat dalam pemeriksaan rontgen, di mana petugas berada di balik dinding pelindung untuk menghindari paparan berulang.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sebagai langkah tambahan, terapkan kebiasaan berikut:
- Cuci tangan dengan sabun
- Gunakan masker jika diperlukan
- Minum air putih yang cukup
- Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Hindari area terpapar radiasi
- Mandi dan ganti pakaian setelah dari area berisiko
- Ikuti informasi resmi terkait pencemaran radiasi
- Laporkan jika menemukan hal mencurigakan
Radiasi tidak selalu berbahaya, tetapi ketidaktahuanlah yang membuatnya berisiko. Dengan pemahaman yang benar dan perilaku yang tepat, kita bisa hidup berdampingan dengan radiasi secara aman dan bijak.
Jika Anda butuh saran lebih lanjut terkait topik ini, Anda bisa berkonsultasi di Tanya Ahli. Silakan daftarkan diri Anda untuk akses gratis di Daya.id.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda