Dirilis

30 Oktober 2023

Penulis

Tim Daya

Pengelolaan keuangan usaha berbeda dengan pengelolaan keuangan pribadi. Untuk memastikan usaha Anda tetap berjalan lancar dan terhindar dari risiko keuangan, Anda perlu strategi pengelolaan keuangan yang tepat. Antara lain memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi, melalukan pembukuan, mengelola arus kas, dan lainnya.

 

Pengelolaan Keuangan Usaha

Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan.

 

1. Pisahkan Rekening Usaha dan Pribadi

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi. Ini penting karena dengan memisahkan rekening, pertumbuhan usaha lebih mudah diukur, dan uang pribadi tidak akan tercampur dengan uang usaha. Pastikan Anda membuka rekening usaha yang terpisah untuk menjaga keterpisahan ini.

 

2. Buat Pembukuan yang Tepat


Tidak cukup mengandalkan ingatan untuk mengelola usaha. Lakukan pencatatan uang masuk dan uang keluar setiap hari, berbentuk laporan arus kas. Selanjutnya, buatlah laporan laba-rugi setiap bulan untuk memantau kesehatan usaha. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui apakah usaha Anda menguntungkan atau tidak. Jangan lupa untuk membuat neraca setiap bulan agar Anda bisa melihat gambaran modal, utang, piutang, aset, dan uang kas yang dimiliki.

 

3. Pahami Laporan Keuangan

Penting untuk memahami fungsi laporan arus kas, laporan laba-rugi, dan neraca. Ini akan memungkinkan Anda mengambil keputusan yang baik dan mencegah manipulasi laporan keuangan. Jika Anda merasa tidak memiliki waktu untuk mengolah transaksi usaha, pertimbangkan untuk merekrut seseorang yang mampu membuat laporan keuangan, tetapi pastikan Anda tetap memahami isi laporan tersebut.

 

4. Kontrol Biaya

Kendalikan selalu arus kas dan pastikan bahwa usaha Anda memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban. Jaga agar pendapatan selalu lebih besar dari pengeluaran, tagih piutang dengan tepat waktu, dan jangan biarkan stok barang menganggur. Lakukan pengecekan struk secara berkala untuk mencegah manipulasi laporan atau penggelapan uang oleh karyawan.

 

5. Alokasikan Keuntungan

Sisihkan sebagian keuntungan bersih untuk mengembangkan usaha Anda. Gunakan keuntungan ini untuk menambah modal kerja, cadangan anggaran perbaikan peralatan usaha, dan upaya pengembangan lainnya. Ini akan membantu bisnis Anda berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

 

6. Cek Arus Kas Secara Berkala

Agar arus kas tetap terkontrol, penting untuk melakukan pemeriksaan mingguan atau bulanan. Dengan mengidentifikasi masalah arus kas sedini mungkin, Anda dapat mengambil tindakan untuk mengatasi situasi tersebut.

 

7. Evaluasi Pendapatan dan Pengeluaran

Selain pengeluaran berlebih, perhatikan juga apakah pendapatan dan pengeluaran Anda seimbang. Evaluasi ini dapat membantu Anda memutuskan apakah perlu mengurangi pengeluaran atau meningkatkan pendapatan untuk mencapai profit yang diinginkan.

 

8. Jual Stok yang Tidak Bergerak

Jika Anda memiliki stok yang tidak bergerak, pertimbangkan untuk menjualnya dengan memberikan diskon atau promo khusus. Stok yang tidak bergerak hanya akan menjadi pengeluaran yang tidak menghasilkan pendapatan. Menjualnya dengan harga lebih rendah dari harga beli awal adalah pilihan yang bijak.

 

9. Kenakan Denda Pada Piutang

Jika bisnis Anda menggunakan sistem piutang, pastikan Anda menagih piutang secara berkala dan memberikan denda pada pelanggan yang terlambat membayar. Ini akan membantu mempertahankan arus kas yang sehat.

 

10. Rencanakan Arus Kas


Seperti perencanaan keuangan pribadi, Anda juga harus memiliki rencana arus kas perusahaan. Ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi perbedaan antara rencana dan realitas, sehingga Anda dapat mengambil tindakan perbaikan.

 

11. Catat Setiap Transaksi

Pastikan semua transaksi dicatat dengan cermat untuk menghindari kejanggalan dalam arus kas. Hindari mencampurkan transaksi pribadi dengan transaksi bisnis.

 

12. Periksa Kas Secara Teratur

Lakukan pemeriksaan kas harian atau sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Semakin sering Anda memeriksa kas, semakin mudah Anda dapat mengendalikan masalah potensial.

 

13. Evaluasi dan Revisi

Lakukan evaluasi rutin atas arus kas bisnis Anda. Periksa pengeluaran dan pendapatan, dan rencanakan tindakan perbaikan jika diperlukan.

 

14. Tindakan Cepat

Jangan ragu untuk mengambil tindakan ekstrem jika perusahaan menghadapi risiko kebangkrutan. Terkadang, perlu mengambil langkah drastis untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

 

15. Jangan Biarkan Keadaan Memburuk

Selalu pantau keuangan Anda, dan jangan biarkan masalah kecil berkembang menjadi masalah besar. Tindakan dini dapat mencegah arus kas yang bermasalah.

Pengelolaan keuangan bisnis adalah tugas yang krusial untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan Anda. Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat meminimalkan risiko finansial dan memastikan bahwa arus kas bisnis Anda tetap sehat dan berkelanjutan. Jika Anda butuh saran lebih lanjut, silakan kunjungi Tanya Ahli. Daftarkan juga diri Anda untuk akses penuh ke seluruh fitur Daya.id, gratis.

Sumber:

Berbagai sumber

Foto : freepik.com

Penilaian :

4.9

9 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ardhan Ashary Nasution

28 November 2023

Terima Kasih informasi nya ??

Balas

. 0

Milkia ulfa

03 November 2023

??

Balas

. 0

Budiyanto

01 November 2023

?

Balas

. 0

Fando hari susetyo

01 November 2023

?????

Balas

. 0

Hendratno

01 November 2023

Keren infonya

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Wisnu Dewobroto

Pendamping UMKM

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS