Serunya Menjadi Kader Posyandu

Dirilis

14 Mei 2022

Penulis

Dini Fitriani Nugraha

Narasumber

Desi Andriani

Pekerjaan

Kader Posyandu

Desi Andriani atau yang akrab disapa dengan Mbak Desi, merupakan seorang kader posyandu yang telah bertugas selama 3 tahun di Posyandu Tunas Muda Cijantung, Jakarta Timur. Awalnya Mbak Desi hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak pernah terpikir untuk menjadi kader posyandu. Namun, salah satu teman menawarkan Mbak Desi untuk menjadi kader di posyandu. Mbak Desi pun memberanikan diri untuk mencoba. 

Seiring berjalannya waktu, ia merasakan keseruan menjadi seorang kader. “Seru bisa membantu orang dan tahu segala sesuatu terkait kesehatan anak,” ujarnya. Salah satu motivasi yang mendorong Mbak Desi untuk menjadi kader adalah ingin lebih terbuka dan menambah wawasan terkait kesehatan khususnya kesehatan anak.

 

Edukasi Ibu Hamil

Kader posyandu merupakan anggota masyarakat yang dipilih dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara sukarela, dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perorangan maupun pelayanan posyandu secara rutin. 

Kader posyandu bertugas untuk memberitahukan masyarakat terkait hari dan jam buka posyandu, menyiapkan peralatan sebelum pelaksanaan Posyandu (buku catatan, KMS, alat peraga), melakukan pendaftaran bayi, balita, ibu hamil (bumil), dan ibu usia subur yang hadir di posyandu, melakukan penimbangan bayi dan balita, mencatat hasil penimbangan pada KMS (Kartu Menuju Sehat), melakukan penyuluhan perorangan kapada ibu-ibu di meja IV, melakukan kunjungan rumah untuk melakukan penyuluhan khusus seperti pada bumil, ibu yang mempunyai bayi/balita, dan pasangan usia subur.

Selama menjadi kader, Mbak Desi rutin menimbang balita yang datang ke posyandu, memberitahukan masyarakat khususnya para ibu terkait jadwal kegiatan penyuluhan atau sosialisasi kesehatan anak dan ibu hamil. Saat penyuluhan ibu hamil berlangsung, ia dan para kader serta dokter atau bidan yang bertugas, memberitahukan kepada para ibu bagaimana cara merawat kandungan, kalau kandungan bermasalah harus melakukan apa, dan informasi bermanfaat lainnya. 

Jika ada ibu yang memiliki masalah kandungan atau anaknya bermasalah, ia dan para kader akan memberikan pengertian dengan memberitahu ibu untuk tetap tenang dan tidak perlu takut karena dokter akan membantu memberikan pelayanan. Untuk sosialisasi anak, umumnya memberitahukan para ibu tentang penanganan serta solusi terkait gizi buruk dan stunting pada anak. 

Selain itu, Mbak Desi juga menambahkan “Kalau berat anak ibu tidak pernah naik waktu penimbangan, ibu tidak perlu malu. Para kader akan memberitahukan bagaimana cara menaikkan berat badan anak. Kami juga akan menanyakan penyebab seperti pola makan, lingkungan rumah, dan lainnya karena tidak semua anak yang kurus itu gizi buruk. Siapa tau anak ibu tidak suka makan, anak lebih suka jajan sehingga kenyang duluan, atau anak terkena infeksi karena rumah/kamar/mainannya kotor. Nanti kita cari solusi bersama dan kami bantu juga untuk diarahkan ke dokter yang sering ke posyandu agar diberikan vitamin” ujarnya.

 

Makin Tahu Soal Kesehatan


Saat pandemi, kegiatan posyandu tetap berlangsung hanya saja dibatasi. Sebelum pandemi biasanya para ibu dan balita akan dikumpulkan pada satu tempat, namun selama pandemi tidak seperti itu.

Awalnya puskesmas menyediakan link agar dapat diisi oleh para ibu terkait berat dan tinggi badan anak, namun tidak berjalan karena masih banyaknya ibu yang tidak mengerti teknologi. Akhirnya Mbak Desi dan para kader mengunjungi tiap rumah untuk melakukan penimbangan. Namun hal ini juga tidak efektif. Solusi terakhir adalah mengumpulkan para ibu berdasarkan RT. Biasanya tiap RT ada 1-2 kader yang bertugas di posyandu. Tetapi saat melakukan kunjungan rumahan, Mbak Desi dan para kader saling membantu tanpa melihat RT tempat tinggal.

Jika ibu berhalangan hadir ke posyandu, maka Mbak Desi dan kader akan mengunjungi rumahnya untuk melakukan penimbangan dan memantau tumbuh kembang anak. Saat ini, lebih banyak yang datang langsung ke posyandu karena sosialisasi sudah lebih baik menggunakan grup Whatsapp yang bervariasi, sehingga lebih sering diingatkan.

Dari kegiatan tersebut, pengalaman yang didapatkan oleh Mbak Desi selama 3 tahun bertugas adalah menjadi lebih tahu dan lebih paham terkait masalah kesehatan, seperti tahu mana yang benar dan salah. Misalnya, banyak orang yang bilang kalau anak tidak boleh diberi makanan berminyak/digoreng dan makanan asin yang gurih. Namun kenyataannya, anak membutuhkan konsumsi minyak dan yang gurih-gurih supaya merangsang nafsu makan, tentunya dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhan. Jangan cuma direbus/dikukus karena anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, oleh karena itu mereka membutuhkan makanan yang beragam. 

Selain itu, pengalaman Mbak Desi sebagai kader juga menambah ilmu tentang teknik pengolahan makanan dan jenis bahan makanan yang bervariasi. 

 

Ikut Memantau Perkembangan Anak

Menurut Mbak Desi, kehadiran posyandu untuk ibu dan anak sangat penting. Dari kader yang terlatih akan masalah ibu hamil dan anak (stunting, gizi buruk, gizi balita) dan ibu yang rajin melakukan penimbangan anaknya di posyandu, pertumbuhan dan perkembangan sang anak lebih terpantau dan dapat mengetahui apakah sang anak tumbuh dengan baik atau tidak. 

Jika anak sakit, kader akan dengan senang hati membantu ibu untuk mencari solusi penanganan terbaik seperti segera melapor ke puskesmas agar dapat ditangani oleh dokter. Jika tidak ada kader, kebanyakan ibu akan menyepelekan penyakit anak dan malas memeriksakan ke puskesmas. Disinilah peran kader, mereka hadir untuk memudahkan ibu mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan dan sebagai tempat bertanya serta mendapatkan informasi kesehatan.

Selain bermanfaat untuk ibu dan anak, posyandu juga memberikan manfaat kepada kader khususnya Mbak Desi yang mendapatkan ilmu serta pengetahuan baru terkait kesehatan ibu dan anak, menambah teman, menjadi lebih sabar dan dewasa dalam menyikapi situasi, serta merasa bangga karena turut andil memantau perkembangan anak menjadi anak yang sehat dan ceria. 

 

Dukungan Keluarga dan Masyarakat

Dukungan yang Mbak Desi terima dari keluarga adalah izin untuk melakukan kegiatan di luar rumah. Izin inilah yang sangat disyukuri, karena jika tidak diberi izin maka Mbak Desi pun tidak mungkin dapat menjadi kader dan melakukan kegiatan sosial ini. 

Adapun dukungan dari masyarakat adalah adanya pemberian uang atau makanan sebagai tanda terima kasih karena para kader telah meluangkan waktu dan bekerja keras mengunjungi rumah warga untuk tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pesan yang ingin disampaikan oleh Mbak Desi kepada masyarakat khususnya para ibu hamil atau ibu yang memiliki bayi/balita, “Untuk ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita, jika memiliki keluhan seperti anak sakit, susah makan, coba beri tahu kader, tidak perlu takut dan malu karena kader tidak akan menyebarkan informasi pribadi, justru kader akan dengan senang hati membantu ibu menyampaikan keluhan ibu ke tenaga kesehatan di puskesmas agar mendapatkan solusi terbaik (anak sehat, perkembangan baik, ceria)” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman Mbak Desi dapat kita simpulkan, jika ada yang menawarkan kesempatan melakukan kegiatan sosial, coba saja. Jangan takut dan ragu untuk memulai hal baru, lakukan dengan senang hati. Bagi para ibu yang sedang hamil atau memiliki bayi dan balita, rutinlah mengunjungi posyandu agar kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat terpantau serta cepat ditangani apabila memiliki masalah kesehatan. Perhatikan pola asuh, pola makan, dan lingkungan tempat tinggal agar memiliki status gizi yang baik dan sehat. Jangan sungkan untuk bertanya karena para kader dengan senang hati membantu memberikan solusi.

Bagi Mbak Desi sendiri, menjadi kader puskesmas memiliki dampak positif dalam hidupnya. Selain mendapatkan pengetahuan tentang pola asuh/parenting anak serta kesehatan ibu dan bayi/balita untuk diri sendiri, Mbak Desi juga dapat membagikan ilmu tersebut ke tetangga dan orang sekitar yang membutuhkan. Mbak Desi juga berkesempatan menjadi pengurus PKK bagian pertamanan yang mempelajari manfaat tanaman dan apotik hidup serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengumpulkan minyak jelantah warga. Mbak Desi juga menjadi gugus tugas COVID-19 yang bertugas melakukan penyemprotan disinfektan dan membagikan sembako kepada warga yang positif COVID-19. Berawal dari kader posyandu, kini Mbak Desi bisa berkontribusi lebih banyak dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, segera log in ke daya.id dan gunakan fitur Tanya Ahli untuk mendapat jawaban langsung dari ahlinya. Pastikan Anda sudah mendaftar di daya.id untuk mendapatkan informasi dan tips bermanfaat lainnya secara gratis.

Penilaian :

5.0

1 Penilaian

Kisah Sukses Lainnya

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS