Karyawan toko umumnya akan mendapat insentif penjualan jika mampu meraih target sales. Meski pemberian ini bermanfaat bagi toko, tapi pemberian insentif harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memberatkan toko. Maka, Anda sebagai pemilik toko harus memahami cara menghitung insentif karyawan toko.
Dengan mengetahui metode penghitungan tersebut, Anda dapat memberikan bonus yang adil dan sesuai kinerja karyawan. Di sisi lain, Anda juga tidak akan mengalami kerugian finansial akibat salah hitung.
Apa Itu Insentif Penjualan dan Manfaatnya
Insentif penjualan adalah bonus atau kompensasi yang diberikan kepada karyawan atau tim sales atas kinerja mereka. Pemberian insentif tidak hanya dilakukan saat karyawan dapat menjual melebihi kuota, tapi juga saat mereka mampu meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan.
Bentuk insentif sales ada beberapa macam. Berikut ini tiga diantaranya.
- Insentif Berdasar Kuota Penjualan: Dalam sistem ini, insentif diberikan jika karyawan mampu menjual melebihi target bulanan atau mingguan yang telah ditentukan. Target ini umumnya dalam bentuk nominal penjualan.
- Komisi: Pada sistem komisi, karyawan akan memperoleh insentif sekian persen dari penjualan. Pendekatan perhitungan komisi ini bisa dilakukan berdasarkan laba bersih per bulan atau per penjualan.
- Insentif Berdasarkan Kepuasan Pelanggan: Jenis bonus ini sedikit rumit perhitungannya. Hal ini karena penghitungan dilakukan berdasarkan survei kepuasan pelanggan.
Selain itu, manfaat pemberian insentif sales juga bermacam-macam. Berikut ini beberapa manfaat tersebut.
- Apresiasi: Insentif merupakan salah satu cara untuk menunjukkan apresiasi atau penghargaan bagi karyawan atas kerja keras yang melebihi tugas pokok mereka. Penghargaan ini dapat membuat karyawan merasa dimanusiakan dan dihargai.
- Penambah Semangat Kerja: Pemberian insentif juga dapat menambah semangat kerja karyawan. Sehingga, kinerja mereka akan meningkat. Semangat ini nantinya dapat berakibat positif pada laba toko.
- Loyalitas: Ketika karyawan merasa dihargai, mereka pasti akan lebih betah dan nyaman bekerja. Alhasil, Anda tidak akan dipusingkan oleh drama keluar masuk karyawan dan training karyawan baru.
Baca Juga : Tips Memotivasi Karyawan: Strategi Insentif dan Dukungan Sehari-hari

Cara Menghitung Insentif Karyawan Toko
Cara menghitung insentif penjualan untuk karyawan toko dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan. Pendekatan ini disesuaikan dengan jenis insentif yang diberikan.
1. Cara Menghitung Insentif Sales Berdasarkan Kuota Penjualan
Untuk menghitung jumlah insentif penjualan berdasarkan kuota sales, pihak toko hanya perlu menentukan besarnya target penjualan per bulan atau minggu dan bonus yang akan diberikan. Berikut ini contoh insentif berdasarkan target penjualan.
Target penjualan per bulan: Rp20.000.000
Insentif: Rp2.000.000
Jika seorang karyawan penjualan mampu membukukan sales sebesar Rp20.000.000 atau lebih, maka ia berhak mendapat bonus sebesar Rp2.000.000. Namun, jika penjualan dari karyawan ini kurang dari target, maka ia tidak akan mendapat bonus.
2. Metode Menghitung Insentif Penjualan Berbentuk Komisi
Cara menghitung komisi penjualan yaitu dengan mengalikan persentase komisi dengan target penjualan. Besarnya persentase ini bervariasi tergantung pada beberapa faktor, contohnya margin keuntungan, kompleksitas penjualan, dan jenis produk.
Dalam penjualan barang konsumen dan ritel, persentase komisi biasanya berkisar pada 10-15%. Namun, untuk produk bernilai tinggi dan mahal, misalnya motor dan mobi, persentase komisi umumnya adalah 5%.
Contoh:
Target penjualan: Rp10.000.000
Persentase Komisi: 12%
Insentif: Rp10.000.000 x 12% = Rp1.200.000
3. Menghitung Komisi Penjualan Berdasarkan Laba Bersih
Rumus menghitung insentif sales berdasarkan laba bersih sama seperti menghitung komisi penjualan biasa. Namun, variabel yang digunakan adalah laba penjualan total selama waktu tertentu. Selain itu, persentasenya cenderung kecil.
Contoh:
Laba bersih sebulan: Rp50.000.000
Persentase komisi: 3%
Komisi: Rp50.000.000 x 3% = Rp1.500.000
4. Cara Menghitung Insentif Sales Berdasarkan Kepuasan Pelanggan
Cara menghitung insentif karyawan toko berdasarkan kepuasan pelanggan adalah menentukan batas skor kepuasan dan bonus yang akan diberikan. Sehingga, setiap terjadi transaksi penjualan, pembeli diminta mengisi survey kepuasan, misalnya memberi bintang.
Contoh:
Skor Kepuasan: rating bintang 4,75
Insentif: Rp300.000/bulan
Jadi, seorang karyawan toko yang memiliki rating bintang 4,75 atau lebih akan memperoleh tambahan gaji bulanan sebesar Rp300.000.
5. Cara Menghitung Insentif Tim Penjualan
Beberapa pemilik toko memberi komisi kepada tim penjualan, bukan dihitung per karyawan. Dalam hal ini, pengusaha perlu menentukan besarnya komisi perbulan jika target penjualan terpenuhi.
Selain itu, mereka juga perlu menetapkan persentase komisi untuk tiap anggota tim. Berikut ini contoh penghitungan komisi untuk tim sales.
Besarnya komisi: Rp20.000.000
Komisi untuk ketua tim: 30% x 20.000.000 = Rp6.000.0000
Komisi untuk anggota tim: 10% x 20.000.000 = Rp2.000.000
Tips Menghitung dan Memberi Insentif Penjualan
Pemberian insentif sales perlu dilakukan secara cermat. Sehingga, karyawan merasa dihargai dengan baik dan toko tidak mengalami kerugian. Untuk itu, Anda dapat mengikuti tips di bawah ini.
- Transparan: Pastikan bahwa karyawan toko mengetahui skema pemberian insentif. Sehingga, mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerja
- Gunakan Aplikasi Khusus: Anda dapat menggunakan aplikasi khusus untuk memonitor sales dan otomatisasi penghitungan gaji dan insentif. Dengan demikian, risiko salah hitung dapat diminimalisir dan insentif dapat diberikan secara adil.
- Pertimbangkan Margin Keuntungan: Ketika menetapkan persentase komisi atau besarnya insentif, Anda perlu memperhatikan margin keuntungan. Jika margin keuntungan kecil, maka insentif yang diberikan sebaiknya tidak lebih dari 5%.
Cara menghitung insentif karyawan toko dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Sebagian pemilik toko memberikan insentif berupa komisi penjualan. Namun, pelaku usaha lainnya memilih untuk memberikan bonus apabila target penjualan tercapai atau pelanggan merasa puas.
Namun jika Anda merasa ada yang kurang dari artikel ini, Anda juga bisa membaca artikel usaha lainnya dengan mengunjungi artikel di daya.id dan mendaftarkan diri Anda di sini secara gratis.
Jika Anda membutuhkan bantuan lainnya terkait usaha anda juga dapat langsung berdiskusi secara gratis dengan menggunakan fitur Tanya Ahli di daya.id.
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda