Informasi Artikel

Penulis Artikel

Ari Handojo

Pernahkah Anda kehilangan penjualan karena keterlambatan pengiriman atau stok yang tiba-tiba habis?

Dalam operasional bisnis, masalah supply chain (rantai pasok) seperti keterlambatan barang, stok yang tidak akurat, atau bahan baku yang habis tanpa terdeteksi sering kali terjadi. Kondisi ini tidak hanya menghambat proses operasional, tetapi juga dapat mengganggu jadwal produksi dan distribusi. 
Jika dibiarkan, dampaknya bisa semakin besar, mulai dari menurunnya kepuasan pelanggan hingga meningkatnya biaya logistik.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mulai memanfaatkan Internet of Things (IoT). Dengan IoT, Anda bisa membuat supply chain menjadi lebih transparan, responsif, dan mudah beradaptasi terhadap perubahan pasar. 

Baca juga: Panduan Implementasi IoT (Internet of Things) untuk Produksi dan Operasional UMKM

 

Tantangan dalam Supply Chain Management Usaha Kecil

Coba perhatikan kembali supply chain management di bisnis Anda. Apakah Anda masih menunggu kabar dari gudang atau pemasok?
Banyak usaha kecil dan menengah yang masih bergantung pada informasi manual. Akibatnya, pengusaha sering tidak mengetahui kondisi barang secara real-time di lapangan. Hal ini membuat pengambilan keputusan menjadi kurang optimal karena tidak didukung oleh data yang akurat, atau yang sering disebut sebagai kondisi ”buta data”.

Ketika terjadi masalah, waktu respons menjadi lambat dan biaya perbaikan pun meningkat. Karena itu, mulailah beralih ke sistem yang lebih terintegrasi. Dengan IoT, Anda dapat memperoleh informasi secara cepat dan mengambil keputusan dengan lebih tepat. 

 

Cara Mengubah Supply Chain Management dengan IoT

Untuk memahami penerapannya secara lebih praktis, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

 

1.    Lacak barang secara real-time

Gunakan sensor RFID berbasis IoT untuk melacak setiap pengiriman, mulai dari gudang hingga tujuan. Dengan sistem ini, Anda dapat mengetahui posisi kendaraan, kondisi barang, hingga suhu dalam pengiriman tanpa perlu menghubungi pengemudi. Pantau pergerakan barang secara langsung agar distribusi lebih terkendali. Contohnya dengan memasang sensor RFID pada label harga pakaian untuk melacak posisi produk.

 

2.    Pantau kondisi barang selama pengiriman

Untuk barang yang sensitif seperti makanan, farmasi, atau bahan kimia, manfaatkan sensor IoT untuk mengukur suhu, kelembaban, dan getaran selama dalam perjalanan. Jika terjadi kondisi yang tidak normal, sistem akan langsung memberikan peringatan. Pastikan kualitas barang tetap terjaga hingga sampai ke pelanggan. Misalnya, pengiriman makanan membutuhkan suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga sampai ke pelanggan, hal ini memungkinkan Anda untuk memantau suhu selama pengiriman menggunakan sensor IoT.

 

3.    Kelola stok secara otomatis

Pasang sensor pada rak dan palet gudang untuk memperbarui data stok secara otomatis setiap kali barang masuk atau keluar. Dengan cara ini, Anda dapat mengurangi kesalahan administrasi dan menghindari kelebihan atau kekurangan stok. Gunakan data stok secara real-time untuk menjaga ketersediaan barang. Misalnya, memasang sensor RFID untuk mendeteksi, mencatat, dan melacak stok sehingga stok dapat terkelola dengan baik.

 

4.    Bangun jejak digital dalam supply chain

Simpan semua data pengiriman dan pergerakan barang dalam sistem berbasis cloud. Dengan jejak digital ini, Anda dapat mengetahui asal barang, tujuan pengiriman, serta waktu distribusi secara lebih transparan. Manfaatkan data ini untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam supply chain management. Misalnya, menggunakan RFID untuk mengelola supply chain dan memperoleh data yang akurat, sehingga Anda bisa meningkatkan efisiensi bisnis melalui otomatisasi.

Baca juga: Manajemen Rantai Pasok, Tujuan dan Prinsip yang Sebaiknya Anda Jalankan

 

Pentingnya Data dalam Pengambilan Keputusan

Dengan transparansi data yang baik, Anda bisa mempercepat pengambilan keputusan. Misalnya, jika terjadi keterlambatan pengiriman akibat lalu lintas, Anda bisa segera memberi tahu pelanggan dan menyesuaikan rencana produksi sesuai kebutuhan.

Selain itu, data historis dari sistem IoT dapat membantu Anda menganalisis tren, seperti menentukan rute pengiriman yang paling efisien saat permintaan meningkat, serta mengidentifikasi titik-titik risiko dalam supply chain. Manfaatkan data ini sebagai dasar pengambilan keputusan, bukan sekadar perkiraan. Dengan cara ini, Anda dapat menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda.

 

Langkah Praktis untuk Mulai Mengelola Supply Chain Management dengan IoT

Berikut beberapa langkah untuk mulai menerapkan IoT dalam supply chain management:

 

•    Mulai dengan pengiriman

Fokus pada kendaraan atau jalur distribusi yang paling sering digunakan. Pasang sensor GPS dan suhu untuk memantau proses pengiriman secara akurat. 

 

•    Gunakan dasbor terintegrasi

Manfaatkan sistem IoT berbasis cloud untuk melihat semua data pengiriman, inventaris, dan material dalam satu tampilan. Pantau semua informasi penting secara real-time dalam satu layar. 

 

•    Bangun budaya yang berbasis data

Dorong tim gudang dan logistik untuk menggunakan data dalam setiap pengambilan keputusan. Buat tim terbiasa bekerja berdasarkan data, bukan asumsi. 
Dengan memahami peran IoT dalam supply chain management, Anda dapat mulai menerapkannya secara bertahap sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Melalui IoT, supply chain tidak lagi menjadi area yang sulit dipantau. Setiap tahap distribusi dapat dimonitor secara real-time dan memiliki jejak digital yang jelas, sehingga Anda dapat mengetahui pergerakan barang, kondisi pengiriman, hingga ketersediaan stok dengan lebih akurat. Hal ini membantu Anda merespons masalah dengan lebih cepat, mengurangi risiko kesalahan, serta menjaga kelancaran operasional bisnis.

Penerapan IoT juga membantu Anda mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar perkiraan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, Anda dapat menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda. Pada akhirnya, supply chain management yang lebih transparan dan responsif menjadi keunggulan kompetitif yang penting di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.

Punya pertanyaan lain tentang penerapan Internet of Things pada usaha Anda? Silakan berkonsultasi secara gratis melalui fitur Tanya Ahli di Daya.id. Segera daftarkan diri Anda dan akses informasi lainnya.

Sumber:

Berbagai sumber

Penilaian :

0.0

0 Penilaian

Artikel Terkait

4.9
Meningkatkan Usaha

3 Model Pengambilan Barang dalam Sistem Manajemen Gudang

03 Agustus 2021

5.0
Meningkatkan Usaha

3 Cara Menghindari Virus Corona di Bisnis Salon Anda

01 Juli 2020

5.0
Meningkatkan Usaha

Kiat Dasar Menjadi Fotografi Pernikahan

22 Maret 2018

4.8
Meningkatkan Usaha

Biaya inventori Berlebihan? Coba 5 Tips Ini Untuk Menguranginya

22 April 2024

Berikan Pendapat Anda

0 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS