Dirilis

23 November 2020

Penulis

Indonesia Sports Medicine Centre

Penyakit Alzheimer telah menjadi suatu penyakit yang meningkat secara signifikan akhir-akhir ini. Penyakit Alzheimer atau yang kerap disebut dengan penyakit pikun, merupakan penyakit dengan gangguan progresif neurodegenerative yang umumnya dialami pada lansia dimana terjadi kehilangan memori dan kerusakan multiple cognitive. Biasanya penyakit ini disertai dengan beberapa gejala kerusakan otak seperti amnesia, apraxia, agnosia dan aphasia. Penyakit ini dihubungkan dengan demensia dan dialami sekitar 80% pada penderita Alzheimer. Diperkirakan ada sekitar 24 juta penduduk dunia yang menderita penyakit Alzheimer. Pada tahun 2050 diperkirakan bahwa penderita Alzheimer akan meningkat empat kali lebih tinggi. Hal ini menjadi suatu peringatan karena diperkirakan bahwa pada tahun 2050 itu, jumlah populasi dunia dengan usia di atas 65 tahun meningkat tiga kali lebih tinggi, mencapai sekitar 1.5 miliar penduduk dunia. Apalagi faktor utama penyebab penyakit Alzheimer adalah faktor usia.

Penyebab Penyakit Alzheimer

Beberapa faktor rIsiko yang dihubungkan dengan terjadinya penyakit Alzheimer menjadi begitu kompleks. Faktor yang berkaitan dengan penyakit ini adalah usia, penyakit diabetes, faktor genetika, sleep disorder, nutrisi, riwayat cedera kepala, penyakit cardiovascular, merokok, hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia dengan latar belakang pendidikan yang rendah dan lingkungan sosial yang kurang baik dapat memengaruhi ppenyakit Alzheimer tersebut. Berdasarkan faktor tersebut di atas, penyakit Alzheimer dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Cegah Penyakit Alzheimer dengan Olahraga

Aktivitas fisik yang kurang menjadi salah satu faktor resiko terjadinya penyakit Alzheimer ini. Pada suatu penelitian dikatakan bahwa dengan aktivitas fisik atau olahraga yang cukup dapat membantu memperlambat faktor penuaan. Aktivitas fisik atau exercise dapat memberikan efek pada tiga bagian di otak seperti: vascular physiology, hippocampal volume dan neurogenesis. Dengan aktivitas fisik atau exercise dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan aliran darah cerebral. Aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat menurunkan gejala-gejala demensia sekitar 28% – 45%. Ditemukan juga bahwa dengan latihan aerobic intensitas sedang dapat meningkatkan memori dan atensi seseorang serta membantu mencegah penurunan kognitif. Jadi aktivitas fisik atau exercise dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit Alzheimer dan juga dapat digunakan untuk penangangan pasien dengan Alzheimer. Berbagai aktivitas yang dilakukan menstimulasi penyegaran organ otak agar tetap dalam kondisi bugar dan memperlambat proses penurunan kapasitas otak.

Olahraga yang dapat digunakan untuk pencegahan dan penangangan penyakit Alzheimer adalah .

1. Latihan Aerobik dan Latihan Cardio

Latihan dilakukan untuk meningkatkan aliran darah ke otak serta meningkatkan status kebugaran jantung paru. Lakukan latihan aerobik dengan intensitas sedang, waktu sekitar 30-60 menit sesering mungking dalam frekuensi yaitu lima kali seminggu.

Jenis latihan atau olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan cepat, bersepeda, senam, berlari, tennis dll. (Baca juga: Pengaruh Latihan Aerobik dan Latihan Beban terhadap Fungsi Kognitif)

 

2. Latihan Strengthening dan Latihan Resistance

Latihan strengthening dapat membantu perbaikan posture dan fungsi motorik serta dapat membantu membantu mencegah resiko terjadinya penyakit Alzheimer. Sedangkan latihan resistance melatih durasi ketahanan tubuh dalam melakukan suatu aktivitas tertentu.

Latihan dapat dilakukan dengan menggunakan alat seperti dumbbell, barbell dan resistance bands atau tanpa alat seperti latihan kalistenik. Dapat dilakukan dengan frekuensi 2-3x seminggu, sebanyak 2-3 set, 10-12 repetisi setiap otot-otot besar. Namun tetap perhatikan kapasitas diri Anda saat melakukan aktivitas olahraga.

 

3. Latihan Fleksibilitas dan Keseimbangan

Latihan Fleksibilitas dan keseimbangan dapat membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Jenis latihan terkait kelenturan tubuh dapat berupa peregangan dinamis dan statis, yoga, pilates, taichi. Olahraga ini dapat dilakukan di rumah saja, sesuai dengan kondisi pandemi COVID-19 yang saat ini belum berakhir. Anda hanya perlu menyiapkan matras dan melakukan berbagai gerakan yang melatih kelenturan tubuh.

Latihan ini bisa dilakukan setiap hari.

Baca juga: Menari, Cara Aktivitas Sehat nan Menyenangkan Bagi Lansia

Lansia Juga Bisa Tetap Aktif, Tapi Lakukan Ini dengan Benar

 

Semua latihan yang diberikan diatas sangat tergantung dari tingkat kesehatan dan tingkat kebugaran pasien Alzheimer, dan diperlukan untuk melakukan tes dan evaluasi serta supervisi oleh tenaga professional. Jika Anda ingin bertanya lebih jauh seputar olahraga yang spesifik bagi pasien Alzheimer atau untuk mencegah penyakit tersebut, tanyakan langsung pada ahlinya di fitur Tanya Ahli daya.id. Salam olahraga!

Sumber:

Indonesia Sports Medicine Centre

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

dr. Zeth Boroh, Sp.KO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS