Dirilis

01 Juli 2020

Penulis

Peni Hidayah

Pemerintah telah menetapkan pemberlakukan era new normal atau era tatanan baru. Harapannya agar perekonomian bisa kembali berjalan dan berangsur membaik. Jadi bukan karena kita sudah aman ataupun terbebas dari COVID-19 ya.

Pemberlakuan era new normal ini membuat sebagian pelaku mulai membuka usahanya. Mungkin itu termasuk Anda. Namun, ingat, Anda tetap harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, untuk mencegah penularan virus Corona di tempat usaha. Seperti keputusan Kementerian Kesehatan pada hari Senin (25/5/2020), yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di tempat kerja perkantoran serta industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Jika usaha Anda adalah salon atau tempat cukur rambut (barbershop), bisa jadi tempat usaha Anda adalah tempat yang paling menjadi incaran masyarakat setelah diberlakukannya new normal. Karena setelah sekian lama berdiam diri di rumah, banyak orang yang merasa bermasalah dengan rambutnya. Mulai dari rambut yang mulai gondrong, mulai banyaknya uban, rambut yang mulai berombak tidak rapi, rambut yang mulai banyak ketombe serta butuh perawatan khusus, dan sebagainya.

Nah, agar masyarakat mau datang ke tempat usaha dengan rasa lebih nyaman, mengurangi was-was atau  kekhawatiran, Anda perlu memperhatikan protokol kesehatan. Karena kita tahu, salon adalah salah satu bisnis yang memungkinkan terjadinya kontak fisik secara langsung antara pelaku usaha dengan konsumen. Sehingga potensi penularan lebih mudah dibandingkan dengan jenis bisnis yang lain. Oleh sebab itu agar bisnis tetap berjalan dan terhindar dari infeksi virus COVID-19, berikut 3 cara atau 3 protokol new normal yang perlu diterapkan bagi Anda pelaku bisnis salon.

1. Buatlah protokol kesehatan bagi karyawan.
  • Pastikan karyawan dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja. Apabila pekerja mengalami gejala seperti demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan, disarankan untuk tidak masuk bekerja. Dan jika perlu, minta karyawan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Setiap karyawan yang ingin masuk ke dalam ruang salon, awali dengan pengecekan suhu terlebih dahulu.
  • Karyawan yang melakukan pelayanan ke pelanggan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti: masker, face shield dan sarung tangan.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik sesuai dengan standar kesehatan setiap sebelum maupun sesudah servis dilakukan, dan menginformasikan kepada pelanggan.
  • Apabila ingin batuk atau bersin, segera menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan baju, dan segera mengganti masker kain dengan yang bersih.
  • Segera mandi dan berganti pakaian ketika sampai di rumah sebelum kontak dengan anggota keluarga. Tidak lupa segera bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan saat sampai di rumah.

2. Buatlah protokol kesehatan pada kegiatan operasional bisnis salon.
  • Beri sapaan dan salam tanpa berjabat tangan (tanpa kontak fisik) antar karyawan maupun dengan pelanggan.
  • Menugaskan satu orang karyawan sebagai penjaga pintu untuk melakukan pengecekan suhu, penggunaan masker serta kondisi pelanggan yang datang.
  • Sediakan pengecekan suhu, tempat cuci tangan atau cairan handsanitizer di luar sebelum masuk ruangan salon maupun di depan kasir untuk dipergunakan karyawan maupun pelanggan.
  • Beri jarak antar kursi servis minimal 1 meter. Jika ruangan tidak memungkinkan, dapat memasang pembatas/partisi.
  • Batasi jumlah orang yang berada di dalam salon, misalnya dengan menerapkan sistem reservasi kepada pelanggan untuk menghindari penumpukan orang yang masuk ke dalam salon.
  • Berikan garis batas (marking) area untuk antrian kasir dengan jarak minimal 1 meter.
  • Lakukan sterilisasi meja dan kursi dengan cairan disinfektan di depan pelanggan sebelum servis dimulai. Agar mereka percaya dan yakin menerima servis.
  • Lakukan pembersihan pada lantai dengan cairan disinfektan sebelum buka dan setelah tutup.
  • Selalu jaga kebersihan semua alat pendukung servis seperti handuk, cape, apron, bandana dan lain-lain, harus dicuci setelah 1 kali pemakaian (tidak dipakai berulang), dan disimpan dengan menggunakan plastik pembungkus.
  • Lakukan sterilisasi alat dan barang-barang yang sering disentuh menggunakan produk pembersih/alkohol 70 persen, seperti gunting, sisir, jepit, hairdryer, mesin EDC, kalkulator, telepon, mesin kasir, dan lain sebagainya.

3. Buatlah protokol kesehatan bagi konsumen/pelanggan.
  • Wajib pergunakan masker selama berada di area publik.
  • Pastikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer yang disediakan sebelum memasuki salon, setelah menerima servis dan melakukan pembayaran di kasir.
  • Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung dan mulut selama menerima servis atau di dalam salon.
  • Selalu jaga jarak/physical distancing minimal 1 meter dengan orang lain.

Jadi ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan untuk mencegah penuluran virus Corona di bisnis salon Anda, yaitu perhatian kepada karyawan, operasional kerja, dan konsumen. Lakukan secara disiplin tiga hal penting tersebut.  Kedisiplinan Anda akan menentukan nyaman atau tidaknya tempat usaha Anda bagi konsumen. Konsumen semakin merasa nyaman, konsumen lain akan berdatangan, dan pada akhirnya akan menaikkan pendapatan.  

Jangan lupa, Anda perlu menjaga imunitas tubuh selama bekerja. Tidak perlu membeli vitamin yang mahal, tetapi dapat juga menggunakan bahan-bahan yang murah dan menyehatkan. Untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca artikel Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh dari Bahan Dapur.

Jika ada hal yang ingin Anda konsultasikan terkait usaha Anda saat ini, silakan bertanya kepada ahli pada kolom ‘Tanya Ahli’ di Daya.id

Sumber:

Diolah dari berbagai sumber

Penilaian :

5.0

2 Penilaian

Share :

Berikan Komentar

Ada yang ingin ditanyakan?
Silakan Tanya Ahli

Ari Handojo

Business Coach

1 dari 5 konten bebas || Daftar dan Masuk untuk mendapatkan akses penuh ke semua konten GRATIS