Dirilis

22 September 2022

Penulis

Oky Setiarso

Memecat karyawan adalah sesuatu hal yang tidak mudah, apalagi jika karyawan tersebut sudah bekerja cukup lama. Kehilangan pekerjaan merupakan salah satu hal yang paling tidak diinginkan oleh seorang karyawan. Namun hal tersebut bisa saja terjadi jika karyawan tersebut melakukan kesalahan. Tidak perlu ragu untuk melakukan tindakan tegas kepada karyawan yang melakukan kesalahan yang berisiko apalagi sampai dapat mengakibatkan reputasi perusahaan hancur.

 

Alasan Memecat Karyawan

Berikut beberapa alasan memecat karyawan, yang dapat Anda pertimbangkan.

 

1. Karyawan melakukan pelecehan seksual, intimidasi, kekerasan, atau pengabaian keselamatan

Karyawan yang melecehkan secara seksual atau mendiskriminasi sesama karyawan biasanya akan langsung dipecat. Begitu juga karyawan yang tidak mematuhi kebijakan keselamatan kerja atau menggertak rekan kerja mereka. Juga dapat diterima untuk segera memecat karyawan yang melakukan kekerasan atau mengancam kekerasan terhadap karyawan lain.

Baca Juga: Pekerjaan Saat Ini Sesuai dengan Keinginan Kita?

 

2. Penggunaan narkoba atau alkohol

Hal yang dapat terjadi apabila karyawan minum segelas anggur bahkan sampai mabuk di acara perusahaan. Selain berdampak buruk untuk perusahaan juga menimbulkan bahaya. Penggunaan narkoba dan alkohol di kantor, di tempat kerja adalah alasan yang sah untuk memecat seseorang.

 

3. Memiliki perilaku tidak etis

Perilaku tidak etis mencakup pelanggaran seperti memalsukan catatan perusahaan, berbohong tugas pekerjaan, dan menyembunyikan informasi yang apabila diungkapkan kepada publik dapat membuat masalah dalam hubungan bermasyarakat. Setiap contoh perilaku yang tidak etis, tidak peduli seberapa parah, adalah alasan untuk pemecatan.

 

4. Merusak aset atau properti perusahaan

Pada tahap tertentu, apabila seorang karyawan dengan sengaja merusak mesin, komputer, atau ruang kantor perusahaan yang mengakibatkan konsekuensi finansial atau operasional yang signifikan, Anda dapat memecatnya.

 

5. Pencurian atau penyalahgunaan properti perusahaan

Pencurian adalah ilegal, bahkan jika karyawan Anda membawa pulang sekantong kecil karet gelang dari lemari persediaan Anda. Konon, pencurian di tempat kerja adalah hal biasa, jadi Anda mungkin hanya ingin memecat orang yang mencuri barang atau properti mahal yang menimbulkan kerugian besar bagi bisnis Anda. 

 

6. Lamaran pekerjaan yang menyesatkan

Sebuah studi Checkster menemukan bahwa 78% pelamar kerja berbohong pada resume mereka. Jika Anda mengetahui bahwa resume karyawan saat ini berisi informasi palsu saat mereka dipekerjakan, Anda dapat memecat mereka. Namun, jika karyawan tersebut melebih-lebihkan beberapa kualifikasi kecil dan melakukan pekerjaannya dengan baik, Anda mungkin perlu berpikir dua kali sebelum memecat mereka.

Baca juga: Tips Mengelola Karyawan 

 

7. Performa kerja yang buruk

Kinerja pekerjaan yang buruk adalah alasan yang masuk akal dan legal untuk memecat seseorang. Namun, sebelum memecat seorang karyawan karena kinerja pekerjaan yang buruk, temui karyawan tersebut, beri tahu mereka tentang area yang mereka perjuangkan dan cara-cara yang dapat mereka tingkatkan.

 

8. Banyak absen

Tidak masalah bila seorang karyawan untuk mengambil liburan sesekali atau hari sakit. Tetapi mereka tidak boleh terus-menerus datang terlambat atau bahkan jarang bekerja, misal sampai seminggu penuh. Karyawan yang absen secara berlebihan adalah salah satu alasan yang dapat diterima untuk memecat seseorang.

 

9. Melanggar kebijakan perusahaan 

Jika karyawan melanggar kebijakan media sosial Anda dengan memposting sesuatu yang dapat merusak citra publik perusahaan Anda, Anda dapat membenarkan pemecatan mereka. 

 

10. Perampingan pegawai 

Sementara pemutusan hubungan kerja karena perampingan atau pemotongan anggaran sering dikelompokkan secara terpisah dari pemecatan, itu adalah alasan yang sah untuk pemecatan karyawan. Jika Anda perlu membiarkan karyawan pergi, itu sopan untuk memberi mereka banyak pemberitahuan. 

 

Tips Memecat Karyawan

Berikut beberapa tips memecat karyawan, saat akan melakukannya.

 

1.    Memberi peringatan terlebih dahulu

Etika baik saat memecat karyawan yang pertama adalah memberikan surat peringatan terlebih dulu. Berikan sebuah peringatan kepada karyawan, jika mereka memang melakukan sebuah kesalahan Peringatan dini dapat memberikan sebuah efek yang cukup baik, dengan harapan akan memperbaiki dan meningkat kinerja mereka. 

 

2.    Pengunaan kata yang tepat

Gunakan kata yang tepat ketika berhadapan dengan karyawan yang akan diberhentikan, dan tidak berbelit-belit. Pilihlah kata yang sesederhana mungkin dan berikan penjelasan alasan pemecatan karyawan tersebut dilakukan.

 

3.    Waktu dan suasana yang tepat

Pemilihan waktu dan suasana yang tepat juga haru diperhatikan, misal jangan memecat saat sakit atau lagi berkabung. Usahakan tidak mendadak dan berikan dukungan jika ke depannya mencari pekerjaan yang baru.

 

4.    Tatap muka secara langsung

Ini adalah menyangkut etika yang sangat penting untuk dilakukan saat memecat karyawan. Secanggih apa pun teknologi sekarang, usahakan untuk tidak pernah memecat karyawan dengan menggunakan metode elektronik seperti email, whatsapp, voice mail, atau telepon. 

Pemberhentian kerja yang baik adalah dengan bertemu tatap muka langsung dengan karyawan dan memberikan surat pemberhentian kerja yang formal sehingga karyawan merasa dihargai sebagai seorang manusia.

 

5.    Tetap perlakukan mereka secara baik

Etika baik selanjutnya saat memecat karyawan adalah tetap perlakukan mereka secara baik karena pemecatan sangat erat hubungannya dengan masa depan karyawan dan juga masa depan keluarga mereka, sehingga perlakukan dengan sopan. Jangan terpancing untuk emosi dan hilang kesabaran. Hargailah apa yang telah mereka lakukan untuk perusahaan selama ini.

 

6.    Memberikan kompensasi sesuai aturan

Etika baik saat pemecatan karyawan yang terakhir ialah memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini sangat penting dan tidak boleh sampai terlewatkan. 


Nah, itulah tips untuk memecat karyawan yang mungkin dapat Anda aplikasikan, semoga berhasil!

Punya pertanyaan lebih lanjut tentang masalah psikologi, masalah kesehatan atau juga peluang dan tips memulai usaha? Segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

4.8

6 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Dian Wisnuwardhani, M.Psi.

Psikolog

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS