Dirilis

25 Agustus 2021

Penulis

Tim Penulis Daya

Bagi Anda yang mulai berpikir dan tertarik untuk melakukan investasi sebaiknya kenali dulu semua produk dengan baik termasuk perbedaan saham dan obligasi. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa saham dan obligasi adalah produk yang sama. Padahal banyak faktor mendasar yang membuat keduanya berbeda.

Saham bisa diartikan sebagai surat berharga yang diperdagangkan di bursa efek. Saham bisa menjadi bukti penyertaan modal di perseroan atau bisa juga sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Sedangkan obligasi adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Meski sama-sama diperjualbelikan di bursa efek, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, inilah berbagai perbedaan tersebut.


Perbedaan Saham dengan Obligasi

perbedaan saham dan obligasi

Dilihat dari beberapa faktor mendasar di bawah ini sudah sangat jelas apa saja yang membuat saham dan obligasi sebagai produk investasi yang berbeda. Perbedaan yang dimaksud diantaranya yaitu :

1. Pihak yang Menerbitkan
  • Obligasi diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan baik swasta maupun BUMN.
  • Saham diterbitkan oleh perusahaan terbuka yang sudah terdaftar di bursa efek.

2. Sistem Pembagian Keuntungan
  • Obligasi keuntungannya dihitung berdasarkan pada hasil dari perhitungan harga pokok hutang dan ditambahkan dengan besaran bunganya.
  • Saham keuntungannya dihitung berdasarkan berapa laba bersih yang didapatkan oleh perusahaan serta akan dibagikan kepada semua pihak yang mempunyai saham tersebut. Besarnya deviden atau keuntungan tergantung pada berapa jumlah saham yang dimilikinya.

3. Jangka Waktu 
  • Obligasi memiliki jangka waktu tertentu dalam kepemilikan surat berharga tersebut.
  • Saham akan selalu berlaku selama perusahaan masih ada dan melakukan operasionalnya.

4. Kewajiban Pembayaran
  •  Bunga dari obligasi wajib dibayarkan kapanpun kepada kreditur atau investor sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
  •  Dividen saham wajib dibayarkan oleh perusahaan penerbit kepada investor selama perusahaan tersebut masih mendapatkan keuntungan atau laba dari usahanya.

5. Nilai atau Besaran Keuntungan
  • Nilai atau besaran keuntungan dari obligasi relatif stabil sehingga nominal yang diterima oleh investor sangat mungkin sama jumlahnya setiap bulan.
  • Besaran dividen atau keuntungan dari saham fluktuatif atau berubah-ubah tergantung pada berapa laba yang diperoleh perusahaan penerbitnya.

6. Pengenaan Pajak
  • Obligasi keuntungan yang diberikan kepada kreditur atau investor tidak dipotong dengan pajak.
  • Deviden pada saham akan dipotong pajak setelah diperhitungkan berapa nilai keuntungan yang didapatkan.

7. Likuiditas
  • Pemegang obligasi atau kreditur harus tetap dibayar meskipun perusahaan penerbit mengalami kebangkrutan.
  • Sedangkan deviden atau keuntungan saham yang terakhir akan dibayarkan kepada investor saat perusahaan penerbit jatuh bangkrut.

8. Hak Suara 
  • Pemegang obligasi (investor) tidak diberikan hak mengemukakan usulan terkait kebijakan perusahaan.
  • Pemegang saham memiliki hak untuk bersuara dan menyampaikan pendapat terkait dengan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan.


Keuntungan Investasi Saham dan Obligasi:


1. Keuntungan Investasi Saham
  • Capital gain : Keuntungan yang diperoleh dari perhitungan selisih harga jual saham dengan harga belinya. 
  • Deviden : Pendapatan yang dihasilkan dari laba bersih perusahaan penerbit saham.

2. Keuntungan Investasi Obligasi
  • Pendapatan cenderung tetap : Keuntungan atau bunga yang didapatkan dari investasi obligasi relatif stabil sehingga nilainya tetap setiap bulannya dimana umumnya lebih tinggi dari SBI ataupun deposito.
  • Capital gain dari penjualan : Investor obligasi bisa mendapatkan keuntungan cukup besar dari perhitungan selisih harga jual dan harga saat membeli.


Kerugian Investasi Saham dan Obligasi

memahami perbedaan saham dan obligasi


1. Kerugian Investasi Saham
  • Tidak mendapatkan dividen : Pemegang saham tidak akan mendapatkan pembagian deviden jika perusahaan jatuh bangkrut.
  • Suspend : Risiko yang didapatkan karena perusahaan penerbit saham ditutup untuk sementara ataupun menetap karena sesuatu hal.
  • Delisting : Mirip dengan kasus suspend hanya saja perusahaan tidak mendapatkan izin beroperasi di pasar modal lagi.
  • Perusahaan mengalami pailit : Jika perusahaan pailit atau bangkrut Anda bisa kehilangan investasi tersebut.

2. Kerugian Investasi Obligasi
  • Kegagalan pembayaran : Jika perputaran uang tidak lancar maka bisa menyebabkan terjadinya kegagalan pembayaran pada investor.
  • Capital loss : Kerugian yang disebabkan oleh adanya peristiwa politik, ekonomi, kerusuhan massal, perubahan suku bunga serta masalah global lainnya.
  • Likuiditas : Obligasi bisa dikatakan tidak memenuhi likuiditas karena investor harus terpaksa menerima kerugian dari penjualan kembali surat berharga miliknya tersebut.


Contoh Saham dan Obligasi:


● Contoh saham
  ✔ Saham BUMN 
  ✔ Saham perusahaan yang memproduksi bahan pokok seperti PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dan PT. Sinar Mas, Tbk
  ✔ Saham properti 
  ✔ Saham farmasi 
  ✔ Saham BTPN 
  ✔ Saham BTPN Syariah 

● Contoh obligasi
  ✔    ORI-19 yang diterbitkan pemerintah untuk biaya penanganan Covid-19


Itulah berbagai perbedaan saham dan obligasi sekaligus contoh-contohnya. Dengan mengetahui apa saja perbedaan saham dan obligasi Anda bisa memilih mana investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko investasi Anda. Anda juga bisa berkonsultasi dengan perencana keuangan dari Daya.id apabila memiliki pertanyaan seputar investasi dan perencanaan keuangannya dengan lebih lengkap. 

Untuk informasi lain terkait tips usaha maupun produk keuangan lainnya. Anda bisa membacanya di Daya.id. Dengan mendaftar di Daya.id semua informasi keuangan bisa diakses dengan gratis dan sangat mudah. Jadi, yuk kunjungi Daya.id sekarang juga!

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.9

10 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Rudi haryono

18 November 2021

Mantap

Balas

. 1

Rudi haryono

26 September 2021

Cukup baik

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Alviko Ibnugroho

Perencana Keuangan

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS