Dirilis

25 Pebruari 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Harga pokok penjualan adalah salah satu unsur penting yang harus dihitung dan ditentukan sebelum memulai usaha. Jika dilihat dari prinsip akuntansi, harga pokok penjualan atau HPP adalah jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan. Baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa di dalam kondisi dan tempat di mana barang itu  dapat dijual atau digunakan.

Tujuan Perhitungan dan Manfaat Perhitungan Harga Pokok Penjualan


Menghitung serta menentukan harga pokok penjualan adalah untuk mengetahui seberapa banyak atau seberapa besar biaya produksi yang dikeluarkan badan usaha saat akan memproduksi barang maupun jasa dari bisnis yang dikelola. Umumnya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dibagi atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead. Selain itu, HPP ini dapat menjadi acuan dalam laporan laba rugi dari usaha yang dijalankan. Selain memiliki tujuan penting, perhitungan HPP pun memiliki sejumlah manfaat, seperti:

  • Menghitung Laba Rugi Perusahaan
  • Sebagai Alat Bantu Untuk Menentukan Biaya Produksi yang Sesungguhnya
  • Sebagai penentu harga jual barang.

Komponen Penentu Harga Pokok Penjualan

Ada beberapa komponen penentu harga pokok penjualan barang dagang yang peru diketahui, diantaranya:

1. Persediaan Awal Barang Dagang

Adalah persediaan barang yang ada di awal periode atau tahun buku berjalan. Untuk saldonya sendiri, dapat dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan atau neraca di tahun sebelumnya.

2. Persediaan Akhir Barang Dagang

Jika persediaan awal berarti barang yang tersedia di awal periode, maka persediaan akhir barang dagang tentu merupakan persediaan barang yang ada di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan. Sedangkan untuk saldonya, biasanya diketahui melalui data penyesuaian perusahaan pada akhir periode.

3. Pembelian Bersih

Pembelian bersih adalah seluruh pembelian barang dagang yang dilakukan perusahaan, baik pembelian barang secara tunai atau kredit, yang dihitung juga dengan dengan biaya angkut pembelian dikurangi potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan


Berikut cara menghitung HPP, yaitu:

1. Menghitung Persediaan Barang Siap Jual

Persediaan barang yang siap dijual = (persediaan awal + pembelian bersih)

2. Menghitung Pembelian Bersih

Pembelian bersih = (Total pembelian tunai dan kredit + biaya angkut) – (retur pembelian + potongan pembelian)

3. Menghitung Penjualan Bersih

Penjualan Bersih = Penjualan – (Retur Penjualan + Potongan Penjualan

4. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang – Persediaan Akhir
Inilah contoh penerapan perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP:
PT Makmur Jaya Sentosa pada Tanggal 1 November 2020 memiliki:

  1. Persediaan barang dagangan (awal): Rp10.000.000,-
  2. Pembelian: Rp20.000.000,-
  3. Beban angkut pembelian: Rp1.000.000,-
  4. Retur pembelian sebesar Rp2.000.000,-
  5. Potongan pembelian Rp1.000.000,-
  6. Persediaan barang dagangan akhir sebesar Rp5.000.000,-

Maka perhitungan harga pokok penjualan adalah:
a. Pembelian Bersih = (Pembelian + Biaya Angkut) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

Pembelian Bersih = (20.000.000 + 1.000.000) – (2.000.000 + 1.000.000)

Pembelian Bersih = 21.000.000 – 3.000.000

Pembelian Bersih = 18.000.000

b. Barang tersedia dijual = (Persedian awal + Pembelian bersih)

Barang tersedia dijual = (10.000.000 + 18.000.000)

c. Harga Pokok Penjualan = (Barang Tersedia dijual – Persedian akhir)

Harga Pokok Penjualan = 28.000.000 – 5.000.000 = 23.000.000


Itulah informasi mengenai Harga Pokok Penjualan atau HPP. Pada dasarnya, Harga Pokok Penjualan adalah salah satu cara yang digunakan untuk menentukan nilai jual produk suatu usaha. Cara perhitungan HPP ini juga tergolong cukup mudah untuk dilakukan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan praktisi & trainer UMKM dari Daya.id seputar HPP atau perhitungan keuangan usaha lainnya.

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Dikutip dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Praktisi & Trainer UKM

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS