Dirilis

09 Juli 2018

Penulis

Tim Daya Tumbuh Usaha

Sebagai pelaku usaha pemula, mungkin Anda merasa bahwa mengatur keuangan pribadi ataupun perusahaan itu adalah hal yang sangat susah dan merepotkan. Sehingga, Anda memutuskan untuk melepaskan tanggung jawab tersebut pada orang lain. Namun, sebaiknya Anda tidak melakukan hal tersebut.

Karena mengatur keuangan pribadi dan perusahaan dengan tangan Anda sendiri adalah salah satu jalan yang harus ditempuh sebagai pelaku usaha sukses. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan agar bisnis Anda tetap jalan dan keuangan pribadi tetap baik. Meski Anda seorang pemula.

Bedakan Keuangan Perusahaan dan Keuangan Pribadi
Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan. Membedakan keuangan perusahaan dan pribadi. Anda tak bisa menyamakan kedua hal ini, apalagi menganggap keuntungan perusahaan adalah dana pribadi untuk Anda. Pastikan Anda memiliki dua rekening yang berbeda, untuk pribadi dan perusahaan. Hal ini bisa mengurangi potensi Anda untuk menggunakan uang perusahaan, secara disengaja ataupun tidak.

Anda juga bisa menggunakan software manajemen keuangan yang ada di smartphone untuk membantu hal ini. Gunakan dua software sekaligus bila Anda tidak ingin membuat dua rekening. Namun pembuatan rekening yang berbeda antara perusahaan dan pribadi memang sangat disarankan.

Buat Rencana Panjang dan Pendek
Setelah sudah dapat membedakan keuangan perusahaan dan pribadi, selanjutnya Anda harus bisa membuat rencana jangka panjang dan pendek. Baik untuk keuangan perusahaan ataupun untuk keuangan pribadi. Bila kesulitan untuk membuat rencana jangka panjang dan pendek dari perusahaan, Anda bisa mengajak tim untuk melakukannya. Namun untuk rencana keuangan pribadi, sebaiknya Anda lakukan sendiri atau dengan keluarga dekat seperti istri.

Dengan adanya rencana ini, Anda bisa melihat kira-kira berapa uang yang bisa dikeluarkan per bulannya. Bila ingin lebih detail, Anda bisa memasukkan jumlah maksimal untuk masing-masing pengeluaran per bulannya. Misal untuk pengeluaran belanja sehari-hari, 1 bulan maksimal adalah Rp2 juta. Berarti bagaimana caranya Anda bisa membeli kebutuhan tersebut dalam jumlah yang ditentukan. Karena itu Anda tak boleh menentukan biaya seenaknya. Terlalu mahal bisa membuat overspending, terlalu sedikit bisa membuat Anda tak dapat apa-apa.

Disiplin pada Budget Anda
Melanjutkan dari tips di atas. Anda tak sebaiknya meninggalkan budget yang sudah ditentukan. Ketika Anda melakukannya, laporan keuangan bisa kacau. Hal ini tak hanya untuk keuangan perusahaan, tetapi juga keuangan pribadi. Sebagai pelaku usaha yang baik, Anda harus tahu kapan waktunya bisa berfoya-foya dan kapan waktunya Anda masih harus menahan diri. Karena Anda masih pemula, belum sesukses para pelaku usaha besar lainnya.

Mampu Membaca Kondisi Finansial
Sebagai pelaku usaha yang baik, Anda juga sebaiknya mampu membaca kondisi finansial. Tak hanya menjaga agar perusahaan dan kehidupan pribadi bisa tetap jalan, Anda juga harus bisa membacanya. Meski uang adalah angka, pergerakannya bisa Anda baca. Apakah turun atau naik? Apakah keuntungan ini hanya keuntungan semu atau perusahaan Anda benar-benar sedang naik daun?

Hal yang sama berlaku pada keuangan pribadi Anda. Apabila Anda kerap tak memiliki uang sisa di akhir bulan (bahkan sebelum akhir bulan), padahal gaji Anda seharusnya cukup berarti ada yang salah. Entah dari pengaturan budget atau karena faktor lainnya. Dengan mampu membaca kondisi finansial, Anda pun akan dengan mudah untuk mengatur keuangan nantinya.

Belajar Pada yang Lebih Ahli
Bila membaca kondisi finansial ataupun mengatur budget terasa begitu susah untuk Anda, belajarlah pada yang lebih ahli. Seperti kepada akuntan perusahaan Anda (bila ada) atau pada orang lain yang dapat dipercayai. Dengan belajar pada yang lebih ahli, Anda tak akan membuang waktu untuk bingung ketika mencoba untuk mengatur keuangan.

Simpan Struk
Tak hanya untuk keuangan perusahaan, sebaiknya juga tak membuang struk untuk keuangan pribadi Anda. Setidaknya hingga satu bulan. Sehingga, Anda bisa melakukan evaluasi di akhir bulan tentang segala pengeluaran Anda. Agar tak hilang, Anda bisa menggandakannya dengan fotokopi, mengambil fotonya atau memindai setruk tersebut dan menyimpannya di komputer.

Anda bisa melihat banyak sekali hal dari struk ini. Misal, Anda tidak bisa menekan uang digunakan sesuai budget. Berarti ada yang salah di pembelanjaan Anda. Bisa jadi Anda membelanjakan sesuatu yang terlalu mahal atau terlalu banyak jumlahnya. Perhatikan struk dengan baik agar kondisi finansial Anda tetap stabil, bahkan naik.

Ingat Kewajiban Bayar Pajak
Tentunya, Anda pun tak boleh lupa membayar pajak. Kebanyakan pengusaha pemula terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga lupa untuk membayar pajak. Telat membayar pajak bisa berarti tambahan pengeluaran untuk Anda. Karena itu, sebagai pelaku usaha pemula tak sebaiknya Anda lupa untuk membayar pajak. Uang untuk perusahaan dan kebutuhan pribadi masih pas-pasan, tidak perlu Anda gunakan untuk pengeluaran yang bisa dihindari seperti denda pajak.

Investasi Alternatif Perlu Dilakukan
Ada yang mengatakan bahwa pelaku usaha yang baik tak meletakkan semua telurnya di satu keranjang. Artinya, Anda tak boleh bertahan pada satu usaha saja dan berharap usaha tersebut bisa sukses selamanya. Setidaknya, Anda harus melakukan investasi alternatif seperti dengan membeli tanah atau membuka usaha sampingan yang tak membutuhkan banyak biaya. Jadi, ketika usaha yang sekarang nantinya tidak bisa bertahan, Anda bisa berpindah ke usaha yang sudah dipersiapkan.

Usaha sampingan yang tak membutuhkan banyak biaya adalah usaha online. Usaha ini pun tidak menyita banyak waktu, sehingga bisa dilakukan bersama dengan usaha utama Anda. Atau, Anda juga bisa membuat pengembangan dari usaha yang sekarang sebagai usaha sampingan. Seperti majalah yang membuka website sebagai backup mereka bila usaha cetak tidak bisa diandalkan lagi.

Kurangi Pengeluaran Sebisa Mungkin
Hal paling dasar yang bisa Anda lakukan adalah mengurangi pengeluaran sebisa mungkin. Pengeluaran ini bisa dikurangi dengan berbagai cara, mulai dari memilih bahan yang kualitasnya sedikit lebih rendah atau dengan mengurangi ongkos produksi (seperti dengan tidak mengeluarkan produk secara massal).  Hal ini pun juga harus dilakukan pada kehidupan pribadi Anda. Meski Anda secara tingkat adalah CEO, tetapi Anda tetap tak boleh berfoya-foya selama perusahaan belum benar-benar stabil.

CEO Apple, Steve Jobs saja baru benar-benar menikmati uangnya ketika ia berumur 40-an, hampir 20 tahun sejak ia membuat Apple. Beberapa CEO lainnya seperti pemilik WalMart (salah satu jaringan ritel terbesar di Amerika Serikat) bahkan tidak mengganti mobilnya dan tak pernah menggunakan untuk tetap bisa membuat produk-produk mereka berharga murah. Sebagai pemimpin usaha, Anda sebaiknya bisa benar-benar pandai dalam mengatur keuangan. Baik itu soal keuangan pribadi ataupun keuangan perusahaan.

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

4.8

4 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Wendi Purwanto

05 November 2021

👍

Balas

. 0

Diyana Sabowo Riyanto

01 Oktober 2021

Bagus

Balas

. 0

Diyana Sabowo Riyanto

01 Oktober 2021

Bagus

Balas

. 0

Diyana Sabowo Riyanto

01 Oktober 2021

Bagus

Balas

. 0

Perwitasari

14 Januari 2021

Sangat bagus

Balas

. 0

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 3 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS