Dirilis

28 September 2022

Penulis

Diah Munah Persagi

Masa anak-anak adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan pola makan yang baik karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan hingga dewasa nanti. Ketekunan, kesabaran, dan kreativitas dalam modifikasi makanan akan membantu anak-anak konsumsi makanan yang sehat.  Selalu ingat bahwa makanan sehat untuk anak-anak mengacu kepada pilar gizi seimbang yaitu salah satunya mengkonsumsi aneka ragam makanan karena setiap makanan memiliki kandungan zat gizi yang berbeda dan tidak ada satu makanan pun memiliki zat gizi yang lengkap. 

Baca Juga: Seharian Makan Buah, Baik Atau Buruk?

Dalam masa  pertumbuhan dan perkembangan maka anak-anak membutuhkan asupan berikut:

  1. Sumber karbohidrat, 
  2. Sumber protein hewani, 
  3. Sumber protein nabati, 
  4. Sayur-sayuran, 
  5. Buah-buahan, dan 
  6. Air. 


Jika hanya mengonsumsi sumber makanan yang sama (tidak bervariasi) dalam kurun waktu yang lama, dapat mengalami kekurangan zat gizi tertentu, sehingga semakin beragam jenis makanan yang dikonsumsi semakin mudah kebutuhan zat gizi anak-anak tersebut dipenuhi.

Berdasarkan penelitian Riskesdas tahun 2018 diketahui sebesar 93,5% anak  kurang menyukai sayur dan buah dikarenakan tidak terbiasa mengonsumsinya sejak kecil, dan karena rasa yang tidak seenak sumber karbohidrat dan protein, padahal sayur dan buah mengandung vitamin A, B kompleks,vit C, vit K, mineral seperti kalium, zat besi, magnesium dan serat yang diperlukan untuk melancarkan saluran pencernaan, meningkatkan imunitas tubuh dan menurunkan risiko dari penyakit infeksi.

Dampak jangka panjang jika kekurangan vitamin, mineral dan serat jika tidak konsumsi sayur buah maka dapat terjadi hal berikut:

  • Kekurangan vitamin A akan terjadi gangguan penglihatan (xeroftalmia) atau kekeringan pada selaput dan kornea mata,  
  • Kekurangan vitamin B kompleks timbulnya penyakit beri – beri, pertumbuhan menjadi terhambat dan penurunan daya ingat, 
  • Kekurangan vitamin C menimbulkan perdarahan di gusi serta timbul penyakit skorbut, 
  • Kekurangan vitamin K  menghambat proses pembekuan darah, 
  • Kekurangan kalium penurunan sistem kekebalan tubuh, 
  • Kekurangan zat besi  dapat terjadi anemia,  
  • Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, 
  • Kekurangan serat menimbulkan konstipasi (sembelit) bahkan sampai kanker usus besar.


Baca Juga: Manfaat Sayur Kol Untuk Kesehatan Anak

 

Tips Mengatasi Anak yang Susah Makan Sayur Dan Buah

Beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi anak-anak yang susah makan sayur dan buah, adalah sebagai berikut:

  1. Perkenalkan sayur dan buah sejak pemberian MP ASI 4 bintang yaitu diutamakan terdapat zat warna atau pigmen fitokimia sebagai sumber antioksidan (sayuran seperti labu kuning, bayam, brokoli, sedangkan buah seperti alpukat, pisang, pepaya dll), selain memperkenalkan rasa, tekstur, zat gizi yang lengkap dan meminimalkan resiko anak tidak suka sayur dan buah. 
  2. Variasikan sayur dan buah dalam masakan yang menarik agar anak lebih berselera, Anda bisa melakukan kombinasi isi makanan yang disukai oleh anak dengan dicampur sayuran atau buah, baik di menu lauk pauk atau menu cemilan anak. Misal membuat menu nugget ayam brokoli, omelet bayam jamur keju, atau Anda bisa menyulap buah utuh menjadi sebuah ice cream yang disukai anak-anak misal dragon cookies ice cream, “tuty fruity satay”, atau bisa menjadi pudding buah mangga. Yang perlu diingat, pastikan untuk memperkenalkan cara baru untuk memasak sayuran dan buah setiap minggunya. 
  3. Memberikan contoh secara langsung dengan menunjukan konsumsi sayur dan buah setiap hari maka anak-anak akan menganggap hal tersebut sebagai kebiasaan didalam keluarga sehingga hal ini akan meningkatkan keinginan anak untuk makan sayur dan buah, kemudian menjelaskan pada anak fungsi atau manfaat makan sayur dan buah dengan cerita animasi misal jika makan bayam bisa kuat seperti karakter kartun atau super hero mereka, misal popeye atau makan wortel bisa lincah seperti kelinci. 
  4. libatkan anak dalam memilih sayur dan buah, kemudian meminta mereka untuk mencuci sayur dan buah tersebut dan mengolahnya dengan didampingi orangtuanya Ini adalah cara untuk membuat anak-anak menghargai sisi menyenangkan dari proses makan sambil mengajarkan mereka keterampilan dasar memasak. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak lebih mungkin memakan makanan yang mereka siapkan.  
  5. Tidak memaksa anak karena akan membuat trauma, berikan kembali sayur dan buah yang sudah divariasikan pada minggu berikutnya. 
  6. Jangan mudah menyerah untuk berusaha mengenalkan dan membuat anak suka terhadap buah dan sayur, membutuhkan waktu hingga 10 - 15 kali mengulang untuk mereka menyukai hal baru. Jadi jangan katakan anak anda tidak menyukai jenis sayur atau buah jika baru menolak beberapa kali.

Yuk, kita kenali dan ajarkan anak kita makan sayur dan buah mulai dari sekarang.

Jika Anda memerlukan informasi lainnya terkait tips usaha maupun kesehatan, bisa Anda dapatkan secara gratis dengan cara mendaftar di Daya.id, semua informasi usaha dan kesehatan dapat diakses dengan sangat mudah dan kapan saja serta bisa konsultasi juga! Mari kunjungi daya.id sekarang juga!

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

5.0

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Fitri Hudayani, SST, SGz, MKM

Ahli Gizi (Dietisien)

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS